BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 10


__ADS_3

""Aku pulang.."" Teriak lantang Bintang setelah membuka pintu utama rumah nyamannya.


Setelah selesai dari rutinitas sekolahnya, Bintang tidak langsung pulang kerumahnya melainkan pergi bersama Biru ke perusahaan Titan ayahnya Biru, guna untuk belajar langsung tentang hal yang berbau bau bisnis dari Om tersayangnya.


""Jangan berteriak, Mama bisa budek."" protes Meca yang lagi duduk di ruang tamu bersama Vero serta dua pria yang berbeda umur.


Bintang melongo mangap, berkedip kedip lucu, saat manik hitamnya menangkap sosok orang yang di rindukannya.


""Om Kemal, Nata."" senang Bintang memeluk kaka dari mamanya dan setelah itu ia menoyor pelan kepala Nata yang seumuran dengannya lalu berhambur dalam pelukannya.


Nata terkikik geli, melihat sepupunya yang tambah hari tambah pendek dari dirinya, ia juga senang melihat sikap Bintang yang tidak berubah selalu ceria dan tak ketinggalan galaknya, selalu tangan entengnya main geprak sana sini kepadanya, semenjak dari ia masih kecil, Nata juga korban dari kegalakan Bintang. Namun tidak berlangsung lama setelah ia pindah ke luar kota tempat kelahiran papanya, Kemal.


""Kenapa kalian baru datang setelah berbulan bulan?"" Cemberut Bintang, pura pura ngambek karena Om Kemalnya sudah lama tidak mengajarinya bela diri, maupun memberi wejangan hal yang berbau asmara dan cara menangani sakit hati jika putus cinta.


Kemal, Casanova tobat itu lah yang mengajari Bintang secara diam diam masalah Asmara.


'Bintang sayang, jika Bintang berpacaran kepada seorang laki-laki manapun. Om kasih tau, jangan pernah memakai hati untuk menjalani cinta monyet mu itu dan jagalah selalu tubuh indah mu, jangan sampai ada yang berani menyentuhnya, jika ada yang kurang ajar maka hajarlah sampai mereka kapok.' seperti itu yang di katakan oleh Om Casanova tobat nya kepada Bintang setelah merasakan patah hati pertama yang berhasil di lakukan oleh Morgan.


""Ahh.. tidak usah di jawab, aku uda tahu jawabannya."" Lanjut Bintang menolak jawaban dari Kemal yang sudah mangap ingin memberi alasan, dan Benar kata Bintang pasti jawabannya, 'Om lagi sibuk ngurusin perusahaan.' Kemal kembali menelan jawabannya, memicing sebal kepada ponakan nakal yang sudah di anggap anaknya sendiri seperti Nata.


""Ayo..Nata kita ketaman belakang aja, Bertemu peliharaan Gilang kembaran mu." Bintang menarik tangan Nata, mengajak pria itu menemui Gilang dan pastinya peliharaan Gilang yang di sebut kembaran Nata.


Meca dan Vero hanya menggeleng dengan sikap Bintang anaknya, yang tiap hari semakin ceria tapi aneh dan unik. sedangkan Kemal tersenyum senang melihat tingkah Bintang yang selalu hangat dari kecil.


*****


Dirumah lain, rumah mewah bernuansa klasik modern dengan warna cat rumah White Grey, lebih tepatnya di rumah mewah milik Aksa.


Rumah yang bagaikan istana yang mempunyai pilar pilar yang begitu kokoh dan besar, ruangan besar serta apa pun serba besar, Mewah. terlihat tidak berpenghuni. hanya seorang Aksa yang duduk di kursi meja makan, meratapi kesepiannya yang di tinggal meninggal oleh mamanya setelah ia di lahirkan ke dunia, mempunyai Papa yang serba sibuk serta dingin terhadapnya. tidak ada kehangatan keluarga di rumah mewah itu, hanya para pelayan yang setia tunduk yang menemaninya tanpa berbicara sebelum di acak berbicara.

__ADS_1


Tidak ada kasih sayang dari seorang keluarga membuatnya bersikap cuek, dingin,datar,kaku, sekali berbicara maka keluarlah kata ketus serta raut wajah yang jutek abis. senyum pun bisa di hitungnya dalam sebulan.


para gadis seumuran dengannya pun enggan untuk mendekat karena takut, dengan sifat Aksa yang kaku dan Dingin. Aksa juga tidak ingin mempunyai kekasih mau pun teman lelaki seperti halnya remaja pada umumnya, Bukannya dia gay atau pun homo, ia lebih nyaman hidup sendiri, karena ia sudah terbiasa dalam kesendirian.


Papa nya yang sebagai pengusaha terkenal membuatnya jarang bertemu dengan beliau, Beliau selalu pergi pagi-pagi dan pulang pun selalu larut malam dan kadang tidak pulang sama sekali membuat Aksa sedih berlarut larut setiap hari setiap waktu.


