BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 78.


__ADS_3

Berselang satu minggu,hubungan Sebastian dan Rosse mulai membaik.


Hari ini,Sebastian terlihat sibuk. Hari hampir siang,namun dia tidak berangkat bekerja. Sebastian berencana akan berangkat siang ini ke negara H.


Ketika Sebastian dan Rosse dikamar."Hari ini aku haris pergi kenegara H," ucap Sebastian.


"Kenapa perginya mendadak," Rosse terlihat keberatan.


Sebastian mendekatinya,mencium lembut bibirnya "Ini semua sudah terjadwal dari sebelumnua. Hanya saya tidak ingat untuk memberitahu mu..! " jelas Sebastian.


Rosse masih belum bisa terima,kalau dia harus ditinggal sendiri ketika mereka baru merasakan kenikmatan sesungguhnya .


Sebastian tahu,dalam diam istrinya masih tidak terima kalau harus ditinggalkan sendiri.


"Saya minta,kamu jangan cemberut seperti itu. Saya tidak lama,hanya seminggu.!" Sebastian berusaha menenangkan istrinya.


Air mata Rosse membasahi pipi nya. Sebastian menyeka air mata dipipinya dan memeluk hangat Rosse. "Kenapa kamu seperti ini. Biasa nya kamu paling jago menghindar dari ku." ucap Sebastian.


Rosse memukul dada Sebastian "Itu karena kamu yang membuat aku kesal," rengek Rosse.


"Aku tidak akan lama. Nanti setelah kembali,saya akan memberi mu kejutan." pujuk Sebastian.

__ADS_1


"Kejutan apa..? " tanya Rosse.


"Nanti bila saat nya kamu akan tahu.!" canda Sebastian.


Rosse memeluk suaminya dengan erat,sebelum berangkat pergi.


Suara mobil terdengar menderu diluar,itu adalah Rico yang baru datang untuk mengantarkan Sebastian ke penerbangan. Kali inj Sebastian akan dengan menggunakan pesawar pribadi milik keluarga. Selain kepentingan bisnis,pesawat miliknya jarang digunakan untuk keperluan lain.


"Tuan sudah saatnya kita pergi," Rico mengingat kan.


Oma mendekati cucu nya "Semoga pekerjaan mu cepat selesai dan cepat kembali."


"Terima kasih Oma.Tian akan kembali dengan cepat begitu pekerjaan selesai."


Rosse mendorong pelan tubuh Sebastian,dan meluapkan sedihnya. "Aku akan menunggu mu kembali untuk kejutan nya..!" ucap nya.


"Baiklah,aku pergi sekarang. Oma Tian pergi dulu."


"Hati-hati dijalan..!" ucap Oma.


Sebastian berjalan keluar menuju mobil dan segera masuk. Mereka berangkat menuju lapangan terbang milik keluarga nya. .

__ADS_1


Oma dan Rosse ,gelisah setelah kepergian Sebastian.Tapi mereka tidak mengutarakan perasaan itu. Oma tidak ingin membuat Rosse berfikir an yang bukan-bukan. Tidak seperti biasanya kalau Sebastian bepergian keluar negeri. Oma tidak pernah punya perasaan khawatir dengan nya selama ini.


Rosse juga merasakan hal yang sama seperti Oma. Tapi dia menyangkal perasaannya,semenjak menikah dengan Sebastian . Baru kali ini dia ditinggal jauh.


Dijalan Rico selalu memperhatikan ke cermin depan. Melihat Sebastian yang duduk tenang. "Tuan,apa tuan yakin. Saya tidak perlu ikut..?" tanya Rico.


"Tidak perlu,kamu disini saja dan urus perusahaan." jawab Sebastian.


Untuk saat ini,Rico pun merasakan bahwa hatinya tidak tenang.


"Kamu terlalu mengkhawatirkanku..!" ucap Sebastian.


"Tapi tuan,sudah menjadi kewajiban saya menjaga dan ikut kemana tuan pergi..!" ujar Rico.


"Kamu jangan lupa,jaga keluarga saat aku tak ada..!" pinta Sebastian.


"Baik tuan..!" jawab Rico. Tak ingin banyak pertanyaan lagi,Rico memilih diam.


Mereka tiba di lapangan terbang,Sebastian keluar dan segera masuk kedalam pesawat yang telah standby menunggu nya. Pesawat pun melakukan take off.


Rico hanya menatap kepergian tuannya. Setelah pesawat mengudara,Rico bergegas pergi. Dia kembali ke apartemen dan mempersiapkan barang-barang yang dia butuhkan. Setelah selesai,dia pun menuju bandara. Sebelum nya,Rico sudah membeli tiket pesawat untuk mengikut tuan nya terbang kenegara H.

__ADS_1


Menunggu satu jam lebih,akhirnya pesawar ke negara H berangkat. Rico segera masuk. Dia memesan tiket di bagian VIP.


__ADS_2