
Bintang berlari kecil memasuki rumahnya setelah turun dari taksi sehabis pulang sekolah.
Membuka pintu utama dengan cepat, ingin segera masuk ke kamarnya untuk mengistirahatkan tubuh serta otak lelahnya.
""Kak Bin..!"" panggil Gilang dari ruang keluarga, Sedang bermain PS bersama seorang pria remaja yang Bintang sangat tidak suka ke datangannya bertamu di rumahnya.
""Yaak..."" Seru sebal Bintang menatap tidak suka ke arah wajah tampan mantannya, Morgan.
""Apa yang kamu lakukan di rumah ku."" kesal Bintang tidak tanggung-tanggung langsung mengeluarkan ke jutekannya.
Morgan diam mematung tidak mendengar kan ocehan Bintang, karena ia sudah biasa dengan sifat buruk dari mantannya itu. ia bingung, kenapa Bintang jadi berpenampilan culun? dan jika benar cewek culun itu Bintang, berarti yang menginjak dan menyenggol minuman kemaren di kantin adalah Bintang juga?
""Apa benar kamu Bintang ? sweetie ku?"" ragu Morgan mendekat dua langkah ke arah Bintang yang sedang berkacak pinggang.
""Sweetie sweetie apanya ? M A N T A N..""
Bintang menekan perkataannya untuk mengingat kan status Morgan yang seenak jidat masih memanggilnya sebutan sayang untuknya.
""Gitu."" Morgan mengeluarkan suara rayuan memelasnya.
""iya.""
""masa.""
""iya.. pergi lah Morgan."" Usir Bintang dengan suara malasnya, ia tidak mau melihat Morgan berlama-lama di rumahnya, walaupun sebenarnya masih ada remang remang rasa sayang untuk mantan yang sudah pernah menyakitinya, katanya.
""Bin.. maaf."" Tulus Morgan.
""Maaf untuk apa.?"" Ketus Bintang.
""Tentang masalah dulu.""
""Aaahh..tahu ahh..Aku lagi tidak mau ngebahas dulu dulu."" Ketus nya. lalu bergegas meninggalkan Morgan menaiki anak tangga.
""Bin... sweetie..Gitu."" Morgan cemberut. Gilang, anak nakal itu terkikik melihat dan mendengar masalah asmara anak remaja.
""Kak Morgan..sini, main sama Gilang saja."" Kata Gilang lalu bergeser dan memberikan Stik PS untuk Morgan dan melanjutkan mainnya yang sempat tertunda.
Gilang anak yang berumur sembilan tahun itu sangat suka dengan mantan kakanya yang satu ini, entah suka dari mananya, tapi setiap Morgan datang kerumahnya pasti tangannya tidak pernah kosong, Morgan selalu membawa kan sesuatu untuk Bintang dan tidak lupa untuk Gilang. seperti saat ini, Morgan membawakan banyak mainan untuk Gilang.
__ADS_1
""Tch..si Gilang, ternyata cuma suka Morgan hanya karena dapat mainan."" pikir Author š
Morgan dengan lesu mengiayakan keinginan Gilang, karena ia juga suka anak kecil, jadi tidak ada Bintang, Gilang pun jadi penghiburnya, siapa tahu ia bisa mengorek kehidupan Bintang dari anak kecil nakal itu, setelah mereka putus, siapa yang sudah mengisi hati mantannya itu?
****
Bintang bermonolog kesal di kamarnya sendiri, dan penyebabnya, kehadiran Morgan yang tiba tiba datang bertamu.
""Kenapa sih,? si Morgan datang lagi di hidupku.? aah.. menyebalkan.!"" Gerutu Bintang. ""Trus..cewek itu kemana?""
Bintang jadi galau sendiri di kamarnya, jika mengingat masa lalunya. kandasnya hubungannya bersama si Morgan membuatnya ada rasa sakit tersendiri di hatinya. pikirannya sekarang melanglang buana ke masa lalunya, lebih tepatnya satu tahun lalu.
Flashback on...
Bintang, polos ceria yang sedang berbunga-bunga itu, terlihat sedang menunggu notifikasi handphonenya di dalam kamar yang bernuansa putih bersih.
Namun sekian banyak chat yang di kirim tidak ada satu pun yang di balas oleh Morgan dan alhasil membuat wajah cantiknya terlihat sedang di tekuk cemberut akut.
Bintang kan orangnya tidak suka jika di cuekin, di diemin, apalagi menunggu, lagian si Morgan kemana? tidak biasanya cowok itu membuat pacarnya sedih, apalagi hari ini, pas hari jadinya satu tahun pas, dan cowok itu sudah janji ke Bintang mau jalan bersama.
Bintang keluar dari rumahnya sudah rapih dengan kasual modisnya, menghampiri Dirgan yang lagi asyik bermain Basket bersama Biru.
""Si cantik ini mau jalan, tapi yang di tunggu tunggu tak kunjung datang, So ! Apakah ada pangeran nyasar mau menemani tuan putri ini untuk bersenang senang.?"" Bintang menatap Dirgan dan Biru secara bergantian. ia berniat mau menghilangkan suntuknya bersama sahabatnya saja, dari pada menunggu Morgan yang mungkin lupa dengan janjinya, mendingan ia jalan bersama sahabatnya.
