BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 30.


__ADS_3

Hari ini libur, Sebastian ingin dirumah saja tanpa ada gangguan. Dia masih berfikir untuk menerima usulan Oma. Matahari hampir berada di atas kepala. Sebastian hanya berasa didalam kamar nya. Rico pun tidak terlihat batang hidung nya. Sebastian duduk di sebuah kursi di balkon kamar nya. Dari sana dia bisa leluasa melihat kesekeliling samping rumah. Terlihat juga Rosse yang menyibukkan diri diri di rumah kaca . Oma juga berada disana ditemani oleh Sonya. Mereka membantu Rosse membuat beberapa esens dari bunga mawar. Oma seakan merasa muda kembali. Mereka terlihat tertawa riang. Ntah apa yang membuat mereka terlihat bahagia. Sebastian yang memperhatikan dari atas begitu senang dengan kehadiran Rosse. . Oma jadi ada teman untuk berbicara dan juga melakukan hal-hal yang tak biasa.


Tak cukup sekedar melihat dari atas. Sebastian pun berfikir ingin bergabung bersama mereka dibawah. Dia pun keluar dari kamar menuju rumah kaca. Dia masuk pelan-pelan.Oma pun baru tersadar ternyata disana sudah ada Sebastian.


" Sepertinya Oma terlihat senang? " Tanya Sebastian.


" Semenjak disini, Oma merasa semakin baik. "


Sebastian memeluk tubuh tua Oma nya. Sonya hanya melihat tanpa bereaksi.


"Tuan ada disini? " Rosse tersadar setelah Oma menyebut nama Sebastian.


"Maaf nyonya, saya pamit," Sonya pergi meninggalkan rumah kaca .


Mereka bertiga bersama-sama membuat wewangian. Sebastian merasa kan kedamaian dengan wewangian yang ada didalam rumah kaca.


Sebastian melihat setiap tanaman yang tumbuh disana. Beberapa diantaranya adalah bunga yang dia berikan pada Rosse beberapa waktu lalu.


Bunganya bermekaran dan terlihat indah .


Mereka menghabiskan waktu berjam-jam didalam rumah kaca.Sampai lah saat mereka akan keluar. Nenek dan Sebastian lebih dulu keluar. Ketika Rosse sudah berada diluar dan akan menutup pintu. Tiba-tiba sebuah kaca terlepas dari bingkai nya dan menghempap Rosse.


"Aaahhhhhhhh, " Terdengar jeritan dan pecahan kaca yang berderai dimana-mana.


Oma dan Sebastian sama-sama menoleh kebelakang. Alangkah terkejutnya mereka, Rosse sudah tergeletak di tanah tak sadarkan diri


Sebastian dengan sigap menghampiri tubuh Rosse. Dan beberapa orang pelayan dan penjaga ikut menghampiri. Sebastian mengangkat tubuh mungil Rosse membawa nya masuk ke mobil dan menuju rumah sakit. Dia terlihat panit. Karena tubuh Rosse mengalami beberapa luka kecil dan berat. Sampai di ruang UGD, dokter Johan turun langsung menangani pasien.


Mereka melakukan oprasi kecil sudah hampir satu jam. Sebastian menunggu dengan cemas diluar. Sesekali dia melihat lampu yang masih menyala. Tanda oprasi sedang berjalan dan lampu pun mati. Sebastian menunggu didepan pintu, dokter pun keluar. "Bagaimana dengan wanita itu? " Tanya Sebastian penuh harapan.


" Jangan cemas, kami sudah melakukan yang terbaik. Dia baik-baik saja. Hanya beberapa luka kecil dan ada beberapa luka yang harus kami jahit." Jawab dokter Johan.


"Kapan dia akan sadar,? " Sebastian semakin cerewet.

__ADS_1


" Sabar dan tunggu saja.Mungkin dalam dua jam lagi dia akan siuman, "jawab dokter Johan.


Dia melirik ke arah Rico yang terlihat panik. Dan itu menjadi tanda tanya untuk dokter Johan. Karena dia tahu Sebastian orang dingin yang tidak memiliki kekasih. Dan juga tidak memiliki saudara perempuan lainnya " Siapa wanita itu? " Fikir nya.


Rosse akhirnya di pindahkan ke bagian ruang rawat. Disana Sebastian menemani nya dengan menunggu sampai dia sadar. Karena rasa cemas nya tadi, sehinga dia lupa bahwa baju nya ada noda darah dari Rosse.


