BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 23.


__ADS_3

Pagi tiba, Rico bangun dan bergegas mandi. Dan memakai pakaian yang rapi.Dia berjalan ke parkiran dan menuju kerumah Sebastian.Dia menunggu di ruang tamu. Sebastian pun turun menuju meja makan. Begitu juga dengan Rosse,sudah berada dimeja makan . Sebastian tidak bicara sepatah kata pun. Setelah makan,dia segera menuju keluar. Rico yang menunggu pun berdiri,setelah melihat kedatangan tuannya.


Sebastian terkejut melihat wajah Rico bengkak dan merah. Dia menertawai asistennya itu "Wajah mu kenapa? " Tanya Sebastian sambil tertawa.


Rico menunduk malu "Saya tidak apa-apa tuan, " Jawab Rico. Didalam mobil, Rico menutupi bibirnya yang bengkak. Sebastian memandangi dari belakang dan merasa tak percaya. Rico seorang yang ahli bela diri dan terbaik di kelasnya bisa juga mengalami babak belur. Sebastian tak bisa menahan untuk tidak tertawa. Rico menjadi malu. Sesampainya nya didepan perusahaan,Sebastian keluar dari mobil. Rico mengambil sapu tangan yang berada di saku celananya dan berjalan sambil menutupi bibirnya.


Mereka tiba didepan pintu ruangan sebastian. Seperti biasa, sebelum masuk Diana akan menyapa mereka. Ketika dia berdiri, tak sengaja sebastian melihat wajah diana seperti ada bekas tamparan. Sebastian semakin heran, ada apa dengan mereka. Didalam ruangan nya. Sebastian melepaskan rasa tertawa nya " Ada apa dengan kalian berdua?" Tanya Sebastian.


Rico hanya menunduk "Hanya sebuah kecelakaan biasa tuan. " Jawab Rico.


Karena tidak mendapat penjelasan dari Rico,maka Sebastian menghentikan pertanyaannya.


"Kamu boleh keluar, " Perintah Sebastian. Rico pun berjalan keluar dan menutup kembali pintu. Melalui telepon yang ada di meja nya, Sebastian memanggil Diana agar masuk.


Diana pun masuk keruangan Sebastian " Duduk la," mempersilahkan.


Diana pun duduk di sebuah kursi didepan meja kerja Sebastian.


" Apa ada yang ingin kalian jelaskan? " Tanya Sebastian. Membuat Diana merasa terpojok.


"Maaf tuan ,tentang apa? " Tanya Diana polos.


"Kenapa kalian berdua memiliki luka disaat yang sama? " Tanya Sebastian.


Diana terdiam sejenak " Saya bertengkar dengan pacar saya tuan. Dan tuan Rico datang ketika kami lagi ribut ditepi jalan." Jelas Diana.


"Kenapa bisa ada dia disana. Apa kalian memiliki hubungan sebelumnya? " tanya Sebastian lagi.

__ADS_1


" Kami tidak memiliki hubungan apa pun tuan. Tuan Rico disana karena dia baru selesai makan malam. Dan tanpa sengaja membantu saya dari kekerasan yang di lakukan oleh mantan pacar saya tuan," Jawab Diana.


Sebastian pun sudah faham dengan masalah mereka.


Matahari sudah di atas kepala, sebuah truk besar berhenti didepan kediaman Sebastian. Beberapa orang pria turun dan mulai menurunkan barang-barang. Mereka adalah para kontraktor yang dipilih oleh Sebastian untuk membuat rumah kecil buat Rosse.


Sebastian terlihat baru tiba di rumah. Dia menghampiri para pekerja "Tolong buat sabgus mungkin," pinta Sebastian.


"Baik tuan, " Jawab Para pekerja tersebut.


Setelah memastikan semuanya "Rico, ayo kekantor," Ajak Sebastian.


Rico menuruti Sebastian dari belakang. Mereka pun kembali ke perusahaan.


Para pekerja melakukan pekerjaan nya. Ketika hari sudah mulai sore. Terlihat beberapa bagian belum selesai. Arsitek mulai panik, karena janji nya akan siap dalam sehari.


Sebastian menerima pesan gambar. Dan melihat dari setiap sisi nya. Dia merasa puas dengan itu.


Matahari sudah tenggelam, Sebastian kembali kerumah. Dia berjalan menuju rumah kaca, dia melihat setiap sudut. Masih kosong, tinggal mengisi alat yang di butuhkan oleh Rosse nanti nya .


