
Deg..
Detak jantung Bintang dan Aksa tidak karuan memompa cepat.
Pelukan Aksa berhasil membuat seorang Bintang nyaman serta aman, menghirup maskulin mahal Aksa membuat hatinya berbeda. ia memang mempunyai mantan banyak tapi hanya sekedar mantan tidak lebih menggunakan hati. ibarat kata hanya sebagai teman biasa tidak ada yang spesial. malah lebih spesial Dirgan sahabatnya dari pada mantan mantannya yang dulu. kecuali satu, Morgan.
Aksa pun sama, ia begitu nyaman memeluk Bintang culun, darahnya berdesir hangat. jantungnya berdebar debar tidak seperti biasanya, apa karena baru pertama kali memeluk seorang gadis jadi ia terlihat gugup tapi nyaman. tapi kenapa harus Bintang culun? bukannya banyak cewek cantik yang ingin mendekatinya tapi di tolaknya menta menta.
""Aksa, Bintang?"" Logat pak Togar menggelegar mengagetkan pelukan Aksa ke Bintang. spontan Aksa mendorong pelan tubuh Bintang untuk menjauh.
""Apa yang kalian lakukan? kenapa kalian berpelukan di tempat buku buku yang berserakan, kalau mau berpelukan di tempat romantis!"" Celetuk pak Togar.
""Apa sih pak ? tidak seperti itu, kami tertimpa buku buku karena gara gara Aksa dingin itu."" terang Bintang malu.
Sedangkan Aksa hanya cuek tidak mau berkata apa apa.
""aah..terserah kalian mau berpelukan, tapi setelah kalian di hukum untuk menyusun kembali buku buku itu ke tempatnya, jangan harap bisa selamat dari nilai ku jika kalian tidak mau, termasuk kau Aksa."" Logat pak Togar berani membentak anak yang punya sekolahan.
""eum..iya.."" lesuh Bintang dan di angguki antusias dari Aksa.
""Baik, Bapak guanteeng ini akan pergi."" Pak Togar berlalu pergi dengan pikiran bingungnya terhadap si Aksa.
""Mereka anak yang membingungkan sangat cocok, yang satu, Gadis cantik tapi di buat jelek sendiri mukanya. yang satunya lagi guanteeng tapi dibikin datar mukanya seperti aspal rata. dan tumben sekali anak nakal itu menurut."" Gumam Pak Togar yang mengenal sifat Aksa dan tahu wajah cantik Bintang lewat foto Formulir.
Bintang terlihat cemberut menggerutu, gara gara aksa ia harus berlama-lama di perpus tanpa mendapat ilmu dari buku yang akan di bacanya. ia terus komat Kamit seraya menyusun buku buku yang tebal ke rak kembali.
""ini tuh gara gara kamu, pria dingin."" ketus Bintang, menimpuk kuat lengan Aksa dengan buku tebal.
Aksa mengadu kesakitan. ""Tch, gadis galak."" Cibiknya menatap tajam Bintang.
""Pria datar.""
""Gadis culun.""
""pria kaku.""
""Gadis Tompel Ompooong.""
""iih..biarin..awas saja, jika gadis tompel Ompooong ini membuatmu jatuh cinta, aku pastikan kamu akan ku tolak mentah-mentah."" Celetuk Bintang kesal. lalu menyengir kuda memperlihatkan gigi hitamnya.
Aksa menyentuh pelan pipi tompel Bintang untuk menepisnya, supaya gigi hitamnya tidak terekspos ke matanya. ""Tch..tidak akan ! seleraku tidak serendah pohon toge. jika itu terjadi, maka tragedi besar akan menimpaku."" Aksa tanpa berpikir sudah berucap sumpah untuk hidupnya.
""hati hati jika berbicara pria kaku dingin datar menyebalkan. jaga diri, jangan sampai hatimu menyukaiku, jika terjadi maka tragedi ada di depanmu."" Ketus Bintang mengingatkan.
__ADS_1
""ya..ya..ya..!"" malas Aksa.
""nyebelin."" jutek Bintang
Percekcokan pun terjadi berlangsung lama, hingga Bintang terlalu emosi dan membuat Aksa kembali terdorong olehnya, Buku yang hampir rapih kini kembali berserakan ke lantai dan kali ini Bintang terkena runtuhan buku buku tebal dan alhasil membuat wajah culunnya terkena debu serta kaca matanya terjatuh dan tidak sengaja terinjak oleh Aksa.
""Kaca mata ku."" marah Bintang. menatap tajam Aksa dengan manik tajam kucingnya.
Aksa membalas tatapan mata tajam Bintang, sedetik bersetatap membuatnya kembali merasakan jantungnya berdetak kencang. dengan cepat ia membuang tatapannya ke arah rak buku.
