
Rico mencoba berjalan mendatangi kamar Sebastian. Setelah di depan kamar "Tok.. tok.. tok," Rico mengetuk pintu kamar Sebastian. Tapi tidak ada jawaban dari dalam.
Rico masih ragu untuk mengetuk kedua kalinya, tapi tetap memberanikan diri "Tok.. tok.. tok, " Ketuknya lagi.
"Eeemmmm, " Sebuah suara dari dalam kamar.
"Tuan sudah telat untuk berangkat. Apa tuan tidak ke kantor hari ini? " Tanya Rico.
"Baiklah, kamu tunggu sebentar, " Perintah Sebastian.
"Baiklah, " Jawab Rico dan pergi meninggalkan kamar Sebastian. Dia menunggu didalam mobil.
Sebastian bangkit dari tempat tidurnya. Dia melakukan beberapa peregangan pada tubuhnya kemudian masuk ke kamar mandi. Dia mengguyur tubuh nya dengan air hangat. Setelah beberapa menit dikamar mandi, dia pun keluar. Sebastian menuju lemari dan memilih baju yang pas untuknya. Tidak seperti biasanya dengan jas dan dasi yang lengkap. Hari ini Sebastian memakai kemeja tanpa jas. Dia segera keluar dan menuju meja makan.
Melihat majikan mereka sudah turun. Para pelayan dirumah itu segera menyiapkan makanan dan mengisi meja. Mereka sengaja menunggu majikannya turun. Sebastian tidak suka dengan makanan yang sudah dingin.
Para pelayan dirumah itu , tidak ada yang berani berbicara dengan Sebastian. Hanya pembantu senior dan bahkan menjadi asisten dirumah itu yang berani berbicara dengan Sebastian.
Sebastian sudah selesai dengan makannya. Dia meninggalkan meja makan dan langsung menuju ke mobil. Rico yang melihat kedatangan tuannya, segera membuka pintu. Sebastian masuk kedalam mobil dan kembali Rico menutupkan pintunya.
Rico segera masuk kedalam mobil dan menghidupkan nya . Sambil melihat ke spion depan 'Tuan hari ini tidak kekantor" Tanyanya.
"Kita kekantor, " Jawab Sebastian.
Rico hanya mengangguk. Dia terus melajukan mobilnya. Dengan kecepatan dan ketepatan yang dimiliki Rico. Mereka akhirnya sampai dengan cepat di perusahaan.
Rico dengan cepat keluar dari mobil dan membuka pintu untuk tuannya.
Sebastian segera keluar dan menuju ka ruangan nya. Rico pun tak luput selalu jadi barang bagi Sebastian.
Sebastian terlihat serius dengan beberapa berkas. Membaca dan menandatangani berkas yang sudah dia tandai.
Rico yang tidak memiliki banyak hal untuk dilakukan. Selalu berada disamping Sebastian. Rico selalu mendapatkan pekerjaan yang sedikit lebih rumit dan bahkan beresiko.
Karena dunia Sebastian tidak semudah yang terlihat.
Sebastian memiliki sebuah geng mafia. Dia yang mendanai mereka. Tapi Sebastian lebih memilih untuk tak terlibat langsung. Dan Rico lah yang menjadi perantara nya.
__ADS_1
Pagi sudah berlalu. Sekarang waktu sudah menunjukkan jam 5 sore. Malam ini Sebastian berencana pergi ke club tempat wanita simpanan Roberto bekerja. Dia sudah tak sabar melihat reaksi paman nya itu.
"Rico, ayo kita pulang sekarang, " Ajak Sebastian.
"Baik tuan," Jawab Rico.
Mereka pun segera bergegas meninggalkan kantor.
Sebastian telah sampai dirumah. Dia segera bersih2 diri.
Setelah selesai, dia segera turun dengan penampilan yang menawan. Pastinya mata para kaum hawa akan sangat terpesona dengan apa yang ada pada Sebastian.
Bukan hanya tampan dan rupawan. Sebastian juga terkenal dikalangan para konglomerat dan wanita. Banyak orang mengenal dia. Tapi tidak ada yang tahu seperti apa kepribadiannya. Karena Sebastian begitu tertutup dengan hal pribadinya.
Sebastian keluar dari kamar. Rico yang juga terlihat rapi dan rambut yang klimis dengan pomednya, sedang menunggu diruang tamu.
Sebastian menghampiri "Kita pergi sekarang, " Ajak tuanya.
Rico hanya menurut saja.
"Kita ke club sekarang, " Ajak Sebastian.