""Pangeran tuaaaampan...ini siap menemani tuan putri kemana pun yang di inginkannya."" Dirgan berlutut lebay di depan Bintang dengan tangan terulur ke depan seakan akan sedang menyatakan cintanya.
""Hahahaha..Go!"" Bintang tergelak tertawa tiap bersama sahabatnya, menerima uluran tangan Dirgan, lalu menatap Biru dengan satu alis terangkat.
""Biru sayang, mau ikut tidak?"" tanya Bintang.
""Tidak."" sahut Biru tersenyum.
""hmm.. selalu kaku, makanya jomblo terus..!!"" Celetuk Bintang lalu tertawa meledek sepupunya dan pergi meninggalkan Biru bersama pacarnya, Bola basket. Biru sendiri hanya datar, tidak mengambil pusing ledekan sepupunya.
Di jalan, di atas moge Dirgan. "" Bin..? Kita mau kemana?"" Tanya Dirgan ke Bintang yang berada di boncengannya. ""Trus..si Morgan ke mana..?"" Lanjutnya berteriak, seakan yang di ajak bicara seperti orang tuli.
"" Bughh.. suara kamu merusak gendang telingaku..nyuk..!"" Bintang enteng tangannya, menimpuk Kepala Dirgan yang terbungkus oleh helm.
""Aku tidak tahu si Morgan kemana? di hubungi juga cuma di read doang tidak di balas."" Lanjutnya sedih, lalu menyandarkan kepalanya di bahu sahabatnya dengan tangan melingkar berpeluk erat, takut jatuh kali.
__ADS_1
""Bruuuumm.."" Dirgan menambah ke cepatan laju Mogenya, membuat Bintang terkaget.
""Bin...pegangan yang kuat..kita kejar motor yang ada di depan."" Jelas Dirgan.
Bintang langsung mendongak lurus lurus, menyipitkan mata kucingnya.
""Motor Morgan? cewek?"" Gumamnya. Hati Bintang sudah resah, pikirannya sudah negatif, melihat kekasihnya berboncengan mesra dengan gadis lain, padahal ia sendiri berboncengan mesra bersama Dirgan.? jadi ia, sedikit masih maklum, siapa tahu itu cuma temannya. pikirnya.
Dirgan masih mengejar laju motor Morgan yang sedikit jauh di depan, karena ia sangaja, masa nguntit dekat dekat, ketahuan dong nantinya.
Setelah beberapa menit, Motor yang di kuntit Dirgan, masuk ke area perkomplekan yang cukup mewah, dan Bintang tidak asing dengan kompleks ini, ini adalah kompleks rumah teman satu kelas Morgan, Naomi.
""Oh...shit..Damn."" umpat Bintang. Hatinya yang sudah negatif berubah menjadi sakit teriris, melihat langsung dengan mata kepalanya, pacar pertamanya berciuman bersama gadis lain di depan gerbang.
""eh..Bin..mau kemana?"" tanya Dirgan saat sahabatnya itu langsung turun.
""Mau bermain."" Sahut Bintang sebal, lalu menghampiri orang yang lagi romantisan di depan sana.
""hmm..kambuh deh..galaknya."" Gumam Dirgan. ia juga sebenarnya geram dengan cowok yang bermain-main menyakiti hati sahabatnya. namun ia hanya menonton saja tidak mau mengurusi urusan pribadi Bintang.
Bintang menepuk kasar bahu Morgan dari belakang. Morgan reflek menoleh dengan ekspresi sangat terkejut. ""Sweetie."" ucapnya tersenyum manis, tidak ada rasa salah di muka Morgan dan itu membuat Bintang semakin geram.
""Hai Bin.."" cewek yang ada di samping Morgan malah menyapa ramah. membuat Bintang semakin bodoh, Bingung.
""Bughh.. Bughh.."" Tanpa berbicara sedikit pun, Bintang langsung mendaratkan Bogeman tangan halusnya tapi menyakitkan itu di perut Morgan berkali kali.
""ini hadiah hari jadi kita, dan kita PUTUS."" ucapnya gemetar, Bintang menahan rasa sesak dan tangisnya, ia tidak mau terlihat lemah di depan orang yang sudah menyakitinya.
""Putus."" shock Morgan. cowok itu mematung tidak mengindahkan sakit terkena Bogeman dari kekasihnya. ""apa Bintang melihat.. arrhh.."" Gumamnya.
""Bin.. Sweetie..tunggu..tadi hanya salah paham."" Morgan berteriak berlari mengejar laju motor Dirgan yang sudah jauh dan pasti Bintang tidak mendengarnya.
Flashback off...
""Nyebelin Lo.. Morgan.."" Sedih Bintang meneteskan kristal beningnya di sudut matanya, entah kenapa jika ia kembali mengingat itu, sosok kuatnya jadi hilang seketika, mungkin ini menyangkut hati. jadi sekuat apapun orang itu, jika hatinya sudah di lukai oleh orang tersayang pasti ada luka yang membekas tak terlupa, sakit.
Bersambung...
Tinggalkan jejak..
__ADS_1