BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 42


__ADS_3

Hanya beberapa menit, wanita itu sudah membuat Rosse terlihat berbeda " Baiklah tuan, saya sudah selesai. Sebastian menoleh kebelakang, dan alangkah terkejutnya dia. Rosse terlihat cantik dengan riasan natural, tapi masih memperlihatkan sisi alami Rosse. Sebastia mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikan nya pada wanita salon . Mata nya terbelalak melihat uang itu " Tuan, ini terlalu banyak, " ucap Wanita itu.


Sebastian tidak menjawab sama sekali, Rico ada menghampii. "Tuan, apa kita sudah bisa pergi sekarang? " Tanya nya.


"Baiklah, " jawab Sebastian.


"Baiklah nona, kami akan pergi sekarang. Terima kasih atas bantuan nya! " Ujar Rico dan mempersilahkan wanita itu kelaur.


Sebastian kembali pindah ke bangku belakang. Rico mulai menghidupkan mobil dan menuju konser tersebut. Sepanjang perjalanan , Sebastian selalu memperhatikan ke arah Rosse. Dia merasa kagum dengan Rosse yang terlihat cantik dengan polesan. Tapi dia tidak berani mengungkapkan itu.


Mobil pun sampai di depan gedung konser. Rico keluar dan membuka pintu untuk majikan nya. Sebastian keluar lebih dulu, dia mengulurkan tangan dan memegang tangan Rosse.Seketika jantung Rosse seperti mau melompat.Dengan perasaan malu bercampur deg-degan. Dia pun keluar dari mobil. Sebastian terus memegang tangan nya, agar tidak terjatuh atau melanggar sesuatu. Ketika menaiki tangga, Sebastian mengarahkan setiap langkah yang akan dia ambil. Pandangan Rosse hanya tertumpu ke bawah. Tidak ingin orang-orang mengetahui kekuarangannya.Sebastian terus membawa nya melewati penjaga dan menunjukkan tiket VVIP nya. Seorang palayan mengantarkan mereka ke sebuah ruangan. Dari sana mereka leluasa melihat konser itu. Dan tidak berbaur dengan penonton lain nya.


Sebastian tak melepaskan pandangan dari wanita yang ada didepannya.


Sudah mejelang saatnya panggung di mulai. Para pemain mulai memasuki panggung dan menempati tempatnya masing-masing.

__ADS_1


Terdengar sebuah kata-kata sambutan yang di ucapan Dirigen. Setelah mengakhiri kata sambut, terdengar musik mulai bergema. Dari suara yang halus sedikit demi sedikit mulai meningkat. Alunan musik itu terdengar indah ditelinga Rosse. Dengan mendengar dia bisa menikmati musik itu, tanpa perlu melihatnya. Terlihat tangan Rosse sedikit bergerak menurut kamu irama. Dia bisa membaur dengan musik yang dia dengar.


Musik orkestra adalah musik yang selalu didengar oleh Rosse melalui ponsel nya dengan menggunakan headset.


Dia tersenyum mendengar musik itu mengalun merdu. Sebastian tidak menyangka, bahwa Rosse terhanyut dalam alunan musik tersebut .


Satu jam menikmati pertunjukkan, Rosse merasa tu sudah lebih dari cukup "Tuan, kita lebih baik pulang saja. Saya merasa sudah cukup senang mendengar nya, " Jelas Rosse.


Sebastian merasa heran dengan Rosse. Dia menyukai musik itu, tapi sudah ingin mengakhiri. Sebastian pun berdiri " Ayolah, kalau kamu sudah ingin pergi, " Ucap Sebastian.


Sebastian menuntun jalan nya. Sebastian mengeluarkan ponsel nya " Hallo Rico, kami akan keluar sekarang, " Ucap Sebastian.


Sebastian dan Rosse berjalan dengan berpegangan tangan. Mereka terlihat seperti pasangan serasi.


Ketika di pintu masuk, Rico menyambut mereka dengan membuka kan pintu mobil. Mereka pun segera pergi meninggalkan gedung konser tersebut.

__ADS_1


Di perjalanan mereka tidak berbicara satu sama lain dan " Krruuukkkkk.....! " Terdengar suara perut Rosse dan memegang perutnya. Dia berpikir bahwa suara itu tidak akan terdengar oleh Sebastian. Ternyata mata Sebastian sudah dari tadi memandanginya, tapi tetap diam.


Dengan isyarat , dia memberitahu Rico untuk singgah ke sebuah restoran.


Rico hanya mengangguk, dan mencari sebuah restoran.Dia melihat sebuah restoran Jepang dan menuju kesana. Sebastian keluar dan Rosse juga. Mereka berjalan menuju kedalam restoran. Seorang pelayan mendekati mereka " Selamat datang tuan dan nona. Mari ikut saya, " Minta pelayan tersebut.


Mereka mengikuti langkah pelayan itu. Sampai mereka di sebuah ruang yang tak terlihat besar. Memiliki sebuah meja bulat, khas Jepang "Silahkan masuk tuan, " Pelayan mempersilahkan.


Sebastian dan Rosse, masuk kedalam ruangan itu. Mereka duduk tidak menggunakan kursi atau sofa. Tapi beralas kan sebuah bantal tipis dan sedikit lebih lebar. Rosse duduk dan menunggu. Terlihat tiga orang datang mendekat dan membawa makanan . Mereka meletakkan makanan itu satu persatu. Rosse mencium bau harum dari makanan yang ada didepan nya.Dia pun menyadari, bahwa Sebastian membawa dia kesebuah restoran. Rosse merasa senang, selain bisa mengisi perutnya yang sudah lapar. Dia juga bisa menikmati sebuah makanan asing. Dia mengetahui bahwa makanan yang ada didepan nya , bukanlah seperti makanan yang dia nikmati selama ini.


" Makan lah selagi hangat, " Ucap Sebastian.


Beberapa makanan berada didepan Rosse, untuk memudahkan dia mengambil makanannya. Rosse tidak menemukan sendok di piringnya , yang ada hanya dua sumpit. Dia meletakkan sumpit itu "Ruang, apa boleh saya menggunakan tangan? " Tanya Rosse. sedikit malu.


" Tidak apa-apa. Disini tidak ada yang melihat, hanya kita berdua." Ucap Sebastian.

__ADS_1


Rosse pun merasa itu sesuatu yang baik. Tidak perlu memikirkan pandangan orang. Rosse mengambil susi yang ada didepan nya. Dia mendekatkan piring susi tersebut. Dan dengan mudah menyuapkan kemulutnya satu persatu. Dia tanpa segan dan malu, menikmati setiap hidangan yang ada didepannya. Sebastian tersenyum melihat kepolosan Rosse yang tampak seperti anak kecil.


__ADS_2