
Hari demi hari berlalu,minggu dan bahkan bulan. Rosse sudah terlihat sehat seperti sedia kala. Sedikit demi sedikit ingatan Rosse mulai pulih. Kehadiran Sebastian sudah bisa diterima oleh Rosse sepenuhnya. Tidak seperti pertama kali ikut bersama nya kenegara X. Hatinya masih ragu dengan kesungguhan Sebastian.
Jika dia rindu dengan toko kecil nya di negara S. Maka Rosse akan pergi kesana untuk melepaskan rindu. Terkadang dia akan membawa anak-anaknya. Dan pernah juga ditinggal,karena dia pergi hanya sebentar.
Sebastian pun sekarang sudah bisa bernafas lega,karena keluarga nya sudah aman dari teror kelompok Tiger. Pemimpin Tiger telah tiada,mobil nya masuk kejurang dan di sah kan karena mabuk dengan kadar alkohol tinggi. Sementara dua orang lelaki yang di buang oleh Rico dari jembatan ditemukan tewas empat hari setelah nya.
Sekarang kelompok itu sudah bubar,karena tidak ada lagi pemimpin yang bisa mendanai mereka. Diantara mereka,ada yang mendekam di penjara karena kejahatan berat dan ringan.
...----------------...
Hari ini, Rosse berencana akan pergi cek kedokter kandungan. Karena periodenya tidak datang selama dua bulan. Ditemani oleh Sebastian "Bagaimana keadaan istri saya dokter..?" tanya Sebastian.
"Selamat ya tuan,istri anda telah hamil jalan enam minggu." jelas Dokter.
Sebastian terperangah mendengar penjelasan dokter "Betul kan dokter. ?" tanya nya tak percaya.
"Iya tuan. " dokter meyakinkan.
"Berarti Adam dan Elsa akan segera punya adik. Terima kasih sayang ..!" ucap Sebastian sambil mengecup kening istrinya.
Rosse terlihat bahagia,dan tak bisa menyembunyikan rasa suka cita nya. Ketika mereka kembali kerumah,Sebastian memanggil kedua anaknya ke dalam kamar "Ada apa pa..?" tanya kedua nya.
"Kalian akan segera punya adik baru..!" ungkap Sebastian.
"Mana adik nya pa..?" tanya Elsa.
"Adik nya masih ada didalam perut mama. Dan akan hadir sekitar tujuh bulan lagi..!" jelas Sebastian.
"Lama lagi pa,Elsa mau lihatnya sekarang. " keluh Elsa.
"Elsa harus sabar dulu. Karena saat ini adik nya masih terlalu kecil. " jelas Sebastian.
"Ooooo...!" Elsa seperti mengerti.
__ADS_1
Rosse hanya tertawa mendengar kepolosan anak nya tersebut.
Adam dan Elsa keluar dari dalam kamar. Saat menuruni tangga "Kamu mau nya adik laki-laki atau perempuan..?" tanya Adam pada Elsa.
"Elsa mau perempuan,agar ada teman main..!" ucap Elsa.
"Aku mau nya laki-laki,karena perempuan itu lebih berisik..!" ucap Adam.
Mendengar kata-kata kakak nya membuat Elsa emosi. "Kakak jahat," ucap Elsa sambil berlari meninggalkan Adam.
"Elsa tunggu kakak. " panggil Adam.
"Tidak,kakak jahat. Kakak sebut Elsa berisik.!" teriak Elsa.
"Kakak hanya bercanda saja..!" ucap Adam.
Elsa menutup kedua telinganya pakai tangan "Elsa tak dengar..!" ucap nya.
Adam tertawa melihat tingkah Elsa yang sedikit menggemaskan.
...----------------...
Setelah tujuh bulan berlalu,Rosse akhirnya merasakan kontraksi di perut nya. Saat bangun pagi dia bangun dan ingin kekamar mandi. Rosse berfikir dia akan buang air besar. Ketika didalam kamar mandi,air bening keluar merembes dari baju yang dia pakai. Rasa sakit diperut nya semakin terasa dan lebih sering. Dia menyadari ,mungkin si kecil sudah saat nya melihat dunia. Dia sudah tidak memiliki tenaga untuk bangkit,karena rasa mulas nya semakin menjadi-jadi "Sayang...!" panggil Rosse dari kamar mandi.