Dia mengeluarkan ponsel dan menekan sebuah nama " Rico, bawakan saya baju ganti, "Minta Sebastian.


Rico merasa terganggu , karena hari ini adalah masa libur. Waktu yang begitu berarti bagi nya, setelah enam hari bersama Sebastian yang menjengkelkan.


Rico pun bangkit dari duduk nya. Berganti pakaian dan langsung menuju rumah Sebastian.


Setelah sampai dia meminta Pak Seno menyiapkan pakaian untuk Sebastian. Pak Seno masuk kedalam kamar Sebastian dan mengemas celana dan baju. Dia kembali keluar dan menyerahkan bungkusan pakaian tadi pada Rico. Di telepon tadi Sebastian tidak menjelaskan, ada apa sebenarnya. Sampai dia berada di rumah sakit. "Pak Seno, " Panggil Rico. "Kenapa tuan sampai berada dirumah sakit? " tanya Rico.


"Tadi nona Rosse mengalami kecelakaan, dia tertimpa oleh kaca yang lepas ketika berada dirumah kaca, " jelas pak Seno.


Rico pun akhirnya tahu alasannya. Dia segera menuju kerumah sakit. Ketika sampai disana, Sebastian terlihat menunggu disamping ranjang Rosse. Dia menunggu Rosse bangun.


Sebastian menerima bungkusan tersebut dan menuju kamar mandi. Setelah selesai berganti pakaian , dia pun keluar dari kamar mandi.


Rico menemani Sebastian di VVIP. Itu adalah kamar yang biasa digunakan oleh Sebastian. Ruangan itu di khususkan untuk nya. Karena rumah sakit itu adalah milik keluarga Leman yaitu ayah Sebastian. Dia membuat rumah sakit itu untuk membantu orang-orang yang kurang mampu. Dan juga melayani seluruh kalangan masyarakat. Mereka memiliki dokter yang berpotensial di bidang nya masing-masing.


Rico merasa hari ini sama seperti hari saat bekerja. Hanya dia tidak disibukkan dengan urusan kantor. Di sini dia hanya menemani Sebastian.


" Tuan, apakah tuan sudah makan? " Rico mengingatkan.


Sebastian baru tersadar bahwa dia melewatkan makan siangnya "Kamu pergi lah, belikan makanan untuk ku, " Perintah Sebastian.


"Tuan mau makan apa? " Tanya Rico.


"Apa saja yang penting membuat kenyang, " jawab Sebastian.


Ketika Rico akan keluar, saat membuka pintu. Sonya sudah berada diluar, membawa kotak bekal bertingkat. "Maaf tuan, saya ingin memberikan makanan ini, " Ucap Sonya.

__ADS_1


Rico memandang ke arah Sebastian "Siapa? " Tanya Sebastian


"Sonya tuan, dia membawa makanan yang dikirim oleh Oma, " Ucap Rico.


"Biarkan dia masuk ," perintah Sebastian.


Sonya pun masuk kedalam , dia meletakkan makanan dimeja " Saya pamit dulu tuan. Supir sedang menunggu diluar, " Sonya pun pergi .


"Tunggu, " panggil Sebastian.


"Ada apa tuan. "


"Nanti sore, kamu kesini. Temanin Rosse untuk malam ini, " perintah Sebastian.


"Baik tuan, " jawab Sonya.


"Sekarang pergi lah. "


Sonya pun pergi meninggalkan ruangan tersebut. Rico kembali masuk kedalam. Dia tidak jadi membelikan makanan untuk tuannya.


"Rico, besok kamu yang tangani masalah dikantor. Mungkin saya tidak akan datang besok. Melihat kondisi Rosse." Jelas Sebastian.


" Baiklah tuan, " Jawab Rico.


Rico melihat perubahan pada majikan nya tersebut "Apa mungkin tuan menyukai gadis ini? " fikir nya.


Dia menatap ke arah Sebastian.


Malam hampir tiba, Sonya sudah tiba disana. Dan Rico belum lagi diperbolehkan pulang.


"Sediakan saya pakaian untuk malam ini, " Ucap Sebastian.


" Baik tuan, " Rico dengan cepat langsung berdiri dan pergi membelikan pakaian untuk tuannya. Dari mulai pakaian dalam sampai luaran . Serta alat kebersihan lainnya yang dibutuhkan oleh Sebastian.

__ADS_1


__ADS_2