
Dari pertama kali tiba,tidak sekali pun Sebastian meninggalkan Rosse. Dia terus berada di sampingnya. Saat Rosse terbangun,sayup-sayup dia mendengar suara Sebastian.
Melihat Rosse sudah bangun,Sebastian mendekat "Kamu sudah bangun..? " tanya nya.
"Kamu kapan kembali..?" tanya Rosse.
"Sudah dari pagi.!" jawab Sebastian.
"Berapa lama saya tidur..?" tanya Rosse.
"Kamu tidur satu harian." jawan Sebastian.
"Kenapa kamu tidak bangunkan saya..?" tanya Rosse.
"Saya tidak sampai hati,mengganggu bidadari sedang tidur..!" rayu Sebastian.
Mendengar kata-kata Sebastian,Rosse tersenyum.Ketika Rosse ia ingin bangkit,Sebastian memegang tubuhnya dan menyandarkan nya di dada nya.Rosse merasakan hangat seorang suami."Kamu tahu..?" ujar Rosse "Semenjak kepergianmu,aku merasa rindu..! " ungkap Rosse.
Sebastian tersenyum "Kenapa ditelepon kamu tidak mengungkapkan nya.?" tanya Sebastian.
Rosse terdiam,dia ingat dengan berita yang dia dengar .Sebastian menyadari perubahan pada wajah istri nya .Sebastian tidak mengetahui tentang berita dirinya dsn Ayana saat di negara H.
"Ada apa,kenapa kamu diam..?" tanya Sebastian.
"Tidak apa-apa..!" jawab Rosse.
__ADS_1
Sebastian membaringkan Rosse,agar bisa dengan nyaman untuk tidur. Rosse hanya bisa tersenyum tanpa berani berkata.
Sebastian menjaga nya sepanjang malam. Sementara Sonya dan Oma,diperintahkan Sebastian agar pulang.
Sebastian ingin merawat sendiri istri nya. "Deerrrtt...deeerrtt...deerrttt..!" ponsel Sebastian bergetar. Melihat keponsel,itu adalah panggilan dar Rico. Sebastian berjalan keluar kamar dan menerima panggil an itu "Ada apa..?" tanya nya.
"Apakah tuan masih lama disana.?" tanya Rico.
"Ada masalah apa..?" tanya Sebastian.
"Para pekerja,melakukan mogok kerja..!" jelas Rico.
"Kenapa bisa seperti itu..?" tanya Sebastian dengan nada sedikit tinggi.
"Cerita gila apa ini. Siapa yang membuat isu seperti itu..?" tanya Sebastian.
"Saya tidak mengetahui nya tuan..!" jawan Rico.
"Baiklah,besok saya akan kesana..?" jawab Sebastian. Telepon pun berakhir.
Keesokan harinya,ketika Rosse sudah terbangun "Maaf,hari ini saya harus kembali ke negara H. Ada masalah dengan pekerja disana.! " jelas Sebastian.
Rosse merasa kecewa dengan Sebastian.Baru semalam menemaninya,sekarang harus pergi lagi. Rosse tidak menjawab apa pun. Sebastian mengusap tangan Rosse yang terlihat pucat. "Kamu harus segera sembuh,saya tidak akan lama. Ketika kamu sudah sembuh,saya akan memberikan kejutan .!" Ucap Sebastian.
Rosse meneteskan air matanya,Sebastian merasa bersalah melihat nya. "Kenapa kamu menangis..?" tanya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa..!" jawab Rosse.
Sebastian terus mencium kepala Rosse. Dia tahu Rosse menangis,karena kepergian nya. "Saya minta maaf harus meninggalkan mu. Tapi pekerjaan ini juga begitu penting.Rico tidak bisa menanganinya sendiri..!" jelas Sebastian.
Saat siang,Sebastian kembali menuju lapangan terbang. Dia harus segera pergi kenegara H. Setelah masuk,pesawat pun berangkat.
Sebelum pergi,Sebastian menitipkan sebuah kado kepada Sonya.
Setelah Sebastian pergi,Sonya baru memberikan kado itu pada Rosse.
"Nona,tuan berpesan agar saya memberikan kado ini pada nona setelah dia pergi." ucap Sonya dan memberi kan kotak merah kecil ke tangan Rosse.
"Apa ini Sonya..?" tanya Rosse.
"Nona buka sendiri saja.!" pinta Sonya.
Rosse pun membuka kotak kecil itu. Meraba bagian dalam "Apa ini Sonya,seperti kalung?" ucap Rosse.
Sonya mendekati kotak itu dan melihat isinya "Nona benar,itu adalah sebuah kalung emas.Disini tertulis inisial huruf R.Mungkin itu adalah nama nona..! jelas Sonya.
Rosse tersenyum " Sonya,tolong pakai kan keleher ke leher saya..!" pintanya pada Sonya.
Dengan senang hati,melihat Rosse tersenyum.Sonya mengalungkan nya "Kalungnya terlihat indah nona..!" ucap Sonya.
Rosse merasa bahagia,dan untuk pertama kalinya dia mendapat sebuah kado yang begitu berharga.
__ADS_1