
Siang itu,Rosse keluar dari kamar. Dia meminta pada Sonya untuk dibawakan buah segar. Sonya bergegas kedapur dan membuka lemari pendingin. Dia mengambil beberapa macam buah-buahkan dan membersihkannya. Setelah selesai,Sonya pun menghampiri Rosse "Ini Nona buahnya..!" ucap Sonya.
"Sonya,bisakah bantu saya bawakan buahnya keatas..!" pinta Rosse.
"Baik lah Nona," Sonya pun jalan beriringan dengan Rosse " Kenapa Nona hari ini tidak makan sama sekali?" tanya Sonya.
"Saya tidak berselera...!" jawab Rosse.
"Kalau tuan bertanya,apa yang harus kami jawab?" tanya Sonya lagi.
"Saya yang akan menjawab,kalian tidak usah risau..!" pungkas Rosse.
Setelah meletakkan piring buah tersebut,Sonya pun kembali keluar.
Dikamar,Rosse hanya memakan beberapa potong buah saja. Dia tidak miliki selera dengan makanan apapun. Hanya minum yang saat ini membuat dia kenyang.
Saat siang hari,Oma ingin sekali ngobrol dengan Rosse " Susan,panggil Rosse kebawah. Oma ingin teman bebicara," pinta Oma.
"Baik Oma..!" jawab Susan dan melangkaglh keluar.
"Tok...tok...tok....!" terdengar suara ketukan diluar kamar Rosse.
"Siapa..?" tanya Rosse.
"Saya Susan.!" jawab Susan.
Rosse berjalan membuka pintu "Ada apa..?" tanya Rosse.
"Oma meminta untuk berjumpa dengan nona.." ucap Susan.
"Baiklah," jawab Rosse.
Rosse dan Susan sama-sama menuju kebawah.
Mereka berjalan kekamar Oma "Tok..tok..tok..!" suara ketuka dipintu kamar.
"Masukkan lah..!" jawab Oma.
Rosse pun masuk kedalam kamar Oma. Sementara Susan meninggalkan mereka. "Ada apa Oma..?" tanya Oma.
"Kami baik-baik saja kan sayang..?" tanya Oma.
"Saya baik-baik saja Oma...!" jawa Rosse.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak makan dari pagi..?" tanya Oma.
"Saya tidak berselera Oma. "
"Kalau kamu tidak makan,kamu bisa sakit dan Sebastian bisa marah pada semua pelayanan yang ada dirumah ini..! "
Mendengar kata-kata Oma,Rosse merasa takut kalau-kalau Sebastian marah nantinya.
"Saya akan makan nanti Oma. Tidak usah khawatir..!" ucap Rosse.
Oma tersenyum setelah mendengar ucapan Rosse. Mereka pun berbincang-bincang panjang lebar. Sampai lah terdengar suara mobi,Oma melirik jam di dinding. Masih terlalu awal untuk Sebastian kembali dari kantor."Mungkin itu Sebastian.." ujar Oma.
Rosse bangkit dari duduk nya dan berjalan keluar beriringan dengan Oma dan Susan.
"Hallo Oma.....!" sebuah suara,tapi bukan Sebastian.
Rosse tahu itu bukan suara Sebastian. "Oma tercinta,sudah lama tidak berjumpa. Apa kabar Oma..?" tanya seorang pemuda.
"Edrik....Sudah lama tidak berjumpa. Sudah semakin dewasa cucu Oma sekarang..! " ujar Oma.
...****************...
Edrik adalah cucu Oma dari kerabat dekat yang berada di negara S. Bersepupu dengan Sebastian.
...****************...
"Ini Rosse..!" jawab Oma tanpa penjelasan.
Rosse mengulurkan tangan "Saya Rosse..! " ucapnya
Edrik menyambut tangan Rosse,Edrik memandangi Rosse dengan tidak percaya. Wanita cantik yang berada didepannya itu tidak bisa melihat. Karena tangannya tak kunjung dilepaskan. Rosse pun menarik tangannya. Itu membuat Edrik tersadar dari lamunannya dan melepas tangan nya.
