BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 131.


__ADS_3

Keesokan hari nya. Rico sudah berada didepan rumah menunggu majikan nya keluar. Sebastian meminta agar Rico yang mengantarkan mereka menuju kapal di pelabuhan. Tidak lupa,kali ini Sebastian membawa beberapa pengawal . Dia tidak ingin kejadian lama terulang kembali. Apa lagi saat ini,ada tiga yang harus dia lindungi. Istri dan dua anaknya.


Setelah sampai didermaga,anak-anak begitu senang.


Satu persatu mereka mulai naik kedalam kapal. Itu adalah kapal sebelum nya yang dipakai oleh Sebastian dan Rosse di waktu dahulu.


Setelah kapal mulai berjalan "Wahh....Baru kali ini kami merasakan naik kapal..!" suara Elsa takjub.


Sebastian berjalan mendekat "Apakah sebelumnya mama tidak pernah mengajak kalian..?" tanya Sebastian.


Elsa manyun dan hanya menggeleng. "Disini,kapan saja kalian mau. Kita akan pergi..!" ucap Sebastian.


"Betul pa? " tanya Elsa tak percaya.


"Heh.." jawab Sebastian.


"Yee....!" Elsa meloncat-loncat kegirangan.


"Adam,papa perhatikan kamu lebih banyak diam..?" tanya Sebastian.


"Eemm....Apa yang harus aku katakan pa. Disini semua nya ada,dan papa selalu membuat kami senang" ucap Adam.


"Anak papa,kamu betul-betul sosok seorang abang. Nanti ketika kalian sudah besar,papa harap kamu bisa menjaga adik mu..!" ucap Sebastian sembari memegang kepala anak nya.


Adam tersenyum "Baik pa.!" jawab nya.


Jasmin yang dari tadi memandangi anak dan papa mereka. Hanya duduk bersantai di bangku yang berada dihaluan kapal.


Setelah tiga jam perjalanan,kapal mulai melambat. Mereka sudah sampai disebuah pulau yang di maksud oleh Sebastian.


"Kita sudah sampai pa..?" tanya Elsa.

__ADS_1


"Sudah..!" jawab Sebastian.


Setelah kapal mendekat kedermaga,tak lupa mengikatkan tali agar kapal tetap berada di posisi nya. Sebastian lebih dulu turun dan membantu anak-anaknya untuk turun. Ketika Jasmin akan turun,sebuah ombak membuat kapal bergoyang dan oleng. Jasmin hilang keseimbangan,tapi dengan sigap Sebastian menangkap tubuh nya. Posisi mereka sedang berhadapan dengan jarak wajah hanya sejengkal.


Sebastian tersenyum "Hari ini,kamu terlihat cantik. " canda Sebastian sedikit nakal.


Jasmin jadi salah tingkah . Dia menurunkan pandangannya dan mendorong dada Sebastian. Sebastian pun menurunkan Jasmin yang sudah tersipu malu dengan wajah merah.


Mereka berjalan menuju villa yang terlihat besar. Villa itu terlihat mewah,dengan dinding kaca yang terlihat bersinar ketika terkena cahaya matahari.


"Papa,kita akan tinggal disini..?" tanya Elsa.


"Iya..!" jawab Sebastian.


"Pa..!" panggil Elsa.


"Ya..!" jawab Sebastian.


Sebastian tertawa "Papa.!" rungut Elsa.


"Apa kamu takut kebosanan..!" tanya Sebastian sedikit bercanda.


"Heehh..!" jawab singkat dari Elsa.


"Ada,papa sudah siap kan semua apa yang menjadi kebutuhan kalian. Dan papa pastikan tidak ada yang kurang sedikit pun..!" ucap Sebastian.


"Yeeyyyy....!" Elsa melonjak kegirangan.


Adam yang melihat sikap Elsa,hanya bisa menarik nafas "Dasar anak kecil..!" ucap Adam dengan nada kecil.


"Apa kamu bilang..?" tanya Elsa yang mendengar ucapan Adam.

__ADS_1


"Tidak ada..!" jawab Adam.


"Apa kamu fikir kamu itu sudah dewasa.?" tanya Elsa sedikit emosi.


" Walau kita seumuran aku tidak seperti kamu..!" celetuk Adam.


"Weeekkk..." ejek Elsa dan berlari menuju rumah.


Ketika di dalam villa "Kamar aku yang mana Pa..?" tanya Elsa.


Sebastian memerintahkan pelayan yang bertugas dirumah itu untuk menunjukkan kamar anak-anak. Mereka pun naik menuju lantai atas. Ada tiga kamar di lantai atas. Dan ukuran kamar itu terlihat besar seperti dirumah Sebastian.


"Ini kamar nona muda.!" tunjuk pelayan.


Elsa pun masuk kedalam,dia membuka tirai yang menutupi cahaya matahari masuk kedalam kamar nya.


"Kamar tuan muda,ada di sebelah..!" ajak pelayan ke kamar satu nya lagi.


Adam sendiri yang membuka pintu nya dan segera masuk.


Di bawah,Rosse terlihat masih mengantuk. Karena harus bangun lebih awal dari biasa nya. Sudah entah berapa kali Sebastian melihat dia menguap sambil menutup mulut."Apa kamu masih mengantuk..?" tanya Sebastian.


"Heeh.!"


"Kamar kita sebelah sini..!" tunjuk Sebastian pada sebuah pintu berwarna putih.


Rosse bangkit dari duduk nya dan segera masuk kedalam kamar "Barang-barang kita mana..?" tanya Rosse.


"Nanti akan dibawa sama penjaga" jawab Sebastian.


Rosse pun masuk tak bertanya lagi.

__ADS_1


__ADS_2