Setelah sampai disana. Sebastian berjalan dengan gagahnya. Seluruh mata para wanita penikmat dunia malam melirik ke arah Sebastian. Ada yang bahkan tidak percaya, seorang Sebastian berada disana. Dan beberapa diantaranya berfikiran liar.
Sebastian menuju sebuah ruangan dengan pintu kayu berukir berwarna coklat. Itu adalah ruangan bagi tamu VIP. Sebastian duduk disofa dan disebelah nya ada Rico yang menemani.
Seorang wanita paruh baya yang bertugas sebagai mucikari masuk menghampiri Sebastian "Selamat datang tuan Sebastian. Kehormatan bagi saya, anda berkunjung kesini, " Ucap Mucikari dengan senyuman yang lebar.
"Saya ingin seseorang yang bisa menemani saya, " Ucap Sebastian.
Mucikari tersenyum " Saya faham yang tuan mau," Tutur Mucikari sambil meneruskan tangannya dua kali.
Beberapa wanita masuk kedalam ruanga. Tapi diantara mereka tidak ada wanita yang ingin dijumpai "Apakah kamu memiliki seorang wanita yang bernama Viola?" Tanya Rico.
Mucikari terdiam sejenak "Ada seorang yang bernama Viola, tapi saat ini dia sedang bersama seseorang," Jawab Mucikari sedikit ragu.
"Apakah orang itu begitu penting, sampai saya tidak bisa menemuinya? " Sebastian dengan nada sedikit mengancam.
__ADS_1
Mucikari tersenyum kecut, dia memerintahkan seseorang untuk memanggil Viola.
Viola yang berada ruangan sebelah di hampiri oleh seseorang "Dipanggil sama mami diruang sebelah, " Ucapnya.
Viola merasa bingung " Kenapa mami memanggil saya, disaat saya lagi bersama tamu VIP? " Bertanya pada diri sendiri.
Dengan berat hati Viola permisi pada tamunya "Maaf tuan, saya ada urusan mendadak. Saya permisi dulu," Ucap Viola.
Tamunya terlihat marah "Kamu ini bagaimana, saya sudah bayar mahal untuk mem booking mu. Sekarang kamu meninggalkan saya. Apa-apa ini? " Tamunya terlihat marah.
Mucikari sudah menunggu dari tadi. Tapi Viola tidak kunjung datang. Dia berinisiatif mendatangi keruang sebelah.
Dan ternyata tangan Viola ditahan oleh tamunya.
Sang mami yang merasa serba salah menghampiri mereka "Maat tuan, Viola ada sedikit masalah. Dia harus ikut saya sebentar. Saya bisa gantikan dia dengan wanita yang lain kalau tuan berkenan, " Rayu Sangat Mami.
Si pria tersebut melepaskan tangan Viola dengan sedikit kasar "Sebagai pengganti nya, saya mau dua wanita sebagai ganti rugi, " Pintar Pria tersebut.
"Baiklah, saya akan membawa dua wanita sebagai pengganti nya, " Jawab Mucikari.
Viola pun akhirnya pergi bersama sangat mami menuju keruangan Sebastian.
Viola begitu penasaran dengan sosok tamu yang berada diruang sebelah. Sampai maminya seperti takut untuk menolak permintaannya.
Viola dan Mami sudah sampai masanya, Viola berjalan dengan anggun dan menggoda. Setelah melihat sosok yang ada didepannya. Dia terdiam dan sikit gugup. Karena yang didepan nya adalah Sebastian. Laki2 yang banyak didambakan para kaum hawa dan berkhayal dijadikan istri olehnya. Viola menghampiri Sebastian, dengan pandangan tak percaya.
"Viola, kamu temani tuan Sebastian. Kalau tuan membutuhkan sesuatu jangan lupa panggil saja saya, " Ujar Mucikari.
Dia pun berlalu pergi. Saat didalam ruang, Viola sedikit canggung dengan Sebastian. Tidak seperti tamu yang lainnya. Kali ini bukan orang sembarangan.
Tapi bagi Viola pekerjaan seperti ini sudah kebiasaan. Sedikit demi sedikit tubuh Viola dia sandarkan di samping bahu Sebastian.
Sebastian tidak begitu menyukai keadaan saat ini. Karena rencana yang dia jalankan. Harus berperan semaksimal mungkin.
Jari Viola sudah mulai memegang dada Sebastian. Tapi dengan halus Sebastian, memegang tangan Viola. Agar tidak menggerayang semakin jauh.
Rico yang hanya melihat, merasa risih dengan wanita itu.
__ADS_1
Selama Rico ikut bekerja dengan Sebastian, tidak sedikitpun Sebastian pernah terlibat dalam dunia malam seperti ini. Karena Sebastian belum pernah memiliki pacar atau istri.