BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 27.


__ADS_3

Semenjak ada nya rumah kecil, Rosse lebih banyak menghabiskan waktu nya disana. Selain membuat racikan parfum sendiri, dia juga membuat pengharum untuk kamar nya. Dibeberapa sudut rumah, akan tercium aroma wangi yang dihasilkan oleh Rosse sendiri . Pak Seno begitu mengagumi kepandaian Rosse, ditengah kekurangannya. Rosse terus berkreasi dengan kepandaiannya.


Hari-hari dia lalui dengan kesibukan. Sebastian semakin terbiasa dengan kehadiran Rosse dirumah itu.


"Derrrttt... deerrttt... deerrttt, " Suara telepon Sebastian berdering. Dia usap ponsel nya dan mendekatkan ponsel nya ke telinganya.


"Hari ini oma akan pulang,mungkin siang nanti baru sampai, " suara oma ingin segera kembali kerumah.


" Oma sudah dibolehkan dokter pulang? " Tanya Cucu nya.


" Tentu semua atas ijin dokter. Apa kamu tidak merindukan orang tua ini? " Tanya oma nya bercanda.


" Tentu aku rindu dengan oma. Oma nanti saya jeput dengan pesawat saja ya? "


"Tidak usah, oma naik pesawat sewa saja."


" Apa Oma bisa jamin , bahwa semua akan baik-baik saja? Tanya Sebastian.


" Semua akan baik-baik saja." Jawab Oma.


"Baik lah Oma kalau bersikeras seperti. Sebastian ada urusan disini. Nanti kalau Oma sudah sampai. Jangan lupa hubungi Tian. " menyudahi telepon.


" Baiklah," Oma pun menutup telepon nya.


Sebastian pun segera berangkat ke kantor. Dia sedikit gusar melepaskan neneknya untuk menaiki pesawat sewa. Bagi orang seperti Sebastian, apa yang tidak dia miliki.Hanya dia tidak memiliki kekasih apa lagi istri. Bagi nya sebuah hubungan itu harus di jaga dengan baik. Buka hanya sesat saja. Dan sampai saat ini. Dia tidak menemukan sosok wanita yang dia sukai. gampang ya Allah nggak jelas Deni masuk keluar


Dia terlalu sibuk dengan pekerjaan, dan tidak terlalu menyukak dunia malam. Sebastian buka orang yang mudah untuk bergaul. Setiap orang dekat dengan nya, hanya karena hartanya. Dan seumur hidup nya hanya memiliki seorang kekasih. Dan hubungan mereka berakhir sudah lama. Semenjak pacarnya lebih memilih pria lain. Dia tidak sanggup menghadapi sifat dingin Sebastian . Dan tidak romantis.


Oma sudah tiba di bandara. Supir yang diperintahkan sudah menunggu disana. Tak lama, Oma sudah terlihat. Dia menaiki kursi roda yang didorong oleh asisten nya yang setia.


Supir menghampiri mereka, dan membawa barang milikku mereka masuk kedalam mobil. Diperjalanan pulang, Oma sangat merindukan cucu satu-satu nya. Walau sudah dewasa, bagi Oma Sebastian adalah tetap cucu kecilnya.


Mereka telah sampai didepan rumah, Oma keluar dengan hati-hati. Dia masih bisa berjalan, kursi roda hanya penolong saat oma merasa lelah. Dia berjalan menuju masuk, di halaman samping dia melihat beberapa tanaman yang sepertinya tidak pernah dia lihat tumbuh disana.


Pak Seno yang sedari tadi sudah berada didepan menyambut kedatangan nyonya besar. Melihat ke arah yang di tuju Oma.


"Pak Seno, siapa yang menanam bunga itu, " Oma sambil menunjuk.


"Ohhh... yang itu nona Rosse yang menanam nya nyonya, " ucap Pak Seno.


Oma merasa asing dengan nama itu "Siapa Rosse?" tanya nya.


Pak Seno merasa bingung untuk menjelaskannya "Dia... adalah..... nona yang dibawa oleh tuan , nyonya! "

__ADS_1


"Kenapa tidak ada yang memberitahu saya, bahwa tuan membawa perempuan kerumah ini, " Oma terlihat serius dan melangkah masuk.


Beberapa langkah, Oma mencium aroma harum. Dia begitu tenang dengan wanginya. Terus melangkah masuk, ketika melewati pintu kamar Rosse. Dia semakin merasakan wanginya. Pak Seno yang berjalan di belakang hanya terdiam.


"Pak Seno, " Panggil si Oma.


