
Matahari sudah berada di ufuk timur. Sebastian terbangun karena cahaya matahari masuk kedalam kamar hotel. Cahaya nya begitu menyilaukan mata ,perlahan Sebastian membuka matanya. Dia merasa kan kepala nya pusing dan bau alkohol tubuhnya sangat menyengat.
Dia bangun dari tidur nya,mencari arah kamar mandi. Setelah menemukan nya,Sebastian membersihkan tubuhnya.
Selesai mandi,dia menyadari bahwa dia tidak memiliki pakaian ganti. Dia meraih sebuah handuk yang telah disediakan oleh pihak hotel.Berjalan keluar dari kamar mandi. Di tempat tidur,dia melihat sepasang baju kemeja dan celana.
Rico sudah bangun lebih dulu dan keluar dari hotel. Dia mencari pakaian untuk Sebastian.
Pakaian itu begitu pas di kenakan Sebastian. Setelah selesai,mereka keluar dari kamar untuk mencari sarapan.
Dibawah hotel tersebut ada sebuah restoran. Sebastian memesan minuman untuk menghilangkan rasa pusingnya dan sebuah pancake yang disiram madu. Rico hanya memesan secangkir kopi hitam sebagai salah satu minuman favoritnya.
Setelah sarapan,mereka kembali ke kamar hotel. Disana mereka menyusun sebuah rencana. Mereka ingin kembali melakukan pencarian Rosse.
Sebastian meminta beberapa anak buah nya untuk datang kenegara Y.
__ADS_1
Siang itu mereka kembali menemui Joe,membahas tentang rencana kedepan nya. Joe meminta kepada anak buah nya untuk masuk ke beberapa pusat kamera keamanan. Dari mulai bandara sampai kamera di jalan. Satu persatu,kamera itu mereka periksa. Dimulai dari hari ketibaan Roberto.
Setelah seharian memeriksa setiap kamera keamanan. Ada satu orang yang mengenakan kaca mata hitam,terlihat jelas itu adalah Roberto. Mereka terus memantau pergerakan nya. Sehingga memperkirakan Roberto mengarah kemana.
Kamera dijalan juga tak ketinggalan,kembali di periksa. Mereka mencari tahu arah taksi yang dinaiki oleh Roberto.
Dan akhirnya,mereka mengetahui. Roberto tinggal sedikit jauh dari kota. Ditempat itu,Roberto memiliki kenalan lain . Dia tinggal dirumah temannya.
Sebastian yang sudah tidak sabar,ingin segera kesana. Ketika akan melangkah,Joe manahan nya.
"Kalau kamu ingin pergi bukan sekarang. Tunggu pagi saja..!" pinta Joe.
Dia memerintahkan pada pelayan untuk membersihkan kamar tamu.
Saat malam,Sebastian tidak sepejam pun menidurkan mata. Dia terus kefikiran nasib istrinya yang tidak diketahui.Sementara Rico sudah terlelap di sofa . Ketika jam tiga pagi,Sebastian pun tak bisa lagi melawan rasa kantuk nya. Dia pun tertidur.
__ADS_1
Saat jam enam,Joe lebih dulu bangun. Dimeja makan sudah tersedia beberapa macam sarapan. Dia berjalan menuju kamar Sebastian dan Rico.
"Tok...tok...tok...!" suara ketukan pintu.
Rico tersentak dan bangkit dari tempat tidurnya . Dia berjalan kedepan pintu dan membuka nya "Ayo kita sarapan. Pagi ini kita harus berangkat..!" pinta Joe.
Rico kembali menutup pintu,dia membangunkan Sebastian yang terlihat pulas "Tuan...tuan Sebastian..!" Rico membangunkan,
Sebastian membuka matanya separuh,masih terlihat ada rasa mengantuk "Heemmm...!" gumam Sebastian.
"Tuan Joe meminta kita agar segera bersiap-siap. Kita berangkat sekarang.!" ucap Rico.
Sebastian pun bangkit dari tempat tidurnya. Dia segera mandi dan kembali mengenakan pakaian sebelumnya. Rico juga sudah bersiap-siap
Mereka segera menuju untuk sarapan. Disana Joe sudah menunggu mereka "Mari kita sarapan dulu,sebelum pergi..!" minta Joe.
__ADS_1
Sebastian dan Rico pun duduk menikmati sarapan nya. Setelah selesai sarapan,Joe pun bersiap-siap untuk berangkat.
Joe meminta anak buahnya agar mengikuti mereka dari belakang. Joe,Sebastian dan Rico menaiki mobil yang sama didepan.