
Bintang yang sudah kelar membujuk Biru, kini berjalan ke luar balkon. saat dirinya di ambang pintu ekor matanya menangkap sosok Dirgan yang melangkah masuk ke kamarnya, seketika ia mengingat kebingungannya setelah berlatih bela diri bersama. Ada yang aneh sikap Dirgan belakangan ini, pikirnya.
""Dirgan, apa aku boleh masuk.?"" pinta Bintang setelah berada di ambang pintu balkon.
Tumben sekali gadis itu minta ijin, biasanya main nyelonong aja kaya angin lewat, mungkin sikap aneh Dirgan yang membuatnya jadi canggung sedikit.
Dirgan yang duduk di meja belajarnya, menoleh ke asal suara.
""eum...masuklah, tumben ijin."" Sindir nya.
"" Lagi apa?"" Bintang tak mengindahkan sindiran sahabatnya.
""lagi pacaran."" celetuk Dirgan.
Bintang dengan polosnya, memutar matanya ke segala arah penjuru kamar, mencari sosok cewek bohay. kan katanya Dirgan lagi pacaran, tapi ceweknya kok tidak ada?
Dirgan yang melihat itu, malah meniru mata Bintang meneliti kesekeliling sudut kamarnya.
""Mana cewek bohaynya.?"" polos Bintang.
""Astaga.. kamu percaya.? mana berani aku memasukkan cewek bohay kesini dodol, bisa di sate aku sama Tante Fina mu."" Dirgan berdiri dari duduknya dan menyuruh Bintang yang duduk di meja belajarnya.
""Ah..iya juga, hanya daku seorang gadis yang bisa masuk kesini.!"" Bangga Bintang seraya tersenyum meledek ke Dirgan.
""Yaak..betul, So... jadilah pacarku."" Dirgan mengambil kesempatan pembicaraan mumpung Bintang dan dirinya membahas yang menjulur ke hati. ia ingin mengetes ekspresi Bintang, apa kah posisinya penting atau tidak di hati gadis yang sekarang berdiri di depannya.
Bintang menanggapi pernyataan Dirgan sebagai candaan belaka, dengan jailnya ia tersenyum geli, berdiri lalu menangkup pipi Dirgan dengan lembut.
__ADS_1
""Aku mau...! kita akan menyakiti Aksa, selingkuh."" kata Bintang bercanda dengan senyum geli di bibirnya.
""Lepaskan tanganmu, Aku tidak mau membuat hati seseorang patah."" Dirgan menepis lembut tangan Bintang, ia memang menginginkan Bintang, tapi hatinya terlalu lembut dan tidak sanggup jika menghancurkan hubungan seseorang yang saling mencintai.
""hahaha.. kenapa kamu terlihat serius, Dirgahayuuuu..Aku cuma bercanda, mana mungkin kita mempunyai hubungan spesial, iya kan?."" Bintang menggoda Dirgan dengan alis naik turun. padahal muka Dirgan sudah terlihat kecewa, namun ia belum menyadarinya sama sekali, benar benar dangkal otak Bintang tidak mengerti keadaan hati sahabatnya.
Nyes..hati Dirgan seakan tertusuk jarum kecil yang tajam, sakit. rasanya sakit sekali jika cinta itu tidak terbalaskan. Aah.. kenapa hatinya harus memilih sahabatnya sendiri, apa benar hatinya merasa bahwa ia mengharapkan cinta Bintang atau hatinya sekedar perasaan sahabat saja. tapi hatinya memang menginginkan gadis itu, apa kah ia harus menepisnya lagi, iya..ia akan menepisnya saja kalau bisa ia akan menguburnya secara perlahan, dan membiarkan Bintang terbang bebas tanpa tahu beban hatinya.
"" kalau aku benar-benar suka kepada mu, bagaimana kamu akan bertindak? Memilih ku atau memilih Aksa."" Tanya Dirgan penasaran.
