
Sebastian menyeruput seteguk demi seteguk minuman yang dia cari beberapa hari yang lalu. Tidak ingin melewatkan setiap nikmatnya.
"Gadis ini, begitu banyak menakjubkan yang kamu miliki," Fikir Sebastian.
Malam menjelang, Rosse seperti gelisah sduah tak sabar menunggu besok. Dia akan pergi dengan Sonya untuk membeli beberapa barang yang dia butuhkan.
Fikiran nya terus melayang, dan pada akhirnya tertidur juga. Sementara Sonya sudah terbang ke alam mimpi.
Matahari menyapa, ini adalah hari minggu. Hari yang ditunggu untuk sonya. Dia sudah terlihat lebih rapi dari biasanya. Dan menghampiri kamar Rosse.
"Tok.. tok.. tok.. " Suara ketukan pintu dari luar " ini saya Sonya. "
Rosse yang masih ber siap-siap membenahi rambutnya yang panjang dan indah. Dia menggulung hingga tidak menyisakan ujungnya sama sekali. Setelah merasa cukup, Rosse membuka pintu " Saya baru selesai, " ucap nya pada Sonya yang menunggu didepan pintu.
" Ayo kita gerak." Ajak Sonya menarik tangan Rosse.
"Kita pergi sama siapa? " Tanya Rosse.
Seketika Sonya menghentikan langkah nya " Iya ya, sama siapa. Kita jalan saja dulu kedepan sana. Mungkin nanti ada taksi, " Ujar Sonya.
Rosse hanya menuruti perkataan Sonya yang tangannya tetap berpegangan pada tangan Sonya. Ketika keluar dari rumah, Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan "Nona Rosse..! " Ujar seorang lelaki yang baru keluar dari dalam mobil.
" Maaf saya terlambat, mari saya antar, " ucap lelaki itu.
"Kamu siapa? " tanya Sonya.
" Saya yang diperintah oleh tuan Rico untuk menggantikan dia mengantarkan kalian. "
Mendengar penjelasan dari lelaki tersebut. Mereka pun akhirnya merasa lega. Karena ada yang akan mengantar mereka.
Mereka pun segera masuk kedalam mobil. Supir membawa mereka dengan kecepatan sedang.
"Mas, kita ke pasar tradisional saja di kita X ya, " Ucap Rosse.
" Baik nona, " jawab Supir.
Tak butuh waktu lama, mereka sudah tiba disana. Sonya bergegas turun dan membantu Rosse juga. "Maaf nona, tuan sudah perintahkan. Saya harus ikut bersama kalian." Ujar supir.
"Baik lah, kamu tidak keberatan kan? " Tanya Rosse.
" Ini sudah menjadi tugas saya nona, "Jawab nya.
__ADS_1
Mereka pun akhirnya berjalan melihat sekeliling pasar " Sonya , nanti ketika kita tiba di tenda berwarna biru, penjual nya seorang nenek yang sangat baik. Kita berhenti disitu." Rosse mengingatkan.
"Baik nona, " jawab Sonya.
Mereka terus berjalan dan singgah di beberapa gerai yang menjual barang pernah pernik.
Supir terus mengikuti dari belakang. Akhirnya mereka sampai di sebuah kedai yang disebutkan oleh Rosse "Kita sudah sampai di gerai yang kamu maksud," ucap Sonya.
Rosse tersenyum dan mengeluarkan kertas berisi catatan barang-barang yang dia butuhkan. Sonya membantu memilih barang tersebut. Ketika dia tidak tahu maksud barang yang disebutkan oleh Rosse. Sonya bertanya pada penjual.
Dan si nenek pun mengambil kan barang yang dia maksud.
Setelah semua barang lengkap, ketika mereka akan membayar.Tiba-tiba supir mengeluarkan sebuah kartu kredit dan menyerahkan nya kepada penjual. Si nenek bingung, karena dia hanya menerima uang tunai " Maaf nak , saya hanya menerima uang tunai. Saya hanya pedagang kecil," Ucap nenek dengan senyuman.
Si supir kembali memasukkan kartu itu kedalam sakunya " Maaf nona, tunggu disini sebentar." ucap Supir.
" Kamu mau kemana? " Tanya Sonya.
