
Setelah menjemput anak-anak nya.Sebastian,Jasmin dan kedua anaknya pergi kesebuah restoran. Mereka menaiki mobil yang sama. Adam dan Elsa terlihat senang. Karena kali pertama akan makan bersama keluarga. "Hari ini,Elsa senang sekali Ma. " ucap Elsa.
"Senang bagaimana..?" tanya Jasmin.
"Tadi tiba-tiba papa datang ke kelas,semua teman melihat nya. Mereka percaya,bahwa saya mempunyai papa." jelas Elsa.
Mendengar ucapan Elsa Sebastian memegang tangan anak yang bertepatan duduk di disamping "Kalau mau,besok papa akan datang lagi." ucap Sebastian.
Mata Elsa melebar senang mendengar kata-kata papa nya. "Papa beneran mau datang ke sekolah..?" tanya Elsa.
Sebastian menjawab nya dengan anggukan. "Yeeeeeyyy... Akhirnya aku bisa membalas ejekan teman-teman ku..!" teriak Elsa riang.
Mendegar cerita anaknya,Sebastian sedikit bingung. Dia melihat ke arah Jasmin,dan menaikkan alis sebagai tanda bertanya apa yang terjadi.
__ADS_1
Jasmin membuka tangan nya,tanda dia akan menjawab nya nanti. Sebastian pun faham,bahwa ada hal yang dia tidak ketahui.
Adam yang lebih kalem,hanya diam saja. Dia mengerti dengan isyarat dari papa dan mama nya. Tapi dia tak ingin ikut campur dalam hal orang dewasa. Dia memilih menikmati makanan yang telah tersedia didepan nya . Mereka memesan makanan yang di sukai oleh Adam dan Elsa. Makanan yang paling banyak adalah ayam goreng. "Ayam goreng nya ma.Mama coba makan,!" ucap Elsa dan meletakkan sepotong ayam kedalam piring mama nya.
"Terima kasih sayang..!" ucap Jasmin.Dia pun memakan ayam tersebut. "Enak kan ma..? " ujar Elsa.
Jasmin tersenyum dan mengangguk.Mereka semua tersenyum melihat kepolosan Elsa.
Mereka terlihat seperti keluarga bahagia. Di suasana bahagia mereka,Jasmin masih lagi memikirkan tentang kehidupan nya kedepan.
Setelah acara makan,mereka pergi menuju sebuah danau. Mereka ingin melepaskan sore hari melihat matahari tenggelam ditepi danau.
Adam dan Elsa terlihat bermain-main,sambil menulis di atas tanah.Sesekali Elsa terlihat mengganggu Adam yang tengah serius menggambar sesuatu.
__ADS_1
Sebastian terlihat senang melihat anak-anak nya tumbuh sehat walau tanpa ayah. "Aku harap,kamu bisa ikut bersama ku kenegara X. Disana ada Oma yang selalu berharap ,suatu hari nanti bisa melihat Rosse. Tak henti-henti dia berdoa sampai hari ini. " jelas Sebastian.
"Apakah aku memiliki keluarga lainnya.?" tanya Jasmin.
"Sebelum nya kamu memiliki seorang nenek. Sebelum kita menikah,dia sudah meninggal. Dan kamu tinggal sendirian tanpa saudara lainnya ." jawab Sebastian.
"Apakah sebelum nya hidup ku menyenangkan atau sebaliknya ?" tanya Jasmin.
"Untuk masalah itu saya tidak bisa jawab. Karena selama pernikahan kita,saya tidak pernah mengetahui apa kamu bahagia bersama ku atau tidak. Sebab kita menikah karena permintaan Oma yang menyayangi mu melebihi aku." jelas Sebastian.
"Apa kamu mencintai aku..?" tanya Jasmin tiba-tiba.
Mendengar ucapan Jasmin,Sebastian terdiam dan matanya saling berpandangan dengan Jasmin.Ingin menjawab pertanyaan nya. Tapi terasa ada sesuatu yang tersekat di tenggorokan nya. Sehingga dia merasa susah untuk mengucap sebuah kata saja.
__ADS_1
"Melihat kamu bungkam,saya bisa menebak. Kamu mungkin tidak mencintai ku..!" pungkas Jasmin.
Sebastian merasa tertampar,mendengar ucapan Jasmin yang terasa pedas ditelinga.