BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 74


__ADS_3

Kehamilan Rosse sudah memasuki empat bulan. Untuk saat ini,dia sudah tidak merasakan gejala apapun. Dia sudah memiliki selera untuk makan,tapi kenikmatan tidurnya mulai berkurang.


Ditengah malam akan terbangun untuk buang air kecil.


Pagi ini,Sebastian bangun lebih cepat. Rosse pun begitu juga. Mereka akan pergi untuk melakukan pemeriksaan kandungan. Tapi Sebastian sendiri yang akan membawa mobil tanpa Rico.


Setelah selesai sarapan,mereka pun berangkat . Dijalan menuju kerumah sakit,dari arah berlawanan. Ada sebuah mobil merah yang kacanya terbuka,ketika mobil Sebastian dan mobil merah itu berselisih. Jelas terlihat seorang wanita duduk di bangku sebelah kanan,wanita itu adalah Ayana Ellison mantan kekasihnya.


Sebastian yang melihat wanita itu,hampir hilang konsentrasi. Mobil sebastian masuk ke garis pembatas jalan dan hampir menabrak mobil dari arah berlawanan. Dengan sigap ,Sebastian pun menyadari kelalaian nya dengan cepat menekan rem mobil.


Rosse menjadi takut dan tiba-tiba merasa sakit diperutnya "Aaaaa...sakit..! " teriak Rosse.


Sebastian panik melihat Rosse memegang perut bawahnya "Kamu kenapa?" tanya Sebastian.


"Tidak tahu,perut saya terasa sakit." rengek Rosse menahan sakit.


"Kami tahan sebentar ya,kita akan segera kerumah sakit," ucap Sebastian menenangkan.


Dengan buru-buru,Sebastian melajukan mobil nya.Ketika sampai dirumah sakit. Dengan jalur khusus,dokter dan beberapa perawat membantu mengangkat dan membawa Rosse untuk diperiksa.


Sebastian mengikuti brankar yang membawa Rosse. Johan yang berada disana,melihat Sebastian yang terlihat panik meneteskan air mata.

__ADS_1


Ketika memasuki ruang UGD,Sebastian ditahan oleh seorang perawat. Sebastian pun berhenti ,pintu tertutup dan lampu merah mulai menyala.


Setelah melakukan beberapa pemeriksaan kepada Rosse. Johan merasa bingung ,apa yang akan dia katakan pada Sebastian. Rosee juga masih menahan rasa sakit.


Johan akhirnya memberanikan diri untuk berbicara pada Sebastian. Dia keluar dan menghampiri Sebastian . Melihat kehadiran dokter Johan dengan wajah yang agak tegang. Sebastian pun bangkit "Bagaimana dengan istri ku?" tanya Sebastian.


"Rosse mengalami keguguran,bayinya tidak bisa bisa tertolong. Dan kami harus melakukan pengangkatan pada bayi itu," jelas Dokter Johan.


Seketika tubuh Sebastian seperti tak bertulang. Dia terduduk lemas,dan seakan tidak percaya. "Kamu harus menanda tangani surat persetujuan untuk melakukan operasi," imbuh Johan.


"Baiklah,saya akan lakukan," jawab Sebastian.


Sebastian menanda tangani surat itu,walau dengan berat hati.Setelah selesai,dokter Johan membawa surat itu dan mulai melakukan prosedur untuk melakukan oprasi.


Sebastian menyalahkan dirinya yang tak bisa menjaga istrinya,karena kelalaian nya Rosse mengalami keguguran. "Bagaimana cara ku memberitahukannya pada Oma?" fikir Sebastian.


Setelah dibius,Rosse pun tertidur. Dokter Johan dan beberapa orang lainnya,mulai melakukan pengangkatan pada bayi yang masih berukuran kecil tersebut.


Setelah berjam-jam,akhirnya selesai juga. Dokter Johan pun keluar dari ruang oprasi. Sebastian yang sedari tadi telah menunggu dengan gelisah. Melihat dokter Johan dan menghampiri nya "Bagaiamana dengan istri ku?" tanya Sebastian.


"Dia masih dibawah pengaruh bius,sebentar lagi akan dipindahkan." jelas Dokter Johan.

__ADS_1


Tak lama,terlihat sebuah brankar didorong keluar. Itu adalah Rosse. Sebastian mengikuti mereka dari belakang menuju ruang pribadi milik keluarga Sebastian.


Setelah setengah jam dipindahkan,Rosse mulai sadarkan diri. Dia merasakan pusing dan nyeri di area perut. "Aku kenapa..?" tanya.


Sebastian menghampiri nya "Kamu sudah sadar.!" seru Sebastian.


"Kenapa perut ku terasa sakit..?" tanya Rosse.


"Tidak apa-apa,nanti juga akan hilang sakitnya..! jawab Sebastian.


" Tolong jelaskan,apa yang terjadi?" pinta Rosse.


Sebastian merasa berat untuk menjelaskannya. Mengingat kondisi Rosse yang masih lemah.


Tapi tidak bisa menahan untuk tidak menyampaikan nya pada istrinya.


"Kalau ku jelaskan,kuharap kamu jangan terlalu sedih," ucap Sebastian.


"Kamu mengalami keguguran,dan dokter sudah melakukan pengangkatan pada janin nya." tambahnya .


Mendengar ucapan Sebastian,tak sedikit pun Rosse bertanya atau menitikkan air mata. Semua kesedihannya dia pendam dalam-dalam. Rosse mengetahui,semua itu terjadi karena kecerobohan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2