Sebastian tersentak dari tidur nya. Dia merasa seperti bermimpi mendengar suara seseorang memanggilnya. "Sayang..!" panggil Rosse lagi.
Kali ini dia betul-betul menyadari bahwa suara itu bukan mimpi. Segera menghambur ke kamar mandi,dia panik melihat Rosse terduduk di lantai kamar mandi. "Apa yang terjadi.?" tanya Sebastian kebingungan.
"Bantu aku,mungkin sikecil sudah ingin keluar..!" ucap Rosse dengan manahan rasa sakit.
"Baiklah,sabar sayang. Aku akan memanggil dokter Johan sekarang.." ucap nya.
" Tidak akan sempat untuk memanggilnya. Seperti nya si baby sudah dekat dan akan segera lahir..!" ucap Rosse.
__ADS_1
Sebastian kebingungan apa yang harus dia lakukan. Rosse merasa sudah tidak ada lagi waktu untuk pindah tempat,dia berinisiatif sendiri.Dia tarik nafas perlahan,dia keluarkan.Begitu lah berulang dia lakukan. Sebastian membantu nya berada di bawah kaki. Rosse terus berusaha meneran dan akhirnya "Oweeekkk...ooweeekkk...!" suara tangisan seorang bayi.
"Bayi kita telah lahir dan dia perempuan..!" ucap Sebastian.
Sebastian terlihat lemas dan pucat melihat perjuangan Rosse bertaruh nyawa. Dia dekap bayi itu dan mengambil sebuah handuk yang tak jauh dari jangkauannya. Dia tutup dan lap sekujur tubuh bayi itu dengan handuk tersebut. "Panggil dokter Johan sekarang,agar dia bisa menyelesaikan ini..!" pinta Rosse.
Sebastian menyerahkan bayi itu kepada Rosse.Dia kembali kedalam kamar dan mengambil ponsel nya,dia cari nama dokter Johan dan menghubungi nya "Hallo..!" sebuah jawaban dari seberang telepon.
"Tolong datang sekarang juga. Istri ku melahirkan .!" ucap Sebastian dan menutup teleponnya. Dokter Johan bergegas menuju kediaman keluarga Sebastian. Ketika dia sampai,Sebastian langsung mengajaknya kedalam kamar dan menuju kamar mandi."Kenapa bisa seperti ini..?" tanya Johan.
"Aku juga tidak tahu,pokok nya sekarang kamu harus segera selesaikan ini. Istri ku mungkin sudah kedinginan karena terlalu lama di lantai." jelas Sebastian.
Dokter Johan memotong tali yang terhubung antara si bayi dan ibu nya. Setelah selesai,dia menyerahkan bayi itu pada Sebastian. Dan kemudian membantu ibu nya untuk mengeluarkan ari-ari yang masih tertinggal didalam.
Setelah selesai,Sebastian memerintahkan pelayan wanita untuk membersihkan Rosse dari darah yang lengket.
Semua telah selesai,Rosse sudah berbaring di tempat tidur. Sementara si baby berada di box bayi yang sebelumnya telah di persiapan oleh Sebastian dan Rosse.
Adam dan Elsa masuk kekamar papa nya "Adik bayi sudah lahir. Perempuan atau laki-laki pa..?" tanya Elsa.
"Perempuan..!" jawab Sebastian.
"Hore... Elsa punya teman main sekarang. Kak Adam berarti kalah..!" ujar Elsa mengejek Adam.
"Ya sudah kamu menang..!" ucap Adam.
Sekarang kebahagiaan mereka sudah lengkap,hari-hari Sebastian disibukkan dengan buah hatinya yang baru lahir. Tapi tidak mengurangi rasa sayang nya pada Adam dan Elsa.
...****************...
Sekian cerita BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA. Semua tokoh dan alur cerita hanya gambaran dan fikiran author. Apabila ada penyampaian yang kurang berkenan,saya memohon maaf. Tiada kesempurnaan milik manusia kecuali Tuhan semata.
Semoga para pembaca bisa terhibur dengan tulisan saya yang masih banyak kekurangan nya. Saran dan komen nya akan author jadikan sebagai motifasi untuk lebih baik lagi kedepan nya.
__ADS_1
TERIMA KASIH 😘💕