Aksa hanya bisa tersenyum kecut, serta menertawakan hidup kesepiannya, Aksa juga pengin menjadi anak remaja pada umumnya, di sayang dan di beri kehangatan kasih sayang dari papanya, karena beliau lah keluarga satu satunya dalam hidupnya. namun tidak sama sekali, Bertemu dalam satu bulan saja susah walaupun satu atap apalagi harus duduk santai bersama, bertukar cerita bersama, itu adalah waktu yang selalu di impikan dalam hidup seorang Aksa, mendapat kasih sayang yang hangat.


Seperti saat ini Aksa menikmati hidup ke sepiannya duduk di atas atap rumah mewah nya yang di rancang khusus oleh dirinya.,di buat senyaman mungkin untuk bisa duduk santai, rebahan jika malam tiba bisa menikmati malam sunyi di temani bintang bintang yang berkedip indah nan jauh di atas langit malam.


Angin yang dingin menyapa kulitnya yang masih duduk di atas atapnya dengan sepuntung rokok terselip dijari jarinya, hanya asap dari rokok lah yang menjadi teman hidupnya yang sepi.


""Bunda..? apa kah kamu melihat anak mu yang menyedihkan ini?"" Sedih Aksa menatap bintang sebagai teman curhatnya. berharap sang Bunda bisa melihatnya dan bisa bertemu walau hanya di dalam mimpi yang tidak pernah melihat bagaimana wajah dan rupa sang Bundanya.


****


""Gilang...?"" cari Bintang di taman belakang area bermain adiknya yang tak kalah unik dan nakal.


""Bin..? itu rumah kecil tempat apa terus kenapa ada pohonnya?"" Bingung Nata. karena terakhir ia berkunjung tidak ada tempat itu.


""oww..itu..! itu area berbahaya.! rumah Mumun adiknya Gilang.!"" Celetuk Bintang. sedetik kemudian ia terkikik sendiri. jika Mumun adiknya Gilang auto si Mumun adalah adiknya juga.


""Maksud nya.? adik ?"" Garuk Nata di tengkuknya kaya orang bodoh.


""Ahh..diamlah, nanti juga kamu mengerti, kalau sudah bertemu saudara kembarmu."" Ucap Bintang seraya terkikik geli.


""Kaka, kak Nata."" Gilang keluar dari pintu kayu rumah Mumun dengan seekor monyet di samping nya, Monyet yang lengkap dengan baju mini tenktop berwarna pink, lisptik pink yang tebal menor di bibir Mumun monyet, bedak menor menempel di bulu wajah monyet itu. tak lupa bulu di seluruh tubuhnya, mengkilap habis di salon menggunakan hair dryer entah milik Bintang atau milik Mamanya,Meca.


Bintang dan Nata terdiam dengan mulut melongo, mata tak berkedip menatap monyet peliharaan Gilang.

__ADS_1


Jika Nata kaget karena Monyet itu di sebut sebagai kembarannya, Beda dengan Bintang.


Bintang kaget dengan tenktop dan riasan yang di pakai oleh Mumun monyet. ia terkejut melihat tanktop yang baru di belinya malah berakhir di pakai oleh monyetnya Gilang. dan ia juga yakin alat make up nya pasti juga menjadi korbannya.


""Gilang..hiks..tanktop, lipstik dan Bedak Kaka...huwaaaaa..hiks..hikss..Mamaaaa."


Bintang mengadu menangis Bombay melihat barang nya di pakai Mumun.


Sedangkan Nata sudah tergelak tertawa menahan geli sakit di perutnya.


""yaelah kak, Minjem doang, ntar di balikin, Si Mumun akan ngedait bersama Si Mimin monyet pak RT."" santai Gilang.


""ihhh..najoong.. masa bekas monyet aku pakai sih."" Bintang berhenti menangis alay, bergidik geli jika harus memakai pakaian bekas monyet.


"" asyik..Mun,kita dapat pakaian gratis."" Gilang mengelus bulu tebal si Mumun.


""Gilang? monyet kamu cewek apa cowok?"" tanya Nata penasaran.


Gilang menggeleng, menatap Mumun dengan satu alis terangkat meminta penjelasan atas pertanyaan Nata. namun yang di tatap hanya menggaruk badannya mencari kutu.


""tahu ah..yang penting Mumun akan ngedait bersama si Mimin."" cuek Gilang berlalu pergi.


""Lang...kamu coba deh di raba raba dadanya, jika bulat guedeeeh berarti cewek, dan jika bidan seperti kak Nata berarti cowok tulen."" teriak jelas Nata.


Bintang menatap bagian dadanya, sedetik kemudian ia menoyor kepala Nata yang terkikik terus.


Bersambung...


Biasakan setelah membaca, tinggal kan jejak lalu berlanjut membaca episode berikutnya. thanks..šŸ˜

__ADS_1


Like..komen..hadiah..Vote..dan rate Lima BINTANG.


__ADS_2