""ini pertama kalinya aku bertemu pria menyebalkan sepertimu, tidak ada manis manisnya."" gerutu Bintang lagi lagi menimpuk Aksa dengan Buku tebal.
""dan ini pertama kalinya juga buat ku bertemu gadis Culun tapi sangat menyebalkan, galak dan kasar."" Aksa benar benar tidak mau kalah berceloteh dengan Bintang, Tapi sangat aneh bagi Aksa sendiri, Biasanya kan ia hanya mengeluarkan suara ketusnya dengan beberapa kata saja, Tapi dengan Bintang, seakan mulutnya seperti seorang gadis cerewet tidak mau diam berkicau terus.
""Merepotkan, menyebalkan, Damn."" Gerutu sebal Bintang meninggalkan Aksa dengan buku buku masih berserakan.
""Culun..Rapiin dulu!"" teriak Aksa tanpa sadar bibirnya tersungging tipis menatap punggung Bintang yang terhadang oleh rak buku buku lain.
****
""Bin..aku tidak bisa mengantarmu pulang."" kata Dirgan karena kekasih bohay barunya minta jalan bareng.
""yaaak.. tidak masalah..your enjoy, Ok."" pengertian Bintang lalu meninggalkan Dirgan dengan kekasih barunya menuju keluar pintu masuk gerbang sekolah.
""pus...pus..pus..""
Dengan sayang Bintang memanggil kucing yang sedang mengendus mencari makan.
""Sini puss, aku kasih somay, kita makan bersama."" kata Bintang. kucingnya hanya diam tidak merespon.
""Bukan puss, eeem..namanya..Bambang saja."" ucapnya. lalu memanggil kucing itu dengan nama Bambang.
""Meow."" kucing itu menyahut menghampiri Bintang karena Indra pengendusnya menangkap bau ikan dari somay punya Bintang.
""Makan yang banyak ya, lihat dirimu, seperti tidak makan satu bulan,kurus kecil,dekil dan kurapan, bulumu sangat jelek."" kritik panjang Bintang mengelus bulu dekil kucing itu yang berada di sampingnya.
""ternyata kamu di sini kucing jelek."" Ucap seorang pria yang tiba-tiba mengangkat kasar tubuh kurapan kucing dekil itu.
""kamu sudah E e di sembarang tempat."" lanjutnya memarahi.
""eeehh..pria dingin, kamu mau apakan Bambang?."" tanya Bintang.
""Bambang?"" Bingung Aksa.
__ADS_1
""Meow."" kucing itu menyahut menatap Aksa dengan mata belekan berkaca-kaca.
""iyaa.. Bambang.. kucing itu namanya Bambang"" jelas Bintang.
""oh Bambang, Aku mau ini."" Aksa membuang kasar kucing itu ke dalam tempat sampah.
""meow...meow..""
""Aksa, dasar pria jahat."" kesal Bintang mengangkat kucing itu dari tong sampah.
""Kucing itu sudah Ee di dalam mobil mahal ku."" terang Aksa. lalu menarik paksa kucing itu di tangan Bintang.
""Jangan Aksa, jika mati gimana?""
""Tidak akan.""
""kasian tahu, dia juga ingin merasakan WC VIP dalam hidupnya."" Celetuk Bintang menganggap mobil Lamborghini mahal Aksa sebagai WC untuk kucing itu.
""Apa kamu bilang? WC?"" Aksa tidak terima jika mobilnya di katai WC oleh gadis culun tapi unik itu.
""eum..!"" santa Bintang.
Aksa menarik kuat kucing itu di tangan Bintang, sedangkan Kucing itu sudah pasrah menjadi tarik ulur oleh kedua remaja aneh.
""Bughh.."" Aksa melempar kasar Bambang ke samping hingga tubuh Bambang terjatuh terlentang.
""Tuh kan..Aksa..mati kan, kan kasian, dia itu tidak punya keluarga, siapa yang akan menguburnya."" kesal sedih Bintang lalu pergi meninggalkan Aksa dan tubuh Bambang.
Aksa tersentak dengan ucapan Bintang tentang keluarga, secara tidak langsung ia tersenyum kecut ternyata ia sama dengan kucing itu.
""Bambang maaf kan Aku, kita sama tidak mempunyai keluarga."" Ucap Aksa mengangkat tubuh Bambang.
""Meow..""
""eits..kau masih hidup."" senang Aksa lalu mengelus bulu kurapan kucing itu.
""Aku akan merawat mu."" lanjutnya menggendong Bambang naik ke mobil mahalnya.
Bersambung..
selalu dukung ššš
Like.. komen.. hadiah..Vote..dan rate lima Bintang š
__ADS_1