
Mereka menuju kesebuah kapal yang telah disiapkan oleh Sebastian sebelumnya. Dilengkapi kamar dan sebuah kolam kecil.Disana sudah ada seorang juru masak yang handal. Sebastian meminta koki tersebut membuat berbagai macam makanan yang lezat untuk kesempurnaan kencan mereka.
Di iringi alunan musik nan indah,Sebastian mengajak Rosse untuk berdansa bersama. Karena Rosse tidak memiliki pengalaman berdansa,mereka hanya menari sekedar saja.
Rosse tidak begitu menikmati kencan yang sudah disiapkan Sebastian tersebut. Setiap menyangkut tentang Sebastian,Rosse merasa tidak ingin membahasnya . Dia sendiri tidak mengerti dengan dirinya,kenapa bisa seperti itu.
Rosse lebih menikmati angin laut yang bertiup kencang. Kapal yang melaju memercikkan air yang ditiup oleh angin . Wajah Rosse terasa basah,karena dia begitu dekat dengan haluan. Tapi itu membuat Rosse merasa senang.Dalam hati tetap berterima kasih pada Sebastian yang mau membawanya berjalan-jalan.
Hari sudah malam,Sebastian bermaksud malam ini mereka akan menghabiskan waktu didalam kapal.
Jam sudah menunjukkan angka 21.15 malam. Rosse masih belum tidur. Malam ini,tidak ada tempat lain untuk Sebastian tidur terpisah.Karena hanya ada satu ranjang san sofa kecil. Sudah pasti sofa itu tidak bisa menampung tubuh Sebastian yang melebihi panjang sofa.
"Apa kamu ingin tidur?" tanya Sebastian.
"Ya," jawab Rosse singkat.
"Mungkin malam ini,kita akan tidur di tempat yang sama. Karena tidak ada tempat lain." ucap Sebastian.
__ADS_1
Mendengar ucapan suaminya,Rosse mulai merasa gelisah. Tapi dia sembunyikan perasaannya itu. Dengan tenang dia berbaring dan menarik selimut yang tidak cukup lebar untuk mereka berdua.
Sebastian tersenyum licik,dia sudah merencakan semua ini untuk agar Rosse tidak punya alasan lain untuk tidur berjauhan.
Sebastian pun ikut berbaring di samping Rosse. Tempat tidur itu lebih kecil dari yang ada dirumah Sebastian. Malam ini Rosse bukannya tidur nyenyak,tapi gelisah.
Kegelisahan nya membuat Sebastian terpancing untuk lebih semakin mendekat. Dia berpura-pura seakan sedang tertidur. Dan mendekatkan tangan kanannya ketubuh Rosse.
Mata Rosse yang hampir terpejam,terbuka kembali. Dia pindahkan tangan Sebastian dengan pelan-pelan. Melihat prilaku Rosse seperti kekanak-kanakan,Sebastian hanya bisa menahan senyum nya agar tidak mengeluarkan suara. Sesekali dia mengeluarkan suara dengkuran seperti orang sedang tertidur lelap.Menambah kepercayaan bagi Rosse bahwa Sebastian memang sedang tidur.
Dengan sekuat tenaga,Rosse mengangkat tangan kiri Sebastian. Pada akhirnya Sebastian tidak bisa menahan perasaan nya. Dia semakin dalam memeluk tubuh Rosse. Sebuah kecupan mendarat di bibirnya. Tubuh Rosse mulai melemah,dia semakin tidak berdaya untuk melawan.Tangan Rosse masih berusaha mendorong Sebastian. Kembali kecupan mendarat di bibirnya. "Kenapa kamu begitu menjaga jarak dengan ku..?" bisik Sebastian.
Tubuh Rosse seperti membeku mendengar pertanyaan itu. "Aku...Aku tidak menjaga jarak." jawab Rosse pelan.
Sebastian semakin mendekatkan wajahnya keleher Rosse "Aku tahu kamu berbohong." bisik Sebastian ditelinganya.
Rosse merasa terpojok kan,Sebastian seperti tak ingin melepaskannya sama sekali.
__ADS_1
Deruan nafas Sebastian,terdengar kasar ditelinga Rosse. Dia hanya menahan rasa geli yang membuat tubuhny merinding. Sebastian semakin bermain-main dilehernya. Mencium dan mengendus ,menambah sensasi er**is disetiap tarikan nafas Rosse.
Tangan Sebastian yang sebelumnya berada di pundak Rosse,sekarang berpindah kedada. Sentuhannya membuat Rosse tidak lagi membenci Sebastian. Malah dia ingin agar Sebastian semakin dalam mencumbunya. Sebastian terus bermain dengan tangan nya. Baju Rosse yang hanya sampai lutut mulai tersibak ke atas.
Sebastian semakin memainkan peran nya. Melihat tidan ada perlawanan dari Rosse. Sebastian semakin menjiwai permainan nya.
Malam terasa dingin,angin laut dan goncangan kapal seperti mendukung suasana.
Sebastian mulai memberanikan diri untuk membuka semua yang ada pada istrinya. Sekarang hanya tersisa atasan dan bawahan saja. Dia terus menerus membuat Rosse semakin tak berkutik.
Merasa kesempatan semakin dekat,Sebastian mulai membuka penutup tubuhnya satu persatu.Dan pada akhirnya tidak ada yang tersisa. Tidak ingin berlama-lama,Sebastian mulai menikmati hidangan lezat didepan nya sedikit demi sedikit.
Pergulatan tak bisa di hindari,mereka berdua akhirnya melakukan apa yang seharusnya pasangan suami istri lakukan.
Setelah hasratnya tersampaikan,Sebastian mencium pipi dan sekujur tubuh istrinya dengan sangat mesra. "Terima kasih,karena tidak menolak ku.." ucap Sebastian ditelinga Rosse.
Rosse menenggelamkan wajahnya didada bidang Sebastian. Dia merasa malu,karena selama ini menghindar dari suaminya tersebut.
__ADS_1