BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 40.


__ADS_3

Di sore hari, Rico menyambangi kediaman Sebastian. Seperti biasa,ketika Sebastian tidak masuk kerja. Maka semua pekerjaan di ambil alih oleh Rico.


Dia melaporkan hasil kerja nya hari ini.Tidak ada hal yang terlalu serius, hanya menyerahkan dokumen yang membutuhkan tanda tangan Sebastian.


" Tuan harus menandatangani tangani dokumen-dokumen ini sebelum diserahka ke kepala proyek, "Ucap Rico.


Sebastian menerima nya " Baiklah, nanti akan saya cek lagi, "Jawab Sebastian.


" Apa ada hal lain lagi tuan? " Tanya Rico.


" Tidak ada, kamu bisa pergi " Jawab Sebastian.


Rico pun undur diri, dia menuju mobil dan kembali ke apartemennya. Oma yang sudah memiliki dua tiket VVIP untuk melihat konser tersebut merasa sangat senang. Dia ingin agar mereka berdua bisa segera memantapkan pilihannya. Tapi di hati oma. masih meragukan cucu nya yang sedingin salju tersebut. Dia berjalan keluar dari kamar menuju ruang keluarga dan duduk di sofa "Susan tolong panggilkan Rosse kesini, " Suruh oma.


Susan bergegas berjalan menuju kamar Rosse "tok... tok... tok..! " Suara ketukan.


" Nona, dipanggil Oma di ruang keluarga, " Ucap Susah dari luar pintu.


"Baik, saya akan segera keluar, " Jawab Rosse .


Susan kembali ke keruang keluarga . Tak berapa lama Rosse pun menghampiri.


"Ada apa Oma?" taya Rosse.


"Oma ada tiket untuk pagelaran musik.Oma tidak bisa pergi, karena kaki Oma sakit." Jelas nya.


" Tapi Oma, dengan siapa saya akan pergi? " Tanya Rosse.


Oma tersenyum " Kamu pergi dengan Sebastian. "


Mulut Rosse menganga, merasa itu semua adalah suatu hal yang sangat mustahil "Oma,bukan saya tak ingin. Tapi tuan Sebastian masih memiliki kesibukan yang lain. Dan juga tidak mungkin bagi nya membawa orang seperti saya, " jelas Rosse.


Oma mendekati Rosse dan mengelus pundak nya "Kamu tenang saja, Oma yang akan mengatur semua nya, " Jawab Oma.


Rosse merasa harapan Oma tidak akan terwujud


Dia hanya diam, tak menjawab lagi.


Dimalam hari,setelah makan malam selesai. Oma menahan tangan Sebastian ketika dia ingin meninggalkan meja makan.


" Ikut Oma sebentar, " pinta Oma.


Sebastian mengikuti langkah Oma. Mereka menuju kekamar Oma.


"Ada apa Oma? " Tanya Sbast penasaran.

__ADS_1


"Oma mempunyai dua tiket untuk konser musik klasik. Oma ingin kamu berdua pergi melihat konser itu."


Sebastian memandangi wajah oma yang terlihat mengharap itu. "Apa Rosse mau pergi? " Tanya nya.


"Dia pasti akan ikut. Apa kamu tidak kasihan terhadap nya. Setiap hari hanya dirumah saja ," Oma mulai merayu agar Sebastian merasa bersalah.


" Baik lah Oma. Tian akan pergi." Jawab Sebastian.


Oma terlihat bahagia, dia tersenyum kegirangan mendengar jawaban dari cucu nya. " Baik lah, konser itu petang besok. Oma harap kamu tidak berubah fikiran. "


"Iya oma.... iya... " celetuk Sebastian.


Sebastian berdiri, merasa semua sudah dibicarakan. Dia pun berjalan meninggalkan kamar Oma. Dia pun merasa ada betul nya juga yang dikatakan Oma. Rosse setiap hari dirumah tanpa hiburan dan tidak ada siapa pun yang bisa di ajak bicara. Sebastian bisa merasakan kesunyian yang dia rasakan.


...----------------...


Keesokan hari nya.


Hari ini Sebastian merasa sudah sepenuhnya sembuh, tenaga sudah pulih kembali. Bangun pagi, dia bergegas untuk bersiap-siap ke kantor.


Mereka, Oma, Sebastian dan Rosse sedang menikmati sarapan mereka.


Oma memperhatikan Sebastian dan memberi tanda bahwa dia harus mengajak Rosse.


" Eemmmm ... Rosse... ! Nanti sore kamu ada kegiatan lain tidak? " Sebastian memulai pembicaraan.


