
Saat makan malam,semua keluarga dan juga Sebastian berkumpul dimeja makan.
"Sudah lama tidak bertemu dengan Om dan Tante..!" ucap Sebastian dengan senyuman terbaik nya.
Mama Edrik tersenyum "Kalian sudah dewasa,sudah memiliki kesibukan masing-masing. Hanya saja,para pria seperti Edrik dan kamu terlalu sibuk sehingga lupa untuk berumah tangga." ucap Mama Edrik.
"Uhuk...uhuk...uhuk..!" Edrik keselek.
Sebastian menoleh ke arah Edrik "Eemmm...Saya sudah pernah menikah Tante,tapi dia menghilang tanpa jejak. Saya cari kemana-mana ,tapi tidak ketemu..!" jelas Sebastian.
"Uhuk...uhuk...uhuk..!" kembali Edrik keselek.
Semua orang mengarahkan pandangan pada nya.Tapi Edrik tidak bergeming. Dia tetap menikmati makanan yang ada didepan nya.
Mama Edrik seakan tak percaya "Kenapa Tante tidak pernah tahu dan bahkan tidak ada undangan.?" tanya mama Edrik.
__ADS_1
"Kami hanya melakukan pernikahan biasa . Dan itu tidak terdaftar di negara..!" jelas Sebastian.
"Eeemmm...Tante tidak akan tanya, kenapa pernikahan kalian tidak terdaftar. Mungkin itu masalah pribadi kalian. " ucap mama Edrik.
Sebastian tersenyum dan memasukkan makanan kedalam mulutnya.
"Bagaimana dengan mu Edrik,apakah kamu sudah memiliki calon..?" tanya Sebastian.
Pertanyaan Sebastian,begitu menancap di jantung. Edrik merasa enggan untuk menjawab nya. "Edrik sudah memiliki wanita pujaan nya . Wanita itu memiliki dua anak kembar laki-laki dan perempuan." jelas Mama Edrik.
Percakapam mereka pun terputus,walau tidak ada pertanyaan ,Tapi Sebastian masih penasaran dengan wanita yang dimaksud tante nya. Edrik menyukai seorang wanita singel parent.
Makan malam pun berakhir. Sebastian yang merasa kan lelah setelah perjalanan ,memilih untuk istirahat dikamar nya. Semenjak kedatangan Sebastian,Edrik menjadi gelisah. Dia memilih untuk menghindar,kalau memang tidak penting.
Sikap yang Edrik tunjukkan ternyata membuat Sebastian merasa. Ketika Edrik keluar dari kamar hendak berangkat ke kantor,Sebastian menghampirinya "Ada apa Edrik. Kamu seperti menghindar dari ku..?" tanya Sebastian.
__ADS_1
"Aku...?" ucap Edrik. "Aku tidak menghindar dari mu. Hanya saja waktu ku terlalu sedikit untuk bisa berbicara dengan mu..!" Edrik tidak memandang ke arah Sebastian.
Sebastian semakin penasaran,sesibuk apa dia dengan pekerjaan nya."Baik lah," ucap Sebastian.
Edrik pun melangkah pergi meninggalkan Sebastian yang masih memandangi kepergiannya tersebut. Ketika Edrik sudah berada didalam mobil,dia mengusap dada nya . Seperti orang yang telah membuat kesalahan.
Tapi Sebastian bukan lah orang yang mudah untuk menyerah begitu saja. Diam-diam dia meminta ijin kepada Mama Edrik untuk melihat perusahaan yang di jalankan oleh Edrik."Tante,apakah boleh saya berkunjung keperusahaan Edrik hari ini..?" tanya Sebastian.
"Kenapa tidak,tentu saja boleh. Kamu pergi bersama supir tante saja. " Mama Edrik mengijinkan.
Sebastian menebar senyuman nya . Watak licik nya keluar untuk mengerjai Edrik.
Setelah hampir tengah hari,Sebastian pergi bersama supir pribadi tantenya.Sebastian sengaja pergi menjelang siang. Ketika jam istirahat,dia bisa mengajak Edrik untuk makan bersama.
Ketika sampai di perusahaan,Sebastian masuk dengan sangat gagah. Orang-orang melihat ke arahnya seperti terhipnotis. Beberapa wanita langsung tersenyum ketika melihat Sebastian berjalan. "Laki-laki itu begitu tampan," terdengar suara dari seorang lelaki.
__ADS_1