BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 97.


__ADS_3

Hari ini,Sebastian berencana akan berkunjung kenegara S. Disana ada Edrik yang masih kerabat dekat. Sebastian ingin memberi kejutan dengan kedatangannya tanpa memberitahu Edrik terlebih dahulu.Semua urusan perusahaan dia serahkan pada Rico.


Karena bukan perjalanan bisnis,Sebastian memilih menaiki pesawat komersial dibagian VIP. Pesawat berangkat saat lewat tengah malam.


Ketika sampai di negara S,hari sudah pagi.


Sebastian berjalan menuju keluar bandara,beberapa taksi sedang berderet menunggu sewa nya. Sebastian berjalan menghampiri sebuah taksi yang tak jauh dari didepannya. "Pak,ke kota S..!" ucap Sebastian pada supir nya.


Supir itu pun membuka pintu taksi,Sebastian segera masuk. Di jalan,Sebastian merasa kan ketenangan untuk pertama kali nya semenjak kehilangan istrinya . Walau bayang-bayang Rosse tidak pernah hilang dari fikirannya.


Perjalanan dari bandara ke kediaman Edrik memakan waktu hampir dua jam. Sebastian mulai merasa bosan berlama-lama di dalam taksi. Hanya bisa menahan sampai tujuan.


Dan akhirnya mereka pun sampai.Ketika akan membayar Sebastian memberikan uang lebih untuk taksi tersebut. Dia tersenyum senang,dengan kebaikan Sebastian "Terima kasih tuan...!" ucap supir taksi itu dan akhirnya berlalu pergi.


Didepan pagar,seorang penjaga menghampiri Sebastian "Maaf tuan,ada keperluan apa kesini..?" tanya penjaga.


"Saya saudara Edrik dari negara X..!" jelas Sebastian.

__ADS_1


"Tunggu sebentar tuan..." penjaga menghubungi seseorang.


"Deerrttt....deerrtt....deerrttt...!" suara ponsel Edrik bergetar.Edrik langsung mengangkat nya "Ada apa pak..?" tanya Edrik.


"Tuan,ada tamu. Katanya kerabat tuan dari negara X...!" jelas penjaga.


Seketika jantung Edrik berdegup kencang,wajah nya tegang dan tangan nya gemetar. Dia sudah bisa menebak,itu adalah Sebastian "Kenapa dia ada disini.Apa dia sudah tahu semua...?" batin Edrik.


"Iya pak,dia saudara saya.Silahkan dia masuk. Saya akan segera pulang kerumah..!" jelas Edrik dan menutup ponselnya dengan segera.


Di jalan,dia memacu mobil dengan sangat kencang. Tak ingin lampu rambu lalu lintas menghalanginya,Edrik menambah kecepatan . Ketika melewati lampu lalu lintas,lampu pun bertukar warna menjadi merah.


Terus menyusuri jalan,akhirnya Edrik pun sampai didepan rumah nya. Dia segera masuk,dan mencaru keberadaan Sebastian.


Ternyata Sebastian duduk bersama orang tua nya di beranda depan. Mereka terlihat akrab,berbincang satu sama lain. Edrik berjalan perlahan menghampiri dan "Edrik...!" panggil mama nya.


Edrik tersenyum,Sebastian menoleh ke arah Edrik "Sudah lama tidak bertemu..!" ucap Sebastian.

__ADS_1


Edrik menyambut nya dengan senyuman . Dia berjabat tangan dengan Sebastian yang lebih dulu mengulurkan tangan "Kenapa tidak bagi tahu,kalau kamu mau datang kesini..?" tanya Edrik sambil duduk di samping Sebastian.


"Saya sengaja ingin memberi kejutan pada mu. Seperti beberapa tahun yang lalu..!" ucap Sebastian.


Edrik tersenyum kecil,ingat beberapa tahun yang lalu. Saat dia berkunjung kekediaman keluarga Sebastian "Apa kabar mu sekarang..?" tanya Edrik.


"Seperti yang kamu lihat,aku begitu sehat." jawab Sebastian.


"Emmm...Bagaimana dengan istri mu..?" tanya Edrik dengan wajah menunduk.


"Dia....Dia menghilang entah kemana. " ucap Sebastian.


"Hilang... maksud mu.?" tanya Edrik lagi.


"Waktu itu dia diculik oleh orang yang tak dikenal ketika akan kerumah sakit.!" jelas Sebastian.


Edrik tak meneruskan pertanyaan nya.Ketika Sebastian menghadap ke arah nya,seketika Edrik bangkit dari duduk nya "Maaf,saya kekamar dulu. " ucap Edrik dan pergi meninggalkan Sebastian dan mama nya .

__ADS_1


__ADS_2