BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 45.


__ADS_3

Oma merasa saat ini kah kesempatan untuk memujuk Sebastian, agar menurut permintaan Oma.


" Disaat-saat terakhir, Oma ingin kamu mewujudkan permintaan Oma..! "


" Apa yang Oma ingin kan? " Tanya Sebastian semakin hanyut dalam kesedihan.


Oma memandang kepada semua orang yang ada di kamar. Sebastian mengerti " Kalian semua tunggu diluar...!" Minta nya.


Dokter Johan, asisten oma, pak Seno dan perawat keluar dari dalam kamar. "Apa keinginan Oma? " Tanya Sebastian.


"Uhukkk... uhukkk... uhukkk...! " Oma batuk. "Oma hanya ingin kamu secepatnya nikah. Oma ingin melihat kamu bahagia. " Pintar Oma.


Seketika Sebastian menjadi bingung " Tapi, dengan siapa Oma? " Tanya nya pura-pura tidak tahu.


"Dengan Rosse," Jawab Oma singkat.


" Tapi Oma, apa dia setuju dengan permintaan Oma? " Tanya Sebastian.


" Dia pasti akan setuju. Dia anak yang baik dan cocok untuk menjadi istri mu. Kekurangan nya itu jangan kamu anggap suatu masalah. Kamu memiliki segalanya. Cari seseorang yang mau mendonorkan matanya."


Sebastian menghela nafas panjang. Dia merasa seperti di ujung tanduk. " Uhukkk.... uhukkk... uhuk... ! " Oma kembali batuk.


Sebastian semakin cemas melihat keadaan Oma "Baiklah Oma, Tian akan menurut apa kata Oma. Tapi harus dengan persetujuan Rosse. Bukan karena keterpaksaan..!" jelas Rosse.


Oma merasakan kesenangan, seperti anak kecil yang sedang bermain kembang api. Dia tidak bisa mengungkapkan perasaan nya itu. Hanya bisa tersenyum, agar tidak diketahui oleh Sebastian. Karena semua ini adalah permainan yang di produseri oleh Oma sendiri.

__ADS_1


"Susan...! " panggil Oma.


Susan masuk "Ya Oma..? " Tanya nya.


" Panggil Rosse datang kesini..! " minta Oma.


Susan pergi menuju kamar Rosse "Tok... tok... tok...!" Suara ketukan pintu.


"Ya.. sebentar..! " Jawab Rosse dari dalam. Dan membuka pintu nya.


"Nona Rosse , oma meminta nona untuk kekamar oma sekarang.. ! " Jelas Susan.


"Baiklah , " Jawab Rosse. Mereka berjalan bersama.


" Oma ini Nona Rosse . "


Rosse mendekat, oma menarik tangan nya dan mendudukkannya ditepi ranjang " Ada apa Oma?"tanya Rosse.


" Kamu masih ingat dengan pernyataan Oma waktu itu? " Tanya Oma.


"Yang mana ya Oma? " Rosse lupa.


" Tentang menikah dengan cucu Oma....! " jelas Oma.


Seketika wajah Rosse berubah " Ada apa dengan itu Oma? " Tanya Rosse.

__ADS_1


" Oma ingin kalian berdua segera menikah. Umur Oma sudah tidak lama lagi? "Ucap Oma.


" Jangan bicara seperti itu Oma...!" Sebastian dan Rosse , serentak berucap.


"Apa tuan Sebastian juga ada disini? " Tanya Rosse.


" Saya disini,...! " Jawan Sebastian.


Rosse terdiam tanpa berkata lagi. "Oma ingin kalian secepatnya nikah. Oma tidak ingin mendengar penolakan. " Oma menekankan.


" Tapi Oma, bagaimana saya bisa mengatakan iya. Sementara dipihak lain tak menginginkan nya..!" Jelas Sebastian.


" Rosse, apa kamu keberatan...? " tanya Oma.


Rosse merasa bingung, sebetulnya didalam hati nya ingin mengatakan Iya. Disebalik lain, hati nya masih ragu.Takut dia akan sia-sia kan. " Baiklah Oma, saya bersedia. "


"Syukur lah kamu bersedia. Oma merasa lega. Pernikahan akan dilakukan dalam waktu dekat ini..." pinta Oma


" Tapi Oma, Tian ingin mengajukan satu permintaan."


" Permintaan apa?" jawab Oma.


"Tian mau pernikahan sederhana saja. Dihadiri oleh orang terdekat saja. " jelas Sebastian.


Oma berfikir sejenak " Baik lah, hanya kita saja yang menyaksikan . Tak perlu pesta yang meriah. "

__ADS_1


Keputusan sudah bulat. Sebastian dan Rosse pun sudah setuju. Oma merasa berhasil telah menipu Sebastian, agar mau menuruti permintaan Oma.


__ADS_2