
Pagi menjelang, Rosse lebih dulu bangun. Dia bersiap-siap mandi dan turun ke lantai bawah.
Sebastian tidak menyadari, bahwa dia telah kesiangan . Ketika terbangun, matanya merasa silau pancaranan matahari dari balik jendela kaca . Dia melepaskan selimut yang masih membungkus tubuhnya. Pagi itu, dia merasakan kesegaran bau harum didalam kamarnya. Itu adalah arome spesial dari parfum spesial milik Rosse.
Sebastian menarik nafas panjang, semakin menghidu pada wangi tersebut menambah kesegaran pagi ini. Dia bergegas bangkit dan mengambil handuk menuju kamar mandi.
Setelah selesai, dia segera mengenakan pakaian kerjanya.Memakai jam tangan dan mengikatkan dasi, dan tak lupa parfum andalannya.
Dia pun keluar dari kamar menuju meja makan. Disana Oma dan Rosse terlihat sedang berbincang-bincang asik. Layak nya seorang nenek dan cucu.
" Selamat pagi, "Sapa Sebastian.
" Pagi sayang, bagaimana tidur mu? " Tanya Oma.
__ADS_1
" Tidur Tian begitu nyenyak Oma. Bagaimana dengan Oma? " tanya Sebastian.
" Oma juga merasa segar pagi ini..! " Jawab Oma.
Rosse yang sedari tadi diam tanpa berbicara sepatah kata pun. Dia teringat kembali peristiwa malam tadi. Dan pastinya, Sebastian tidak lah menikmati tidur yang nyenyak.
" Ayo kita makan, " Ajak Sebastian.
Mereka bertiga pun makan dengan tenang. Setelah selesai, para pelayan membersihkan meja keseluruhan nya.
Rico yang berada didepan, tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Sebastian.
Setelah sampai , Sebastian menghambur kedalam gedung. Dia meninggalkan Rico yang belum selesai dengan urusan nya. Menjelang siang, ada sebuah pertemuan dengan beberapa kolega penting.
__ADS_1
Diana yang ikut menemani Sebastian, tidak melihat Rico sama sekali. Biasanya dia akan didampingi oleh Rico. Dan menjadi perwakilan dalam menyampaikan kesimpulan pertemuan. Tapi kali ini dia pergi ke sebuah tempat.
Rico ditugaskan oleh Sebastian untuk menyelidiki tentang kelompok Tiger.Kenapa mereka ingin menghabisi nyawa Sebastian.
Rico bersama beberapa anak buahnya menyusup ke markas besar Tiger. Mereka memasang beberapa alat penyadap di beberapa ruangan tempat mereka berkumpul.
Mereka menyamar menjadi anak buah dari Tiger. Setelah mereka merasa cukup, Rico dengan tenang berjalan. Rico dan anak buahnya berpencar, agar tidak memancing kecurigaan. Melalui earphone mereka berhubungan satu sama lain. Setelah semua sudah keluar dari markas Tiger. Mereka berkumpul di titik temu dan pergi dari sana.
Rico kembali ke perusahaan , dia menunggu sebastian menyelesaikan pertemuan dengan klaen.Rico memilih duduk di sofa yang berada di koridor. Menunggu hampir setengah jam, terlihat Sebastian berjalan bersama Diana yang berada di samping kanan nya. Rico langsung berdiri, terlihat Sebastian menaikkan alisnya. Rico membalas dengan menundukkan kepala. Tanda kerja mereka sudah beres.
Sebastian masuk menuju ruangan. Diana merasa hari ini Rico terlihat berbeda. Rambut yang biasanya rapi dengan pomed, sekarang terlihat kering tanpa kilauan. Rico memperhatikan pandangan Diana sejak tadi. Merasa ada sesuatu yang salah, Rico mendekati Diana. Diana merasa tersudut kan "Apa yang kamu perhatikan sedari tadi. Ada yang salah dengan penampilan ku,? " Tanya Rico dengan nada menekan.
Sontak, Diana semakin bingung ingin menjawab apa. "Tidak ada apa-apa tuan..! " jawabnya sembari menurunkan pandangannya.
__ADS_1
Belum habis Diana menjawab, Rico pergi meninggalkannya dan masuk keruangan Sebastian.
Didalam, Rico melaporkan hasil pekerjaannya hari ini. Sebastian merasa puas dengan hasilnya. Dengan begitu, maka mereka dengan mudah memantau gerak kelompok Tiger.