Sebastian berjalan keluar. Ketika menutup pintu, dia mendengar sebuah suara dari atas rumah kaca. Dia tidak berfikiran buruk masalah suara itu. Dia manganggap suara itu biasa saja.


Dia pun masuk kedalam rumah tanpa memeriksanya. Didalam kamar Sebastian meletakkan tas dan ponsel nya . Dan juga membuka pakaiannya untuk mandi.


Dibawah para pelayan mulai menyiapkan makan malam . Sonya memanggil Rosse, dia keluar dari kamar. Mereka pun berjalan menuju ruang makan.


Rosse menunggu dengan tenang. Akhirnya Sebastian pun turun. Mereka pun makan bersama. Pak Seno seperti biasa. Tetap setia berdiri menunggu majikan nya sampai selesai makan. Dan sekarang dia harus melayani Rosse.

__ADS_1


Acara makan malam sudah berakhir "Rosse ikut saya ke ruang depan , " minta Sebastian.


Rosse menghentikan langkahnya yang sebelum nya ingin kembali kekamar nya.


Dia berjalan menuruti langkah kaki Sebastian yang masih bisa dia dengar.


Sebastian memegang kedua bahu Rosse. Rosse tersentak , Sebastian mendudukannya di sofa.


Kemudian dia pun duduk "Rosse, saya ingin memberitahu kamu. Saya telah membuat rumah kecil untuk mu. Agar kamu bisa melakukan apa yang kamu mau. Dan menghilangkan semua kebosanan mu, " Jelas nya.


Rosse tersenyum " Terima kasih tuan atas kebaikan tuan, "Balas Rosse.


Sebastian tak membalas ucapan Rosse. Dia mengambil sebuah buku yang berada di atas meja didepannya dan membuka halaman demi halaman.


Tidak mendengar suara Sebastian lagi berbicara dengan nya, Rosse pun berdiri. Dia berjalan meninggalkan Sebastian. Dia merasa Sebastian terlalu dingin untuk di ajak bicara. Jadi tidak ada gunanya berlama-lama duduk bersama nya.


Sebastian hanya melihat kepergian Rosse. Dia sengaja berbuat seperti itu, agar Rosse bisa mengerti untuk pergi sendiri tanpa di ucapkan. Rosse membuka pintu dan mengunci nya. Tak terasa air mata nya jatuh membasahi pipi nya "Ada apa dengan ku, kenapa aku bisa sedih? " fikir nya .


Sebastian yang tidak ingin berlama-lama duduk di luar memilih untuk masuk kedalam kamar. Dia berbaring di atas ranjang. Itu adalah hal yang sangat menyenangkan setelah bekerja seharian.


Berbaring sambil bermain dengan ponsel, membuat nya mulai mengantuk. Sebastian meletakkan ponsel nya di atas meja disamping tempat tidurnya .


Dan memejamkan matanya.


Sementara Rosse yang berada didalam kamar, masih menunjukkan tanda-tanda ada nya aktifitas manusia . Lampu masih menyala dan dia masih mengerjakan rajutan nya dengan benang yang hampir habis. Dia ingin menghabiskannya malam ini juga, tapi matanya mulai lelah. Berusaha agar tetap terjaga, tapi tidak bisa melawan.


Akhirnya dia pun kalah. Diletakkan nya peralatan rajutnya di dalam sebuah kota.Sebelum tidur, dia menuju kamar mandi. Dia membersihkan wajahnya dengan air dan sabun. Setelah selesai, dia ambil sebuah handuk kecil dan mengeringkan wajah nya. Setelah merasa cukup, dia berjalan kembali ke tempat tidur nya dan meraba tepian meja yang tak jauh dari ranjang. Setelah memastikan posisi nya sudah tepat. Dia membuka laci meja tersebut, dan mengambil sebuah botol. Dia membuka tutupnya dan menuang kan isi nya ketelapak tangannya sedikit. Dia kembali meletakkan botol itu . Rosse mengusap kedua telapat tangan nya dan mengoleskan nya ke wajah. Itu adalah perawatan wajah nya, yang dia racik sendiri dari bahan-bahan yang dia tanam bersama nenek nya sewaktu hidup. Setelah selesai dia pun tidur.

__ADS_1


__ADS_2