
Siang itu,Jasmin sudah selesai tugas rutin nya. Dari menyiapkan bekalan sampai mengantarkan anak-anaknya ke tempat bimbingan belajar.
Setelah semua selesai,Jasmin kembali ke toko bunga. Dia merasa hari ini begitu kurang bersemangat. Matanya terasa berat dan tubuhnya seperti tidak berdaya . Dia meminta pada asisten nya untuk menjaga toko,sementara dia ingin beristirahat.
Jasmin berbaring dikamar kecil masih didalam toko nya. Dia pun tertidur pulas seperti anak bayi.
Tanpa diduga,Sebastian datang. Dia masuk kedalam toko dan mencari keberadaan jasmin tapi tidak menemukan nya. Melihat seorang wanita ada didalam "Maaf,Apa Jasmin tidak masuk hari ini..?" tanya Sebastian.
"Maaf tuan,Bu Jasmin lagi tidur. Dia tidak ingin di ganggu..!" jawab asisten toko.
Sebastian pun merasa kecewa,karena tidak bisa menemukan Jasmin. Terlintas dibenak nya "Apa Jasmin sedang sakit," batin nya .
"Apa Jasmin sedang tidak sehat..? " tanya Sebastian lagi.
"Maaf tuan,saya tidak tahu..!" jawab asisten.
Sebastian terdiam tanpa bertanya lagi. Dia melihat dua buah kursi yang terletak disudut toko
Dia memilih untuk duduk dan menunggu di kursi itu. Asisten Jasmin memandangi Sebastian dengan aneh "Siapa laki-laki ini. Kenapa dia tidak pergi saja." batin nya.
Asisten berjalan melangkah mendekati Sebastian "Maaf tuan,bagaimana kalau tuan datang lagi saja ketika bu Jasmin sudah bangun..! " saran Asisten itu.
__ADS_1
Sebastian pun bangkit dari duduk nya "Baiklah,nanti sampaikan pada nya.Sebastian datang kesini..! " pesan Sebastian pada Asisten.
"Baiklah tuan,nanti saya sampaikan ketika Bu Jasmin sudah bangun." jawab Asisten.
Sebastian pun pergi menuju hotel tempatnya tinggal. Merasa tidak ada kegiatan,dia pun menghubungi teman nya Frederick "Kamu dimana..?" tanya Sebastian.
"Ada apa,bukan nya kamu sudah kembali kenegara mu." ucap teman nya.
"Saya baru tiba kemarin," ucap Sebastian.
"Kamu dimana sekarang,saya akan kesana.?" tanya teman nya.
"Baiklah," percakapan mereka pun berakhir.
Setelah menghubungi temannya,Sebastian menunggu didepan toko sampai teman nya datang. Tak butuh waktu lama,akhirnya Frederick pun datang. Tanpa turun,Frederick hanya membuka kaca mobil dan memanggil Sebastian untuk naik. Sebastian berjalan menuju mobil dan duduk disebelah teman nya. "Kemana kita sekarang..? " tanya Frederick.
"Kemana pun kamu mau," ujar Sebastian.
"Baiklah, mencari suasana baru saja..!" ucap Frederick.
Mereka pun akhirnya pergi,Frederick menghentikan mobil nya didepan sebuah gedung yang dijaga oleh dua orang bodyguard. Dari luar terdengar sayup-sayup suara musik yang sedikit hingar.
__ADS_1
Mereka masuk kedalam dan mencari posisi nyaman. Dua orang wanita dengan pakaian yang sedikit terbuka,berjalan mendekati Sebastian dan Frederick.
Sebastian mulai menunjukkan wajah yang kurang bersahabat.Dia tidak menyukai para wanita itu jika harus duduk bersama mereka. "Hai.!" sapa wanita tersebut.
Frederick melemparkan senyuman termanis nya "Boleh kami bergabung..?" tanya wanita itu.
"Boleh..!" jawab Frederick.
Sebastian menatap sinis Frederick,tapi dia tidak menghiraukan pandangan dingin dari temannya itu. "Silahkan nona..!" Frederick mempersilahkan mereka.
Kedua wanita itu pun akhirnya duduk,satu duduk di samping Frederick dan satunya lagi di samping Sebastian. Melihat jarak wanita itu begitu dekat,Sebastian menggeser duduk nya sedikit lebih jauh.Wanita disamping nya menatap Sebastian yang sedikit pun tidak menoleh padanya. Sedangkan temannya terlihat mesra dengan Frederick. Wanita itu mencoba mendekatkan tangan nya ketubuh Sebastian.Serta merta Sebastian menepis tangan wanita itu hingga membuat nya terkejut dan merasa tak percaya. Karena merasa malu,wanita itu pun pergi meninggal mereka bertiga.
Frederick mendekati Sebastian "Ada apa dengan mu teman.?" tanya nya.
"Aku tidak apa-apa,hanya saja aku tidak suka kalau orang lain menyentuh ku." jawab Sebastian
Frederick pun akhirnya faham "Kenapa tadi kamu tidak menolak ketika ku bawa kesini..?" ucap nya.
"Aku menghargai mu sebagai teman.." jawab Sebastian.
"Baiklah,ayo kita pergi." ajak Frederick.Mereka pun akhirnya pergi,
__ADS_1