
Saat malam hari,Rosse memegangi ponsel nya. Berfikir kata-kata apa yang harus dia tuliskan sebagai pesan. Ingin bertanya tentang wanita itu,Rosse sendiri belum pasti siapa dia di hati Sebastian.
Dan pada akhirnya dia hanya mengirim pesan biasa saja
"lagi apa..?" tulis Rosse dan mengirimnya.
Di negara H,ponsel Sebastian berdering. Dia membuka pesan itu dan setelah tahu ,Sebastian tersenyum "Siap-siap mau kerja..!" balas Sebastian dan mengirimkan nya.
Pesan masuk di ponsel Rosse,dia segera membuka nya. Setelah membaca jawaban dari Sebastian. Rosse tersenyum senang.
Tapi hatinya masih dengan bayangan Sebastian bersama wanita lain.
Dia tak membalas pesan Sebastian itu. "Sonya...!" panggil Rosse.
Mendengar panggilan dari kamar atas,Sonya berlari menuju tangga. "Ada apa Nona.?" tanya nya.
"Saya ingin berjumpa dengan Oma. Bisakah kamu bantu saya untuk turun..?" pinta Rosse.
"Baiklah Nona. Tapi apa nona kuat berjalan?" tanya Sonya.
"Saya bisa..!" jawab Rosse.
Sonya pun mendekat ke arah Rosse,membantunya bangkit dari tempat tidur.
__ADS_1
Setelah berusaha,tubuh Rosse di rangkul oleh Sonya saat berjalan. Rosse masih terlihat tidak berdaya sekedar berjalan.
Karena dia tetap ingin berjumpa Oma. Dia paksakan tenaga yang hanya beberapa persen saja.
Dengan bersusah payah,mereka pun sampai di lantai bawah. Sonya meletakkan Rosse diruang keluarga. "Tolong panggil oma..!" pinta Rosse.
"Baik nona.." Sonya pun menuju kamar Oma.
"Tok...tok...tok...!" suara pintu.
"Masuk...!" jawab Oma.
"Maaf Oma,mengganggu.Nona Rosse ingin berbicara dengan Oma diruang keluarga..!" jelas Sonya.
"Baiklah," Oma berdiri dan ikut bersama Sonya.
"Nona,ini Oma. Saya pamit kerja dulu.!" ucap Sonya dan pergi.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Oma.
"Oma,tidak marahkan bila saya bertanya..?" ucap Rosse.
"Tanya lah,apa yang ingin kau ketahui..!" jawab Oma.
__ADS_1
"Oma mengenal wanita yang bersama Sebastian itu?" tany Rosse.
Mendengar pertanyaan Rosse,Oma merasa seperti ada sesuatu yang menyumbat di tenggorokannya. "Apa yang harus aku jawab.?" batin Oma.
"Oma tidak kenal wanita itu..? " tanya Rosse lagi.
"Itu teman lama Sebastian." jawab Oma dengan santai.
"Apa iya,mereka sudah janjian berjumpa dinegara H..?" tanya nya lagi.
"Oma tidak begitu tahu,mungkin saja wanita itu mempunya pekerjaan yang sama. Dan membuat mereka harus dekat." jelas Oma.
Mendengar penjelasan Oma,Rosse hanya bisa antara percaya dan tidak. Apa lagi media itu mengatakan,Banyak orang yang meng idola kan sosok laki-laki seperti Sebastian,serta mendambakan kecantikan seperti Ayana. Rosse semakin tidak percaya dengan penjelasan Oma. Tapi dia tetap besusaha setenang mungkin. Andai saat itu dia menumpahkan airmatanya. Maka bertambah pula beban perasaan Oma. Dan Rosse takut bila penyakit jantung Oma kambuh lagi.
Setelah mendapat jawaban,Rosse merasa tubuhnya mulai melemas.Ketika berusaha akan bangkit,dia terjatuh kelantai dan tak sadarkan diri .
"Sonya...tolong ..!" teriak Oma.
Sonya yang mendengar suara Oma histeris,berlari secepat mungkin dan menghampiri nya. Ketika dia sampai,alangkah terkejutnya Sonya,melihat Rosse tergeletak tak sadarkan diri.
Sonya memanggil beberapa penjaga yang ada disana untuk membawa Rosse ke kamar.
Rosse di bawa masuk ke kamar tamu. Sonya kembali sibuk dan menghubungi Dokter Johan."Hallo dokter Johan. Saya Sonya,tolong dokter datang sekarang juga. Nona Rosse kembali tak sadarkan diri." ucap Sonya .
__ADS_1
"Baiklah!" jawab Dokter Johan dan menutup teleponnya. Ketika akan pergi,seorang dokter bedah memangggil dokter Johan. "Dokter Johan,tunggu sebentar. Bisa kah bantu kami untuk sebuah operasi?" tanya Dokter itu.
"Maaf Dokter,tapi saya harus pergi sekarang juga. Sebab ada yang membutuhkan saya..," jawab Dokter Johan dan meninggalkan dokter itu sendiri.