BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 127.


__ADS_3

Ketika sampai di atas,Sebastian membuka pintu kamar dan mempersilahkan Jasmin masuk. Setelah Jasmin masuk,Sebastian pun masuk dan menutup pintunya. Seketika Jasmin panik,melihat Sebastian ada satu kamar bersama nya "Apa yang kau lakukan..?" tanya Jasmin.


"Aku...?" tanya Sebastian menunjukkan diri nya.


"Iya..!" jawab Jasmin.


"Ini adalah kamar kita bersama..!" jelas Sebastian.


"Hah..Apa tidak ada kamar lain ?" tanya Jasmin.


"Kamar apa maksudmu. Kita masih lagi suami istri..!" ucap Sebastian.


"Eee..Walau pun seperti yang kamu bilang. Tapi bagi ku kamu masih orang lain yang baru aku kenal.! ucap Jasmin.


" Apa kamu takut aku apa-apain..?" tanya Sebastian mengejek.


"Kalau yang kamu fikirkan tentang itu,saya tidak bisa membantah..!" jawab Jasmin dengan ringan.


Mendengar jawaban Jasmin ,Sebastian tak lagi membantah ucapan Jasmin. " Baiklah,tapi untuk saat ini saya akan tetap di kamar ini dulu sampai semua orang tertidur..!" jelas Sebastian.

__ADS_1


"Kamu tidur dimana..?" tanya Jasmin.


"Masih banyak kamar kosong dirumah ini. Jadi mungkin salah satu dari nya..! " jelas Sebastian.


Dikamar,bukan nya tidur atau sekedar melepaskan lelah. Jasmin dan Sebastian hanya duduk tanpa kata,menunggu semua penghuni rumah tidur. Dan Sebastian akan keluar dari kamar.


Mereka sudah seperti orang lagi dikurung. Menunggu sampai tiga jam lebih,Sebastian mengintip dari pintu.Sudah tidak terdengar lagi suara-suara dari bawahbawah dan juga lampu rumah sudah terlihat gelap.


Pelan-pelan,Sebastian keluar dari dalam kamar. Berjalan sambil melihat kekiri dan ke kanan,ternyata tidak ada orang. Sebastian berjalan menuju kamar tamu yang berdekatan dengan tangga. Pelan-pelan dia buka pintu agar tidak terdengar suara. Ketika masuk kedalam kamar "Ooohhhh...!" Sebastian terkejut.


"Maaf tuan membuat tuan terkejut." ucap Pak Seno.


"Saya baru mengganti alas tempat tidurnya tuan..!" jawab Pak Seno "Apa tuan mencari saya..?" tanya nya.


"Aku..?" tanya Sebastian balik.


Pak Seno hanya mengangguk.


"Aku...Ah iya memang lagi mencari pak Seno.!" jawab Sebastian.

__ADS_1


"Apa yang tuan butuhkan?" tanya Pak Seno.


" Buatkan saya secangkir minuman teh hangat." pinta Sebastian.


" Baiklah tuan mohon tunggu sebentar.." Ucap pak Seno dan berjalan keluar.


Sebastian pun ikut keluar,dia berjalan menuju ruang makan. Disana dia hanya bisa menghela nafas. Pak Seno pun datang dengan secangkir minuman hangat "Ini Tuan..!" ucap Pak Seno sembari menyodorkan teh nya . "Apa apa membutuhkan yang lainnya..?" tanya Pak Seno.


"Tidak.. Bapak boleh istirahat.n" ucap Sebastian.


"Kalau begitu saya permisi tuan.!" Pak Seno pun pergi menuju rumah belakang tempat dimana para pekerja tinggal.


Sebastian menatap kepergian pak Seno.Setelah tidak terlihat,Sebastian mulai menyuruput teh nya yang masih hangat. "Terpaksa beralasan ,padahal rumah sendiri..!" batin nya.


Hanya sekali teh itu dia teguk,Sebastian pun bangkit menuju kamar Adam. Dia membuka pintu kamar Adam dengan pelan-pelan,agar tidak membangunkan anak nya.


Setelah pintu terbuka,Sebastian memastikan kembali melihat ke sekeliling,bahwa tidak ada orang yang melihat dia masuk kedalam kamar Adam.


Merasa aman,Sebastian pun masuk. Dia naik ke tempat tidur di sebelah anaknya. Karena saat ini dia lagi mengantuk berat,matanya langsung terpejam. Adam yang tidur dengan pulas,tidak menyadari kedatangan papa nya sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2