"Sebentar, saya akan kembali lagi," Ucap Supir buru-buru pergi.Dia mencari ATM terdekat tapi tak menemukannya. Dan dia memutuskan menelepon seseorang "Tolong kamu datang ke pasar X, dan bawa uang tunai sebanyak 2 juta, " Pinta supir. Dan menutup teleponnya.
Rosse dan Sonya masih menunggu di depan gerai tadi.
Supir tersebut gelisah menunggu teman nya datang . Setelah menunggu lama, sebuah mobil hitam tiba didepan supir tersebut. Keluar lah seorang lelaki tinggi dengan pakaian serba hitam. Dia adalah teman dari supir tersebut yang di mintai tolong tadi "Akhirnya kamu datang juga, " Ucap Supir tersebut.
Dia pun memberikan beberapa lembar uang untuk pembayaran barang yang sudah di pilih oleh Rosse.
" Maaf, sebetulnya nya yang bayar itu harusnya aku. Karena itu adalah barang-barang saya, " Ucap Rosse.
"Maaf nona,itu bukan uang saya. Tuan yang memerintahkan nya, " Ujar Supir.
Rosse pun terdiam, Sonya hanya menggelitik telapak tangan Rosse " Ada apa? " Tanya Rosse.
Sonya mendekatkan wajahnya kesamping kiri Rosse "Nona tidak usah risau. Bos akan tanggung semua apa yang nona mau, " Bisikan Sonya.
Rosse hanya mengangguk " Baiklah, " ucap nya.
Mereka kembali berjalan, Sonya merasa ada kesempatan. Dia pun membeli beberapa barang yang di ingin kan.
Sonya melihat sebuah gerai yang menjual pakaian dengan harga miring " Kita singgah sebentar ya ke gerai itu," Menunjuk ke gerai itu.
"Baiklah, " Rosse hanya mengikuti saja.
__ADS_1
Sonya memilih beberapa helai pakaian untuk sehari-hari. Setiap orang yang bekerja di kediaman Sebastian, wajib memakai baju yang sama.Cuma di malam hari mereka bebas pakai apa saja.
Ketika akan membayar, si supir lebih dulu mengulurkan uang nya. Sonya hanya pura-pura merasa tidak enak hati. Didalam hati nya merasa sangat beruntung. Ini yang dikatakan cari kesempatan.
Setelah selesai membayar, mereka kembali berjalan, Ketika melewati penjual bunga. Rosse mencium aroma wangi bunga mawar. Dia menghentikan langkah nya. Sonya pun ikut terhenti. " Ada apa nona? " Tanya Supir.
" Saya ingin membeli beberapa bunga mawar, " Jawab nya.
"Nona mau mawar seperti apa? " tanya Supir.
" Saya mau yang berwarna merah gelap. Lebih harum dari mawar lainnya."
Supir tersebut pun masuk kedalam. Membeli satu buket besar bunga " Ini nona, "Dia serahkan pada Rosse.
" Terima kasih, " Ucap Rosse.
"Sonya, apa kamu ingin membeli yang lain? " Tanya Rosse.
"Saya rasa sudah cukup," Jawab Sonya.
"Kalau begitu kita pulang sekarang, " Ujar Rosse.
"Baik lah, " Ucap Supir.
Supir membawa semua barang bawaan wanita tersebut. Sebelum sampai parkiran. Rosse ingat , toko yang paling depan menjual beragam benih tanaman.
" Saya singgah sebentar untuk membeli beberapa bening bunga, " Ujar Rosse.
" Baik lah nona. Saya akan mengambil mobil lebih dulu. Setelah selesai membeli, tunggu saya disini sebentar." Pinta Supir.
"Baik lah, " Ucap Rosse.
Supir pun pergi meninggalkan mereka. Sonya dan Rosse masuk kedalam toko. Rosse meminta beberapa bibit tanaman kepada pemilik toko.
" Baik lah nona, saya akan membungkus nya.Agar mudah dibawa."Si pemilik toko pun membungkus dengan rapi bibit tanaman yang dibeli oleh Rosse. ada yang berbentuk biji. Dan ada juga yang berbentuk dalam pot.
Mobil pun sudah tiba didepan toko "Barangnya sudah selesai semua? " Tanya Supir.
"Sudah, ini semua barang nya, " jawab Sonya.
Setelah semua barang masuk, mereka pun menuju pulang
__ADS_1
Di bagasi mobil penuh barang milik Rosse. dan didalam mobil, ada bungkusan milik Sonya yang dia pegang sendiri.