
Tak ingin lama lama berlarut mengingat masa lalu, Gadis unik itu berlompat ria ke balkon tengah, milik Biru. mengetok pintu balkon beberapa kali namun tidak ada tanda-tanda penghuni kamar.
""Sih brondong manis.. tidak ada di kamar kali."" lirih nya. lalu berlanjut melompat ke balkon kiri, punya Dirgan.
""Shap.."" Bintang mendarat mulus di balkon kiri.
""Dar..dor..Dar..dor.."" Tanpa etika, Gadis itu mengkuprak kubrak pintu balkon sahabatnya dengan sangat kencang sampai pintu kaca itu mengeluarkan suara ngilu.
""Dirgaaaaahayu....nyuuuk.."" teriaknya tidak sabaran.
Pintu balkon terbuka lebar, menampakan sosok Dirgan yang hanya menggunakan kaos oblong hitam dengan boxer di atas lutut berkarakter Doraemon.
""Nyuk.. ya ampun, kamu seksi gila menggunakan boxer karakter anak kecil, hahaha."" Bintang tergelak terbahak. ""kapan kapan kita belanja bersama, aku traktir Boxer Barbie."" Goda Bintang.
""tch..puas..kamu ? ini itu kerjaan mama ku, gara gara celanaku pada bolong, tante Fina mu membelikan Boxer anak kecil ini."" jelasnya mencibik.
""Hahahaha...Love you, Tante Fina."" Bintang memuji kekonyolan Fina, Tante yang kece abis yang bisa membuat Dirgan semakin terlihat bodoh.
""Ngapain ke sini, minta di cium.?"" Kesal Dirgan melihat Bintang masih terbahak.
""Bughh..""
""aahh.. mendarat lagi kan, tuh tangan minta di ikat."" Lanjut cibik Dirgan saat tangan halus tapi enteng itu menggeprak kepalanya.
""Lagian, mesum melulu ngomongnya, apa kamu mau, aku jadiin mantan sahabat.?"" ketus Bintang. Dirgan menggeleng cepat, ia tidak mungkin bisa jauh dari sahabatnya yang sedari kecil.
""Tapi..Bin..! Ciuman itu enak lho..apa kamu tidak penasaran? atau kamu sudah merasakannya tapi malu untuk mengakuinya? sama siapa? mantan yang mana?"" Dirgan malah menggoda balik, dan lagi lagi kepalanya menjadi sasaran dari tangan Bintang, untung sudah tidak botak lagi seperti waktu kecil dulu, jika botak kan, si Bintang malah menggigitnya di sangka lollipop kali.
""Gue masih suci.. Dirgaaaaahayu, eeh..tidak..Aku sudah mencium Gilang waktu Bayi seluruh wajahnya sampai ke ketek ketek wanginya, tapi sekarang sudah tidak lagi, dia sudah ketularan Mumun, bau monyet.."" Serunya polos sebal, jika mengungkit masalah cium mencium dia ilfil sendiri. jijik..belum saatnya.
""Ya..ya..ya..percaya."" malas Dirgan. pria ciplakan Gion itu terlihat sibuk memilih milih pakaian Hoodie kaya mau pergi.
""Mau kemana ? aku ikut ya.."" pinta Bintang heboh memainkan puppy eyes nya.
Dirgan melirik pintu kamarnya yang tidak ada yang menarik. ""Boleh..tapi jangan ngadu ke mama..papa ku, Aku mau balapan !"" Bisik Dirgan di samping Bintang tapi matanya masih menatap pintu kamarnya, takut mama kerennya tiba tiba masuk.
__ADS_1
""Yaaaak.."" teriak tertahan Bintang saat mulutnya di bekap kuat oleh Dirgan.
""Diam dodol.."" toyor Dirgan di jidat Bintang. ""Aku jepit tuh bibir, Biar tahu rasa.!""
""Mmmm..."" Bintang mengangkuk tidak bisa berbicara, karena masih di bekap.
""haah..aku ikut..""
Dirgan menyerjit alisnya, ""Yakin.."" tanyanya memastikan. Bintang mengangguk manis.
""Yakin apa.?"" Suara dari pintu kamar terdengar ningkrum.
Fina berjalan pelan membawa keranjang kosong tempat baju kotor. menatap silih bergantian anak nakal remaja itu.
""Eh..mama..! bawa apa ma?"" Tanya bodoh Dirgan. sudah lihat mamanya bawa apa, Tapi masih bertanya.
""Bawah cewek bohay."" celetuk Fina yang tahu sifat anaknya penggila gadis Bohay.
""Hahahaha.."" Bintang terbahak, dan spontan Tante beonya menatapnya penuh selidik.
