BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 108.


__ADS_3

Edrik tak ingin terbawa masalah lebih dalam. Berhadapan dengan Sebastian bukan lah hal mudah . Dia sanggup melakukan apa saja demi milik nya agar tidak di ambil orang.


Dengan rasa bersalah,Edrik menjelaskan semua secara terperinci. Dimulai di hari dimana Rosse di culik dan melarikan diri dari dalam mobil. Terjatuh ke tepi tebing dan di selamatkan oleh Edrik. Ketika sadar,Rosse mengalami hilang ingatan. Dan selama perawatan dirumah sakit. Saya baru tahu kalau dia lagi hamil.


"Matanya,sejak kapan bisa melihat..?" tanya Sebastian.


"Itu hampir dua tahun ini. " jawab Edrik tertunduk.


Sebastian menahan rasa emosi yang bercampur dengan rasa sedih. Mengingat kondisi Rosse sewaktu di culik dan jatuh ketepi tebing.


Perlahan Sebastian melonggarkan pegangan tangan nya pada Edrik."Aku minta maaf,karena tidak memberi tahu mu kebenaran nya. " Edrik merasa bersalah


"Kenapa sekarang kamu minta maaf. Setelah beberapa tahun. Anak-anak itu,anak siapa..?" tanya Sebastian.


"Itu anakmu,mereka kembar laki-laki dan perempuan..!" jelas Edrik.


Mendengar ucapan Edrik,Sebastian tak bisa lagi menahan kesedihan nya. Air matanya menetes di pipi. Ingin rasanya dia menghajar Edrik habis-habisan. Tapi dia tahan,karena Edrik masih saudaranya. Mengingat kondisi nya sekarang ini dalam keadaan kurang baik. "Kamu...!" tunjukkan Sebastian pada Edrik "Jelaskan semua pada Jasmin. Cerita kan semua nya jangan sampai ada yang tertinggal." pinta Sebastian.

__ADS_1


"Baiklah,saya akan jelaskan dengan dia. Dan kuharap kamu jangan lakukan apa pun pada ku..!" pinta Edrik.


Sebastian melotot seram ke arah Edrik "Sekarang,kamu minta saya untuk tidak melakukan apa pun. Sewaktu dulu kenapa kamu tidak ingat menyelesaikan nya. Karena kamu memang sudah berniat ingin menguasai Rosse...!" bentak Sebastian.


Edrik semakin tertunduk lemas.Dia merasa bersalah ,karena dari awal memang ingin memiliki Rosse. Tapi Rosse tidak pernah menerima hati nya.


"Sekarang kamu pergi lah. Jangan sampai saya hilang kesabaran..!" bentak Sebastian.


Edrik dengan rasa takut berjalan keluar. Tubuh terasa tidak bertulang. Dia menyesali apa yang telah dia buat. "Andai saja aku tidak melakukan nya.?" batin nya .


Di mobil,Edrik mengambil ponsel nya dan berusaha menghubungi Jasmin. Tiga kali mencoba,tapi Jasmin tidak mengangkatnya. Edrik kembali mencoba. Kali ini Jasmin menjawabnya "Ada apa..?" tanya Jasmin.


"Aku ingin bertemu,ada sesuatu yang ingin aku sampaikan..!" ucap Edrik.


Jasmin merasa aneh dengan ucapan Edrik "Selama ini Edrik tidak pernah cerita hal yang serius." batin nya.


"Baiklah,kita jumpa dimana..?" tanya Jasmin.

__ADS_1


"Kita berjumpa di toko mu saja..! " jawab Edrik.


"Baiklah,saya berada di toko saat ini. Kamu datang sekarang?" tanya Jasmin


"Iya,segera saya kesana..!" ucap Edrik dan menutup telepon nya.


Jasmin masih merasa tanda tanya dengan maksud Edrik.


Tak lama,Edrik pun sampai didepan toko. Dia masuk kedalam dengan wajah yang terlihat serius. "Apa yang ingin kamu bicarakan..?" tanya Jasmin.


"Tapi kamu harus janji,setelah mendengar penjelasan ku. Kamu jangan membenci ku..!" pinta Edrik.


"Apaan sih,belum cerita tapi sudah serius..!" canda Jasmin.


"Jasmin....!" panggil Edrik.


Jasmin memandang serius .

__ADS_1


__ADS_2