BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 07.


__ADS_3

Sebastian melihat foto seorang wanita muda "Wanitanya Roberto," Isi pesan dari Rico.


Sebastian tersenyum sinis "Ternyata kamu ada sesuatu yang sangat berharga. Lihat saja permainan ku nanti," Sebastian berbicara memandangi foto tersebut.


"Bagus. Turuti kemana wanita itu pergi pastikan memberitahu saya,"Sebastian mengirim pesan pada Rico.


Rico membaca pesannya dan membalas "Baik tuan," balas Rico.


Wanita tersebut menuju sebuah mobil yang terparkir dibahu jalan. Rico yang tak jauh dari jarak wanita tersebut hanya melihat kemana wanita itu pergi.


Rico membuntuti mobil wanita itu dengan jarak yang agak tak begitu dekat. Takut memancing kecurigaan wanita tersebut. Setelah beberapa menit mengikuti,akhirnya wanita itu berhenti disebuah butik. Wanita tersebut keluar dari mobil berjalan kedalam butik.


Rico kembali mengambil foto dan mengirimkan kepada Sebastian. Wanita tersebut nampak memilih2 dan mencoba beberapa baju. Setelah mendapat beberapa baju yang dia inginkan. akhirnya dia berjalan meninggalkan butik tersebut.


Rico kembali menuruti mobil wanita tersebut. Sekarang wanita tersebut berhenti disebuah cafe. Wanita itu pun masuk kedalam. Disana dia bertemu dengan seorang pria muda yang terlihat gagah dan tinggi. Wanita tersebut menghampiri dan pria itu mencium wanita tersebut. Dia duduk disampaing pria itu. Dia terlihat akrab dan sedikit bermanja2. Rico kembali mengambil beberapa foto saat mereka terlihat dekat.


"Derrt..derrtt..derrtt," Getaran ponsel Sebastian.


Dia melihat isi pesannya " Ini semakin menarik," Sebastian bicara sendiri.


"Cari tahu,dimana wanita itu sering kumpul. Dan apa pekerjaannya?" Sebastian mengirim pesan pada Rico.


Rico menghela nafas " Mungkin kali ini,kerja ku masih panjang," Ungkapnya.


Dua anak buah Rico hanya mendengar tanpa merespon. Rico terus melakukan tugasnya. Setelah perjumpaan wanita tersebut dengan pria asing itu . Dia kembali kerumah sebelumnya. Rico terus mengikuti. Saat jam tujuh malam,wanita tersebut kembali keluar dari rumah. Dia kembali mengemudi mobilnya. Rico kembali mengikuti dari belakang. Wanita tersebut sekarang berhenti disebuah club. Yang masuk kesana adalah orang-orang berduit dari kalangan atas.


Wanita tersebut langsung masuk melewati dua orang penjaga. Rico dan anak buahnya keluar dari mobil ingin masuk kedalam club.


Saat berada didepan penjaga,dia dan dua anak buahnya ditahan oleh penjaga "Maaf,bisa tunjukkan tanda pengenalnya?" Tanya Penjaga.


Rico menunjukkan tanda pengenalnya . Melihat gaya Rico yang seperti kaum elit. Mereka mempersilahkan Rico dan anak buahnya masuk.


Rico memilih duduk disebuah sofa di sudut. Rico memesan beberapa minuman alkohol ringan. Terlihat beberapa wanita menghampiri mereka. Dan duduk disebelah Rico dan disebelah anak buahnya. Bagi Rico pemandangan seperti ini bukan hal yang biasa. Para wanita itu mengelus dan menempelkan tubuh mereka ke tubuh Rico. Dia merasa geli dan sedikit menolak para gadis itu. Setelah mereka berbicara beberapa patah kata. Akhirnya Rico memberanikan diri bertanya pada wanita2 itu.

__ADS_1


"Maaf nona,apa kamu mengenal wanita ini?" Tanya Rico sambil memperlihatkan foto wanita diponselnya.


"Ini Viola,dia bekerja disini. Dan biasa melayani para tamu pilihan," Jawab Wanita disebelahnya.


"Bagaimana cara memanggil dia?" Tanya Rico lagi dengan sedikit menyentuh paha wanita tersebut. .


Si wanita tak langsung menjawab. Dia hanya menggerakkan dua jarinya,telunjuk dan jempol.


Sekali melihat Rico langsung faham. Bahwa siapa yang berduit maka mereka bisa memboking wanita tersebut.


"Apakah dia sudah menikah,maksud saya mempunyai pacar?" Tanya Rico kembali.