"Maaf,saya tidak sengaja..! " ucap Edrik.
"Oma,saya mau ke kamar dulu.!" Rosse pamit.
"Baiklah,nanti kita jumpa saat makan malam.!" ucap Oma.
Rosse berjalan meninggalkan Oma dan Edrik. Sepanjang mata Edrik melihat Rosse,dia terus memandangnya sampai hilang di antara anak tangga.
"Oma,siapa wanita itu. Apakah dia orang spesial?" tanya Edrik.
"Ya..dia spesial. Dia istri Sebastian." jawab Oma.
__ADS_1
Edrik terperangah tidak percaya dengan jawaban Oma. Sebastian yang dia tahu hanya sekali seumur hidupnya pernah memiliki kekasih tapi di hianati.
Satu jam lebih Edrik berada disana. Mereka mendengar suara mobil datang "Itu Sebastian,dia pasti senang melihat kedatangan mu.!" ujar Oma.
Edrik bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju pintu utama "Hai sepupu dingin ku..!" sebutan Edrik dari kecil untuk Sebastian.
Melihat kehadiran Edrik,Sebastian tersenyum dan mereka berpelukan satu sama lain. "Sudah lama rasanya kita tidak berjumpa..! " seru Sebastian.
"Hai Rico,kenapa terlalu tegang. Senyum sedikit. " rayu Edrik.
Rico tersenyum kecil dan kembali masuk kedalam mobil. Sebastian dan Edrik berjalan menuju ruang tamu. "Duduk lah dulu." ucap Sebastian. Mereka pun berbincang-bincang tentang kehadiran Edrik dikota itu.
"Kenapa sekarang kamu baru datang kesini?" tanya Sebastian.
"Keluarga kami memiliki sebuah bisnis disini,dan papa ingin saya yang mengelolanya. Saya belum siap untuk itu. Ada beberapa hal yang masih harus saya pelajari. " jawab Edrik.
"Kamu tinggal dimana?" tanya Sebastian.
"Saya membeli sebuah apartemen,tak jauh dari perusahaan papa." jawab Edrik.
"Baiklah,saya ke kamar dulu. Kamu makan malam disini saja. Oma pasti senang. " Pinta Sebastian.
"Baiklah,saya akan tunggu kamu turun." ucap Edrik.
Sebastian pun meninggalkan Edrik sendiri diruang tamu. Karena merasa bosan ,tidak ada teman untuk bicara. Edrik berjalan keluar,menyusuri halaman dan taman yang ada disana. Dia melihat rumah kaca yang didalamnya ada beberapa jenis tanaman yang berbunga indah. Sekedar melihat tidak berkeinginan untuk masuk. Kembali berjalan menuju halaman depan.
Didalam kamar,Sebastian melihat Rosse sudah mandi dan terlihat rapi. Tidak lupa wewangian yang khas. Ingin rasanya Sebastian menyentuh wajah lembut Rosse. Tapi itu bukan hal mudah. Mengingat kejadian hari itu.
"Rosse..!" panggil Sebastian.
Rosse yang merapikan rambutnya berhenti seketika,ketika Sebastian memanggil namanya.
"Apa kamu sudah bertemu dengan Edrik?" tanya Sebastian sebagai gimik agar tidak terlalu canggung saat berbicara dengan Rosse.
"Saya sudah jumpa dengan nya tadi,saat bersama Oma," jawab Rosse.
Merasa tidak ada lagi kata-kata yang bisa di utarakannya. Sebastian pun memilih mandi .
Rosse mendengar suara guyuran air dikamar mandi. Dia segera turun kebawah,tak ingin menunggu sampai Sebastian selesai mandi.
Ketika berada di lantai bawah,Edrik yang berada di ruang depan memperhatikan ke arah Rosse berjalan .
"Walau buta,dia terlihat luar biasa. " fikir Edrik.
__ADS_1
Rosse berjalan keluar pintu utama,menuju halaman samping belakang yaitu kerumah kaca. Dia merasa nyaman disana. Apa lagi ada nya orang baru yang tidak dia kenal.