Pak Seno pun mendekat. "Siapa yang menunggu kamar ini?" tanya si Oma.


"Itu kamar nona Rosse nyonya, " jelasnya.


Oma pun berjalan kembali, menahan rasa penasaran nya. " Tunggu saja giliran mu,"gumam nya.


Oma duduk di ranjang menyandarkan tubuhnya dikepala ranjang. " Oma minum obat sekarang?"Tanya asisten Oma.


"Baiklah, " jawab oma


Asistennya pun mengambil kan air dan beberapa obat yang wajib di konsumsi oleh Oma. Untuk meringankan penyakitnya.


Oma menelan obat itu satu persatu. Ketika asistennya akan keluar, Oma melambaikan tangan nya memanggil. Asistennya mendekat "Ada apa Oma? " Tanya nya .


" Kamu panggil yang namanya Rosse, dikamar tamu, "Pinta Oma.


" Baik Oma, " Asistennya pun keluar berjalan mendekati pintu.


"Siapa? " Tanya Rosse heran.


" Saya asisten Oma. Beliau ingin bertemu dengan nona."


Rosse terdiam dan berfikir "Oma.. siapa dia? "


"Apa mungkin itu neneknya tuan Sebastian? " Rosse pun bangkit dari duduk nya berjalan ke pintu. " Maaf lama membuka, " Ucap Rosse. Asisten Oma terkejut melihat Rosse. "Apakah nona ini yang bernama Rosse?" Tanya Asisten.


" Ya, saya sendiri. "


" Oma ingin bertemu, anda tidak keberatan? " tanyanya.


" Baik lah, " ucap Rosse.


"Mari saya antarkan, " Asisten mempersilahkan.


" Sebentar saya mengambil tongkat dulu," Ucap Rosse.


Setelah mengambil tongkat nya. Rosse berjalan di iringi asisten Oma. Dia begitu menjaga setiap langkah, takut kalau Rosse menabrak sesuatu.

__ADS_1


"tok... tok... tok..! " Ketukan pintu. " Oma , saya sudah membawa Rosse kesini, "Suara asisten dari luar.


" Masuk lah, "Jawab Oma.


Mereka pun masuk. Rosse berjalan perlahan dan masuk kedalam. Oma memandang ke arah pintu. Alangkah terkejutnya Oma dengan yang dia lihat .Hampir tidak percaya dengan yang dia lihat. Seorang gadis cantik, tapi tidak bisa melihat.


" Duduk lah," ucap Oma.


Asisten Oma menuntun Rosse untuk duduk di sofa yang tak jauh dari tempat tidur.


" Sebetulnya nak Rosse ini siapa nya Sebastian?"Tanya Oma.


" Maaf Oma, saya hanya orang yang di bawa oleh tuan kesini. Kami tidak memiliki hubungan apa pun," Jawab Rosse lembut.


Nenek seakan tersihir dengan suara Rosse yang begitu lemah lembut. Bukan nya marah, Oma merasa kagum dengan Rosse " Kamu kenal Sebastian sudah lama? " tanya Oma.


"Kami hanya kenal beberapa bulan, semenjak dia saya selamat kan waktu itu, " Jawan Rosse.


Oma merasa bingung, apa yang terjadi dengan cucu nya " Apa sebenarnya yang terjadi? " Tanya Oma.


" Maaf Oma, saya tidak bisa jelaskan. Waktu itu tuan sudah dalam keadaan sekarat ketika sampai didepan rumah saya , "Jelas Rosse.


" Cucu ku in, tidak pernah cerita masalah apa pun yang menyangkut dirinya, "Nenek menggerutu.


Rosse tersenyum " Apa ada hal lain yang ingin Oma tanyakan? " tanya Rosse.


" Untuk saat ini , sudah cukup. Nanti saya akan tanya dengan Tian sendiru." balas nenek.


"Apa sekarang saya bisa pergi nek? " Tanya Rosse.


"Baiklah..." ucap Oma "Susan..!" Panggil Oma.


Asisten Oma pun datang "Ya Oma, " Jawab Asisten nya.


"Tolong antarkan nona Rosse ke kamar nya...! " pinta Oma.


" Mari nona saya antarkan..! Ajak Susan.


"Saya permisi dulu Oma, " Rosse pamit.


Oma membalas dengan anggukan. Asisten oma me nuntun Rosse berjalan sehingga ke depan pintu kamar " Trima kasih mbak, " ucap Rosse.


"Sama-sama, " Balas Susan dan pergi meninggalkan Rosse.

__ADS_1


__ADS_2