""Bin..tadi yakin Apa.?""
Di belakang tubuh tinggi Fina, Dirgan mengibaskan tangannya, mengkode agar Bintang jangan jujur.
""itu Tan..sih Dirgan yakin akan mencuci pakaian kotornya sendiri."" alasan bodoh Bintang membuat Dirgan menepuk jidatnya berkali kali di belakang tubuh mamanya. masa ia harus jadi bapak rumah tangga.
""wah..bagus jika begitu, nih..cuci yang bersih, di larang menggunakan mesin cuci, pakai sikat gilasan."" Fina memberikan keranjang yang sudah penuh baju kotor itu ke anaknya. dan berlalu pergi dengan senyum merekah di wajah tua tapi masih manis.
""Bintaaaaang.."" kesal Dirgan mengayungkan pakaian kotor ke Bintang.
""Hahahaha."" Bintang tergelak berlari kebalkon, takut terkena timpukan dalaman segetiga kotor Dirgan.
*****
""Wiihh..Angin malam dingin ya nyuk.."" teriak Bintang di boncengan Dirgan.
__ADS_1
Dirgan hanya tersenyum tipis, ini pertama kalinya ia mengajak Bintang ke area balapan liarnya.
""Bruuuumm..Bruuuumm.."" Suara bising knalpot racing terdengar memekik di telinga Bintang yang baru pertama menyaksikan langsung.
Dirgan dan Bintang turun dari motornya. sepasang kaki cowok bertindik di bibir menghampiri mereka.
Dengan mata liarnya, Cowok bertindik itu meneliti tubuh Bintang, yang berbalut celana jeans dan hanya menggunakan Hoodie soft pink, rambut hitam panjangnya di kuncir kuda, simpel tapi mempesona, mata pria manapun yang melihatnya pasti menatap penuh minat.
Dirgan yang melihat itu, memicing tidak suka.dan menarik Bintang untuk mendekat.
""Dia saudara ku.. jangan macam-macam."" Bohong Dirgan. sebagai sesama cowok, ia tahu otak mesum cowok bertindik itu. ahh.. seharusnya ia berpikir 100 kali untuk membawa Bintang ke situ, secara banyak pria lapar saat melihat cewek cantik apalagi tubuh indah Bintang sangat menggoda walaupun di balut pakaian tertutup.
""Wow..santai bro, aku hanya menatapnya, belum membawa dan memakannya."" Celetuk cowok bertindik itu seraya mengelus dagunya dengan lidah keluar membasahi bibirnya menatap Bintang penuh maksud.
Bintang bergidik jijik spontan tangan entengnya menabok kuat mulut lemes itu.""jaga bicaramu.. Bung."" kesal Bintang. Bintang ya Bintang, ia tidak suka jika ada pria yang kurang ajar, apalagi mendapat tatapan mesum seperti itu.
""shiit.. saudara mu sangat galak, Dirgan. aku suka.""
""yaak.."" marah Dirgan memasang badannya di depan tubuh Bintang, untuk menyembunyikannya. dan seakan ia menantang untuk berkelahi saja, tidak untuk balapan.
""hey kalian kenapa?"" lerai pria yang baru datang menghampiri. ""kalian di sini mau balapan, Bukan untuk berkelahi.""
""Tau tuh si Dirgan, emosian, Ayo kita balapan saja."" Cowok itu berseruh namun matanya masih menatap Bintang sekilas lalu pergi menghampiri sekumpulan gengnya.
Bintang menatap punggung cowok kurang ajar itu. ""tch menjijikan."" Umpatnya membatin.
""Gadis cantik galak, kau milikku malam ini, dan aku pastikan si Dirgan tidak bisa menolong mu."" Batin cowok bertindik itu menyeringai dari ke jahuan.
""Bin..jaga diri mu..aku ke area balapan."" Dirgan menatap khawatir ke sahabatnya. ia jadi menyesal membawa Bintang bersamanya. ""Jangan minum apapun di tempat ini, ok, walaupun itu air mineral."" lanjutnya memperingati.
""Santai bos...aku tahu maksud mu... jangan menghawatirkan ku, balapan sana, bawa kemenangan."" Bintang tersenyum manis untuk memberi semangat ke sahabatnya.
Dari kejauhan, tepatnya di atas Moge berwarna putih pinggir trotoar, Aksa memperhatikan Dirgan dan Bintang secara bergantian.
""tch..si Dirgan, memang playboy, selalu Gonta ganti pasangan, kemarinnya si Culun, tadi pagi bersama anak bohay kelas 11 dan malam ini, ganti lagi.. cewek yang terlihat perfeck..""
__ADS_1
Bersambung...
Like.. komen.. hadiah..Vote.