
Sebastian sampai di negara X,dia dan Rico,naik mobil yang sudah menunggu kedatangan nya.
"Pak,kita kerumah saja..!" pinta Sebastian.
"Baik tuan..!" jawab supir nya.
Supir terus memacu mobil nya sebisa mungkin. Sebastian menghubungi anak buahnya. Untuk mencari tahu wajah yang ada di videk tersebut. Rico juga memerintahkan bawahan nya untuk memeriksa setiap jalan dengan nomor kenderaan yang terlihat divideo itu,
Sebastian dan Rico akhirnya sampai dirumah. Orang dirumah,tidak memberitahukan kabar buruk itu pada Oma. Mereka takut penyakit nya akan kambuh sewaktu-waktu.
Kedatangan Sebastian membuat Oma terkejut "Kenapa kamu tidak memberi kabar..?" tanya Oma.
"Saya hanya ingin memberi kejutan Oma. " jawab Sebastian."Saya ke kamar dulu Oma." Sebastian pun pergi.
Dikamar dia merasa frustasi atas penculikan Rosse. dan melepaskan sedihnya. Sebastian meminta orang-orangnya untuk mencari keberadaan supir dan pembantu nya.
Sebentar saja,Sebastian sudah menerima sebuah pesan,dimana mereka dibawa.
Sebastian menghapus air matanya,dan berjalan keluar. "Oma,saya pergi dulu. Ada masalah mendesak..!" ucap Sebastian.
"Rico ,kamu ikut saya..!" pinta Sebastian.
Mereka pun berangkat menuju rumah sakit . Dokter Johan sudah menunggu kedatangan Sebastian.Disana dokter Johan menunjukkan keadaan supir yang terluka parah tak sadarkan diri. Peluru sudah dikeluarkan,sementara Sonya hanya mengalami trauma dan luka ringan disebab kan pukulan dari penjahat itu saat mereka saling tarik menarik.
Sebastian pergi menuju ruangan Sonya . Melihat keadaan nya,membuat Sebastian tidak bertanya apa-apa. Supir itu masih berada dalam pantauan setelah operasi. Sebastian merasa kali ini mereka sudah sangat keterlaluan. Tanpa belas kasihan,langsung melayangkan tembakan. Sebastian terus menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu keberadaan orang-orang yang membawa istrinya.
"Deeerrtt....ddeerrttt...deerrtt...!" ponse Sebastian bergetar.
Sebastian mengangkat panggila itu "Ada apa..?" tanya.
"Tuan,lelaki yang membawa kabur istri tuan sudah kami temukan..Tapi....!" perkataan nya terhenti.
__ADS_1
"Tapi kenapa..?" bentak Sebastian sehingga orang yang berada di telepon itu merasa ketakutan.
"Me...mereka sudah mati tuan..!" jelas anak buah nya.
"Apa kalian tahu mereka suruhan siapa..?" tanya Sebastian.
"Mereka salah satu orang Tiger tuan..!" jawab nya.
Sebastian menutup telepon nya dan menyapu kepala nya dengan kasar.
Sedangkan anak buah Rico,sedang menyusuri jalan saat penculikan. Mereka memeriksa setiap kamera untuk memastikan keberadaan Rosse.
Anak buah nya selalu memberikan laporan bertahap.
"Tuan,laporan dari bawahan saya. Ada beberapa orang mengatakan,seorang wanita terjatuh ketepi jurang saat dua lelaki mengejar nya." ucap Rico.
Mendengar perkataan Rici,mata Sebastian memerah. "Apa kamu yakin itu istri saya..?" tanya Sebastian.
Sebastian semakin di picu kesedihan,karena Rosse memang memiliki rambut panjang.
"Ayo kita kesana sekarang.." ajak Sebastian.
Rico pun bergegas bersama Sebastian. Tidak ingin mengulur waktu.
Supir yang menunggu diluar,di perintahkan Sebastian agar pulang kerumah dengan menggunakan taksi. Mobil dibawa oleh mereka.
Sebastian semakin dibuat frustasi dengan masalah ini. Di hati nya ,ingin melihat kondisi Rosse yang tengah mengandung anaknya.
"Semoga mereka baik-baik saja...!" batin nya.
Mereka sampai pada alamat yang dikirimkan oleh anak buah Rico. Tak sabar,Sebastian langsung menuju titik jatuhnya Rosse . Di tepian jalan,terlihat tanah dan rumput yang rebah karena pijakan. Sebastian semakin bersedih,karena itu jejak yang yang tertinggal setelah istrinya terjatuh.
__ADS_1
Sebastian mencoba untuk turun kebawah,Rico dengan cepat menahan tubuh Sebastian.
"Tuan,ada baik nya kita panggil bantuan..!" ucap Rico.
Sebastian pun berhenti dari aksi nekatnya.Rico memerintahkan anak buahnya untuk membawa beberapa orang membantu mencari tubuh Rosse.
Tidak lama,terlihat dua mobil datang ditempat Sebastian dan Rico menunggu.
Anak buah Rico memasangkan tali ke pagar pembatas jalan. Mereka mulai turun satu persatu.
Tak ingin melewatkan kemungkinan,Sebastian pun ikut turun. Walau Rico sudah melarangnya.
Lama mencari,tapi mereka tidak menemukan apa pun.Sebastian semakin putus asa.Dia memerintahkan orang-orang untuk mencari ketepi sungai.
Semua mencari ketepi sungai,mereka menyusuri sepanjang sungai. Tapi tidak menemukan bukti atau tanda-tanda lainnya.
Hari telah malam,semua orang mulai kelelahan. Sebastian pun juga. Dan pada akhirnya pencarian di hentikan.
Sebastian memilih pulang kerumah dengan wajah yang kusut,tidak seperti Sebastian yang sebelumnya. Selalu terlihat tampan dan bergaya.
Sebastian masih merasa bingung. Andai Oma bertanya dimana Rosse. Apa yang akan dia jawab.
Oma begitu menyayangi nya seperti dia menyayangi Sebastian.
Dirumah,ketika Sebastian akan melangkah menuju tangga. "Sebastian...!" panggil Oma.
Langkah nya seketika berhenti,dan memandang ke arah Oma. "Ya Oma. !" jawab Sebastian.
"Mana Rosse,bukan kah tadi kamu menyusulnya kerumah sakit?" tanya Oma.
Sebastian masih mencari-cari jawaban yang tepat,agar Oma tidak curiga."Katanya,dia ingin berjalan-jalan bersama Sonya Oma...! " jelas Sebastian.
__ADS_1
Oma merasa heran dengan jawaban Sebastian. Rosse bukan lah orang yang suka berada diluar terlalu lama. Tapi Oma tetap percaya,karena Sebastian yang berkata.