BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 35.


__ADS_3

Setelah menikmati sarapan pagi yang tak biasa. siang itu Rico merasakan tak enak di perutnya. Saat melakukan pekerjaan dia merasakan mulas, dan segera ke kamar mandi. Lama didalam kamar mandi,karena panggilan alam yang tidak habis-habis. Merasa sudah lumayan, dia pun keluar. Baru sebentar duduk, perut nya kembali melakukan gurauan. Rico kembali masuk kekamar mandi. Dan melakukan semedi gunung. hampir seperempat jam, dia pun keluar " Tuan, memang keterlaluan. Gara-gara dia aku harus seperti ini! "Kutuk Rico.


Sebastian yang berada di ruangannya menunggu kedatangan Rico. Tapi tidak menampakkan diri setelah kembali dari restoran. Karena merasa ada yang penting. Sebastian berfikir untuk datang langsung ke ruangan Rico.


Sebastian pun keluar menuju ruangan Rico. Tanpa mengetuk pintu, dia langsung masuk. Di meja dan sekitar ruangan , dia tidak melihat Rico. Tapi disana ada ponsel dan kunci mobil. Dia pun berfikir ingin kembali keluar. Sebelum mencapai pintu, terdengar suara air dari toilet. Sebastian menghentikan langkah nya. Dia kembali memutar badan dan menunggu dj sofa.


Akhirnya Rico pu keluar dari dalam kamar mandi


Sebastian memandang kearah nya, dia merasa Rico agak berbeda hari ini dan menghampiri nya "Kamu kenapa, wajah mu pucat? " Tanya Sebastian tanda peduli.


"Saya sakit perut tuan," jelas Rico sambil menuju tempat duduknya.


" Apa karena makanan tadi pagi? " Sebastian merasa bersalah.


" Saya tidak tahu pasti. Karena hari ini, hanya makanan tadi pagi saya yang saya makan. "


Sebastian pun merasa bersalah dengan itu. Sebastian mengambil ponsel Rico dan menghubungi dokter Johan.


"Hallo...Johan..! Kamu datang ke kantor sekarang..!" Sebastian langsung menutup teleponnya .


Ditempat dokter Johan "Ada apa dengan si dingin ini, kenapa saya harus datang ke kantor? " Dokter Johan bingung dan segera bergegas kesana .


"Kamu sabar dulu, Johan sebentar lagi akan kesini. " Sebastian menenangkan.


Rico hanya duduk diam, dan memegangi perutnya.


"Kenapa kamu tidak bilang, bahwa kamu tidak tahan pedas.Saya fikir kamu hanya tidak suka, ternyata perut mu tidak boleh pakai, " seloroh Sebastian.


"Itu adalah perintah tuan, jadi saya tidak berani menolak," jawab Rico.


"Dasar bo**h, kalau saya perintah kan kamu untuk mati. Apa kamu akan menurut juga? "


"Kalau itu perintah dari tuan, saya akan lakukan, " Jawab Rico dengan nada lemah.


"Sebelum kamu merasa lemah, kenapa tadi kamu tidak pergi ke dokter saja? "


" Saya fikir tidak akan separah ini. Karena saya sudah berulang kali bolak-balik kekamar mandi.

__ADS_1


Dokter Johan tiba di perusahaan, dia membawa alat-alatnya. Dan ketika ingin masuk keruangan Sebastian, Diana menahannya " Maaf, tuan tidak ada didalam." Jelas diana.


"Kemana dia pergi? Tadi dia yang memberitahu untuk datang ke kantor." jelas dokter Johan.


" Mungkin tuan berada di ruangan pak Rico, dokter kesana saja. "Pinta Diana.


Johan pun pergi meninggalkan ruangan Sebastian. Dia menuju ruangan Rico. " Tok... tok... tok.!" Suara ketukan di pintu.


" Masuk, "Jawab Sebastian.


Dokter Johan pun masuk kedalam " Syukur kamu cepat datang. Kalau tidak sudah ada yang tinggal nama, " celoteh Sebastian.


Johan melihat Sebastian dan Rico "Siapa yang sakit? " tanya nya.


Sebastian menunjuk ke arah Rico " Kamu terlihat pucat..! " Seru dokter Johan.


"Cepat lah beri saya obat, jangan banyak omong. " Ucap Rico dengan wajah muram.