" Tidak ada tuan." Jawab Rosse.


"Nanti sore kamu ikut saya. " Pintar Sebastian seakan-akan tak bernyawa.


"Emmm..! " Jawab Rosse singkat.


Sebastian pun beranjak,sebelum pergi tak lupa mencium Oma nya " Tian berangkat dulu Oma. "


Dia pun berlalu meninggalkan Oma dan Rosse.


Rico yang sedang menunggu sedari tadi, menyungingkan senyuman. Sebastian masuk dan Rico menutup pintu. Mobil pun jalan menuju perusahaan " Kenapa tadi kamu terlihat seperti orang yang lagi senang? " Tanya Sebastian pada Rico.


" Tidak apa-apa tuan, hanya senang bisa melihat tuan sudah pulih, "Jawab Rico.


Sebastian pun terdiam,Rico terus melajukan mobil. Setelah dua puluh menit lebih, akhirnya mereka sampai didepan perusahaan.


Sebelum turun, Sebastian teringat sesuatu " Nanti siang, tolong carikan pakaian yang pas untuk Rosse..! " Pintanya.


Rico sejenak menjadi bingung "Maksud tuan? "

__ADS_1


"Kamu pergi ke butik pilihkan baju untuk Rosse. Karena petang nanti, kami akan pergi ke konser musik, " Jawab Sebastian.


"Tapi tuan, saya tidak mengetahui ukuran nya. Tinggi nya berapa? " Rico terlihat keberatan.


"Tunggu sekitar 160,kamu minta pada pelayan untuk memulihkan, " Ucap Sebastian dan pergi meninggalkan Rico yang banyak pertanyaan.


Di ruangannya, beberapa berkas sudah tersusun. Dia mulai mengerjakan tugas-tugas yang tertunda. Karena ketidak hadiran nya kemarin


Siang pun tiba. Rico menjalanka perintah dari tuannya. Dia pergi kesebuah butik yang terlihat besar dan memiliki koleksi pajangan yang cantik. Dia masuk kedalam dan melihat-lihat, tapi tidak ada pun yang pas di matanya "Tuan memang keterlaluan, pekerjaan seperti ini diberikan pada saya, " sungut Rico.


Memilih sepanjang butik tersebut, tetap membuat dia tidak menemukan satu pun. Dengan putus asa , dia pun mendekati pramuniaga "Nona, saya ingin sebuah gaun untuk wanita, " Pintanya.


"Yang memakai nya seperti apa tuan? " Tanya pramuniaga ramah.


"Cewek, tinggi 160," Jelas Rico.


" Gemuk apa kurus tuan?" Tanya pramuniaga lagi .


Rico terlihat mangkin jengkel " Orangnya kurus tidak gemuk tidak, " jelas nya.


"Baiklah tuan, mohon ditunggu sebentar. Saya akan carikan. " Pramuniaga pun meninggal kan Rico.


Karena bosan, Rico pun memilih untuk duduk di sofa butik tersebut. Menunggu hampir sepuluh menit " Tuan. "Panggil pramuniaga.


Rico menoleh ke kiri " Apa seperti ini tuan mau? " tanya pramuniaga.


Rico tetap merasa gaun apapun tidak bisa memilih "Apa gaun ini pantas untuk dibawa ke seminar musik? " tanya Rico.


"Bisa tuan, pesta mewah dan seminar. Bisa di gunakan, " jelas pramuniaga.


"Apa hanya ada warna ini saja? " tanya Rico.


"Kami hanya memiliki satu koleksi untuk setiap jenisnya. "


"Tunggu, saya ingin mengambil foto, untuk ditanya pada tuan saya." Ucap Rico.


Pramuniaga seperti keberatan dengan permintaan Rico "Maaf tuan, itu tidak diijinkan." Jelas pramuniaga masih tetap ramah.


"Wajah Rico seketika berubah " Apa kamu fikir aku seorang penipu? " Ungkap Rico kesal.


" Bukn tuan, kamu hanya meminimalisir adanya barang tiruan, " Jawab pramuniaga.


"Nona, kalian tahu siapa yang punya gedung ini. Ini adalah milik tuan Sebastian Leman. Salah satu orang terkaya disini. Apa dia seperti orang yang menjual atau bahkan meniru ? " Jelas Rico menjadi kesal.


Seorang manager keluar dari dalam sebuah kamar "Maafkan kami tuan, dia anak baru dan masih dalam tahap pantauan saya . Saya tidak menyadari kedatangan tua, " jelas pria itu.

__ADS_1


__ADS_2