BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 84.


__ADS_3

Di kediaman Sebastian,Rosse masih terbaring dengan selang infus dilengannya.


Merasa bosan di tempat tidur,Rosse berusaha untuk bangkit.


"Sonya,tolong bawa kesini ponsel saya," pinta Rosse.


Sonya mengambil dan memberikan ponsel nya kepada Rosse.Rosse membuka laman berita online.


Satu persatu,dia mendengarkan berita itu. Berita berikutnya berisi tentang nama seorang yang tidak begitu asing bagi nya Sebastian Leman. Berita itu menuliskan tentang pertemuan Sebastian dengan seorang wanita cantik dari keluarga kaya raya. Tak percaya pada yang dia dengar,dia pun memanggil Sonya. "Sonya tolong bantu saya,siapa yang dimaksud dalam berita ini?" jelas Rosse.


Sonya mendekat dan melihat ke layar ponsel. Tak percaya dengan yang dia lihat.Dia tutup mulutnya dengan kedua tangan nya. Rosse mendengar suara Sonya yang hampir keluar. "Ada apa Sonya. Siapa Sebastian yang di maksud dalam berita ini..?" tanya Rosse..


Sonya merasa takut untuk menjawab. Dia takut menyakiti perasaan Rosse.


"Kenapa kami tidak menjawab Sonya..?" tanya Rosse. "Berarti dugaan ku betul. Sebastian yang dimaksud itu adalah suami ku sendiri.." ucap Rosse.


Sonya mengembalikan ponsel Rosse. Terlihat matanya mulai berkaca-kaca,seperti ingin menangis.

__ADS_1


Sonya merasa bersalah,karena tidak bisa untuk menutupi masalah itu. "Nona,jangan terlalu difikirkan. Mungkin itu hanya berita yang tak jelas. Tidak mungkin tuan mau melakukan itu..!" jelas Rosse menenangkan.


Rosse masih tetap diam,tidak menghiraukan ucapan Sonya.


Sonya keluar dari kamar,di bawah Oma melihat wajahnya tidak seperti biasanya. "Ada apa Sonya.Kenapa wajahmu seperti itu. ?" tanya Oma.


"Ah...nyonya..!" ujar Sonya.


"Kenapa dengan mu..? " tanya Oma lagi.


"Eeeee....itu nyonya. Tadi nona Rosse mendengar berita di ponsel nya. Disitu ada Tuan Sebastian bersama seorang wanita cantik sedang makan di restoran.!" jelas Sonya.


Oma merasa tak percaya dengan yang dia lihat. "Apa karena ini,dia jarang menghubungi.!" gumam Oma.


Oma mengajak Susan untuk kekamar Rosse. Oma menaiki tangga dengan susah payah. Di bantu oleh Susan.


"Tok...tok...tok..!" Oma mengetuk pintu dan membuka nya.

__ADS_1


Rosse terlihat berbaring ke kanan,sehingga hanya bagian belakangnya saja yang terlihat. Oma mendekat dan duduk ditepi tempat tidur. Dia mengusap kepala Rosse. "Berita itu tidak usah terlalu kamu fikirkan. Mungkin itu hanya teman kerjanya saja," hibur Oma.


"Saya tidak apa-apa Oma. Saya yakin dengan dia..!" ucap Rosse meyakinkan Oma bahwa dia tidak apa-apa.


"Kamu harus cepat sembuh,saat Sebastian kembali nanti kita bisa pergi kemana pun kamu mau.!" ucap Oma.


Rosse melempar kan senyuman,tanda dia merasa senang atas dukungan Oma terhadap nya. Karena keadaan nya yang masih lemah,Oma tidak lama berbicara dengan Rosse "Baiklah sayang,Oma turun kebawah. Kamu istirahatlah..!" ucap Oma.


"Terima kasih Oma atas perhatian nya..!" balas Rosse.


Oma da Susan pun pergi meninggalkan Rosse sendiri. Setelah kepergian Oma,Rosse kembali merasakan kesedihan. Dengan keadaannya,semakin membuatnya berkecil hati.


Dari luar terdengar suara langkah kaki. Tidak ingin terlihat bersedih,Rosse menyeka air matanya. "Nona ingin makan buah? " suara Sonya dari depan pintu.


"Boleh..!" jawab Rosse." Kalau ada saya mau buah yang sedikit asam," pinta Rosse.


"Tapi Nona,anda belum di bolehkan makan buah yang asam," ucap Sonya.

__ADS_1


"Baiklah,buah apa pun boleh..!" lanjut Rosse.


__ADS_2