BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 82.


__ADS_3

Setelah seminar berakhir,Sebastian berjalan keluar dan disusul oleh Rico. Ketika di parkiran,Ayana menghampiri mereka. "Hai...lama tidak bertemu..!" sapa Ayana.


Sebastian hanya terpaku memandangi wajah gadis yang pernah menjadi kekasih hatinya.


"Ayana...sudah lama tidak bertemu..!" sambut Rico.


"Bisa jumpa disini,seperti suatu kebetulan...!" ucap Ayana.


"Iya,kami sedang ada proyek kerja sama disini. Dan Tuan Sebastian dipinta untuk datang..!" jawab Rico lagi.


"Hallooo...tuan Sebastian..!" Ayana memanggil Sebastian. Karena merasa bosan,dari tadi hanya Rico yang menjawab pertanyaan nya dan dia tidak mengharapkan itu.


Fikiran Sebastian menjadi buyar,dia tersentak oleh suara Ayana yang sedikit agak tinggi.


"Ah...iya. Apa kabar kamu?" tanya Sebastian.


"Saya baik-baik saja..!" jawab Ayana.."Kebetulan kita ketemu disini..!" imbuh nya.


"Iya,kami ada sedikit pekerjaan.!" jawab Sebastian.


"Ngomong-ngomong,apa kita disini terus. Kenapa kita tidak cari tempat untuk ngobrol.!" ujar Ayana.

__ADS_1


Mendengar ajakan Ayana,awalnya dia mau. Sekelibat bayangan wajah istrinya menjelma. Sebastian menjadi mentah untuk pergi bersama Ayana.."Maaf,kami masih ada kerja lain. Kami tidak bisa berlama-lama.." ucap Sebastian.


Mendengar ucapan Sebastian,hati Ayana seperti merasa sakit tak berdarah. Dengan wajah menanggung malu karena ditolak,Ayana hanya bisa tersenyum pahit.


Semenjak Sebastian berbicara,Rico memilih diam. Ketika Sebastian dengan halus menolak ajakan Ayana,Rico merasa senang tanpa ekspresi. Dari awal dia tidak menyukai Ayana. Dia adalah wanita sombong yang hanya bermodalkan tampang dan kekayaan tapi tidak dengan hati.


"Baiklah nona,kami harus pergi sekarang. Terima kasih atas ajakannya." ucap Rico dengan nada mengejek.


Sebastian dan Rico masuk kedalam mobil. Sebastian duduk di bangku belakang,sementara Rico disamping supir "Jalan pak..!" kata Rico.


Supir pun menjalankan mobil nya,meninggalkan Ayana yang hanya bisa melihat kepergian mereka.


Dalam hatinya kesal luar biasa. Ayan masih menyukai Sebastian,karena Sebastian adalah lelaki dambaan banyak wanita.


Sebastian teringat kembali pada istrinya. Semenjak di negara H,tak sekali pun dia menghubungi istri ataupun Oma.


Dia keluar ponsel nya,karena di negara nya sekarang lagi malam. Sebastian hanya mengirim pesan singkat . Dia tunggu balasan,tapi tidak kunjung datang. Dia pun kembali menyimpan ponsel nyadia sadar karena Rosse tengah tidur.


Sebastian dan Rico sampai di rumah sewa. Merasa hari ini begitu berat san lelah. Sebastian memilih masuk kedalam kamar. Dia ingin beristirahat didalam. Ketika meletakkan ponsel nya "Ting..!" suara pesan masuk. Segera Sebastian membuka pesan itu. Ternyata balasan dari Rosse,yang mengatakan rindu dan Sebastian telah melupakan nya karena tidak menghubunginya.Sebastian pun menekan nomor di ponsel nya dan menghubunginya.


Orang itu adalah istrinya "Hallo...Maaf karena tidak memberi kabar.!" ucap Sebastian.

__ADS_1


"Kenapa sampai lupa,Oma gelisah menunggu telepon mu..!" alasan Rosse.


Sebastian tertawa mendengar ucapan Rosse,yang alasan nya seperti anak-anak. "Apa hanya Oma saja yang merindukan ku. Ternyata istri ku tidak mencintaiku..!" ucap Sebastian.


"Iya...iya. Selain Oma ,aku juga rindu." Rosse mengaku.


"Hahahaha...!" suara tertawa Sebastian.


"Kenapa tertawa,emang ada yang lucu..? " Suara Rosse berubah karena tertawa Sebastian.


"Tidak...tidak... Maaf!" Jawab Sebastian.


Mereka pun berbicara ,meluahkan isi hatinya yang sempat membisu beberapa hari.


"Kenapa kami belum tidur..?" tanya Sebastian.


"Tadi tidur,kembali terbangun karena suara pesan masuk..!" jawab Rosse.


Setelah berbicara satu jam lebih,Rosse mulai merasakan kantuk kembali "Sudah dulu ya teleponnya,aku mau tidur lagi nih..!" ucap Rosse.


"Baiklah,selamat malam..!" ucap Sebastian.

__ADS_1


Telepon pun berakhir.


__ADS_2