Johan pun segera memeriksa Rico, dan tak lupa meresepkan obat . " Makan teratur dan hindari makanan pedas untuk saat ini. Kalau bisa, cukup bubur saja. Agar pencernaan mu kembali pulih. x Nasehat Johan.


" Hari ini kamu pulang saja kerumah. Kamu tidak akan sanggup bertahan sampai menunggu sore," Pinta Sebastian.


"Kamu tidak akan sanggup bawa mobil. Baik kamu naik taksi saja , " tambah Sebastian.


Rico pun memberikan kunci mobil kepada Sebastian. Dan pergi meninggalkan Sebastian dan dokter Johan.


Setelah kepergian Rico, Sebastian dan Johan pun keluar dari ruangan Rico.


Mereka berjalan menuju lebih lobi. Sebastian teringat akan sesuatu "Johan, kamu ingat wanita yang baru-baru ini masuk rumah sakit? " Tanya Sebastian.


"Iya, ada apa dengan nya? " Tanya dokter.


"Gadis itu buta, tapi saya tidak tahu pasti sejak kapan..! "


"Jadi..? " Tanya dokter.


"Kalau memang masih bisa diselamatkan. kenapa tidak mencoba? " usul Sebastian.

__ADS_1


Dokter Johan mengerti dengan maksud teman nya itu. Bawa saja dia ketempat ku. Saya akan melakukan yang terbaik.."


Sebastian semakin memiliki rasa peduli dengan Rosse. Dia sendiri belum menyadari, itu perasaan suka atau sekedar iba.


"Bicara tentang sakit. Saya masih tertanya-tanya tentang Rico. Kenapa dia sampai seperti tadi? " Dokter Johan teringat kembali.


"hahahahah, " Sebastian tertawa lepas.


" Apa yang membuat mu merasa lucu,? " tanya Johan heran.


"Itu karena makan udang pedas pagi tadi. Saya sengaja memesan untuk kami berdua . Aku tau dia tidak suka pedas, tapi tidak menyangka bahwa dia akan sakit seperti ini, " Jelas nya.


Dokter Johan pun ikut tertawa mendengar penjelasan teman nya itu "Baiklah, saya harus kembali kerumah sakit. Sudah terlalu lama saya meninggalkan nya. " ucap Dokter Johan.


"Baik lah, saat senggang nanti saya akan membawa wanita itu. " ucap Sebastian.


Dokter Johan pun akhirnya pergi meninggalkan Sebastian sendiri didepan lobi. Sebastian kembali naik ke lantai atas. Dia masih memiliki beberapa pekerjaan penting.


Sementara dikediaman Sebastian, terlihat Rosse ditemani Oma dan asisten nya menikmati angin segar dihalaman depan " Bagaimana dengan luka mu, apa masih terasa sakit? " tanya Oma pada Rosse.


"Sudah tidak terasa lagi sakitnya Oma, hanya bagian pundak yang terasa nyeri. Mungkin akibat tertimpa kaca sebelum oecah." Jelas Rosse.


"Oma belum memberi tahu Sebastian agar memanggil kembali orang yang membuat rumah kaca itu."


" Untuk apa oma? " tanya Rosse.


" Itu karena kecerobohan mereka. Setiap membuka pintu akan terdengar sebuah suara yang berasal dari kaca yang terhubung. " Jelas Oma.


" Aku tidak mengetahui itu. aku hanya berfikir rumah itu akan kokoh karena dibangun oleh orang yang langsung ditunjuk oleh tuan, "Jelas Rosse.


" Itu kecerobohan mereka. Bekerja sembarangan, " Oma terdengar marah.Oma mengambil ponsel nya dan menghubungi Sebastian " Hallo Tian. "


"Ya Oma..! " Jawab Sebastian.


" Bagaimana dengan rumah kaca itu. Harus nya itu masih menjadi tanggung jawab pekerja yang membuatnya waktu itu, " Ucap Oma.


Sebastian hampir melupakan itu, dan sekarang teringat kembali setelah Oma ucapkan. " Baiklah Oma, Tian akan menghubungi mereka." jawab Sebastian.

__ADS_1


Oma pun mengakhiri telepon nya "Sekarang semua sudah di atasi. Kamu boleh tenang sekarang," ujar Oma.


Rosse merasakan Oma seperti nenek nya yang telah tiada. Terkadang perasaan rindu itu tiba-tiba datang . Dan hanya bisa menangis.


__ADS_2