"Dia tidak mempunyai pacar,tapi beberapa hari yang lalu. Dia tidak terlihat ada disini,saya dengar dia menjadi simpanan seorang pengusaha. Dan bahkan dibelikan sebuah rumah," Penjelasan wanita tersebut.


Rico tersenyum mendengar perkataan wanita itu. Setelah merasan cukup dengan informasi yang dia dapat. Rico dan anak buahnya bergegas pergi dan meninggalkan beberapa lembar uang sebagai tip buat wanita tersebut.


Mereka meninggalkan club tersebut. Malam itu juga ,Rico pergi kerumah Sebastian. Rico terus memacu mobilnya. Agar dia segera menyelesaikan misi dari tuannya.


"Baiklah,kamu segera kesini," Perintah Sebastian menutup teleponnya.


Rico dengan semangat terus melaju. Perjalanan yang harusnya memakan waktu 1 jam. Ditempuhnya hanya 30 menit.


Sampailah dia dikediaman Sebastian. Rico segera masuk kedalam rumah. Dia menuju ruang kerja Sebastian.


"Bagaimana ,apakah semua sudah beres?" tanya Sebastian.


"Saya sudah mendapatkan semua yang tuan inginkan," Lapor Rico.


"Bagus," Sebastian puas.


"Namanya Viola,dia biasa melayani tamu2 VIP di club X," Jelas Rico.


"Hubungannya dengan Roberto?" Tanya Sebastian.

__ADS_1


"Dia hanya simpanan saja. Saat Roberto tidak bersamanya,maka wanita ini akan kembali untuk bekerja. Dan Roberto membelikan dia sebuah rumah. Seperti yang ada di foto," Penjelasan panjang dari Rico.


"Baiklah, saya puas dengan kerjamu. Kamu pergi lah istirahat," ucap Sebastian.


Rico pun undur diri. Dia kembali kedalam mobil dan memecah keheningan jalan yang semakin sepi.


Waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Sebastian sudah mulai merasakan kantuk. Dia membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Hanya hitungan detik,mata sudah terpejam.


Rico yang sudah sampai dikediamannya,memilih untuk menikmati makan malamnya yang tertunda. Karena pekerjaan dari atasannya. Membuat Rico tak memiliki waktu untuk makan malam.Sebelum menuju apartemennya,dia menyempatkan diri membeli fast food. Begitu sampai dirumah dia langsung melahapnya. Seketika perutnya yang keroncongan menjadi hening.


Setelah makan,Rico membersihkan dirinya. Merasa lelah karena aktifitas yang panjang. Rico memilih untuk tidur. Segera matanya merapat. Dan terlena dalam tidurnya.


Pagi menjelang,jam weker di ponsel berdering. Tapi tidak membuat Rico serta merta terbangun. Tidur telat membuat Rico belum cukup tenaga untuk membuka mata. Deringan jam weker terasa ribut ditelinga Rico. Dan pada akhirnya dia menyerah. Jam di ponsel dia tutup. Dengan segenap tenaga dia bangun menuju kamar mandi. Di apartemen itu,Rico tinggal sendiri. Rumah itu adalah pemberian Sebastian,agar Rico tidak jauh dari pekerjaannya.


Rico adalah seorang teman bagi Sebastian,tapi tidak menghilangkan norma2 dalam pekerjaannya. Rico adalah seorang petarung, sebelum mengenal Sebastian.


Pekerjaan membunuh bukan hal kecil baginya. Sudah menjadi kebiasaan didunia bisnis gelap. Sebastian sebagai pebisnis sukses. Dia juga memiliki bisnis ilegal lainnya.


Tapi semua itu disusun dengan sangat rapi,agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.


Rico sudah terlihat rapi. Dia berjalan keluar dari apartemen dan berjalan menuju lift.


Setelah di bawah dia bergegas menuju mobil. Dia melaju menuju kediaman Sebastian .


Saat sampai,Rico tidak melihat sosok tuannya "Pak,tuan Sebastian mana?" Tanya Rico pada pelayan dirumah.


"Tuan belum bangun," Jawab pelayan.


Rico pun meninggalkan ruang tamu. Dia pergi kedapur untuk membuat secangkir minuman. Dia belum sempat untuk sarapan. Dimeja dapur ada roti dan beberapa buah. Rico memakan sekeping roti dan sebuah apel. Rico sudah merasa perutnya cukup berisi.


Menunggu sudah hampir setengah jam,tapi Sebastian tak kunjung turun.


Rico jadi bingung "Apa saya panggil saja kedalam kamarnya?" Tanyanya pada diri sendiri.

__ADS_1


__ADS_2