Bintang terlihat bingung dengan pertanyaan bodoh Dirgan, mana mungkin ia bisa memilih, Aksa adalah hatinya sekarang, dan seandainya pula, Aksa belum ada,tetap saja. perasaannya untuk Dirgan tidak akan mungkin lebih, karena Dirgan adalah sahabat rasa saudara baginya, ada hati khusus tersendiri buat Dirgan, tapi itu bukan cinta.Mungkin kah Dirgan cuma bercanda dan balik mengerjainya karena ia yang mulai meledek sahabatnya, pikirnya.
""Ayo pilih..!"" pinta Dirgan tidak sabaran.
Bintang menggeleng geleng dengan mata berkaca-kaca. mana mungkin ia harus memilih, Dirgan dan Aksa sama berharga untuknya, apa kah dirinya egois.?
""Aku tidak tahu, dan aku tidak akan memilih antara kalian..! lagian kamu kenapa sih? kamu itu seperti sedang kesurupan.!""
""Tidak Dirgan..aku lebih baik pergi dari pada harus memilih antara kalian."" Mata Bintang sudah panas, Dirgan berhasil membuat Bintang merasa bingung.
""Maka pergilah kalau begitu.""
""Huwaaaa.. Dirgan kamu jahat, kamu malah mengusir ku."" Bintang mulai meneteskan air mata.
Dirgan tersenyum paksa, ia sudah membuat Bintang sedih, seketika dirinya sadar, sudah memberi pilihan bodoh ke sahabatnya, seharusnya ia tidak terbawa suasana, ia tidak mau jauh dari Bintang, walaupun hanya sekedar sahabat, ia akan mencoba ikhlas dan memang batasnya hanya sahabat saja tidak boleh lebih. ia juga tidak mau memaksa Bintang untuk membalas perasaannya dengan cara terpaksa, jika jodoh kapan dan di mana pun pasti akan bersatu.
""cengeng...aku cuma bercanda, gadis nakal."" Dirgan menarik Bintang ke dalam dekapannya lalu mencium hangat pucuk kepala Bintang.
__ADS_1
""Huawaaak.."" Bintang semakin menjadi di dalam pelukan Dirgan. "" kamu jahat, bercandanya sangat keterlaluan.""
""Yaaak..cup..cup..cup.. Maafkan aku, Bintang.! aku serius hanya bercanda, aku tidak mungkin suka dengan gadis galak seperti mu, bukan tipe ku."" Bohong Dirgan seraya mengusap kepala Bintang agar mau diam.
""Hiks..Huawaaa.. walaupun aku galak tapi kan bodyku juga lumayan, tidak bohay tidak kurus juga."" Bintang malah membuat Dirgan pusing, Gadis itu tidak terima jika Dirgan mengaku kalau dirinya bukan tipenya.
""Bintang, aku cium nih.."" Ancam Dirgan. biasanya itu ancaman yang paling ampuh membuat Bintang tak berkutit.
Bintang mendongak masih dalam pelukan Dirgan, berjinjit sedikit untuk mensejajarkan wajahnya dan wajah tampan sahabatnya.
Cup... Bintang mencium Dirgan pas di pipi sahabatnya, lalu pergi berjalan pelan ke luar balkon meninggalkan Dirgan yang masih melongo seraya memegang pipinya yang masih basah.
""itu ciuman tanda rasa sayang sahabat dariku, Dirgahayu..!"" Ucap Bintang berteriak dari balkon yang sudah tidak terlihat lagi di mata Dirgan.
""Aah..sahabat ya..! kirain..!"" kecewa Dirgan. Namun sedetik kemudian ia melebarkan senyuman manisnya seraya bercermin meneliti pipinya yang terlihat merah tersipu.
""Aku tidak akan mencuci muka ku."" lirihnya senang.
Bagaimana tidak senang walaupun sekedar sahabat tapi ia sudah berhasil mendapatkan ciuman ikhlas Bintang, yaa.. walau hanya di pipi tapi itu sudah membuatnya menang, secara ia tahu mantan mantan Bintang saja tidak pernah mendapatkan ciuman sedikit pun dari Bintang secara suka rela, termasuk Aksa mungkin..!
Dirgan terlihat berjingkrak jingkrak sendiri di atas kasur empuknya seraya bersenandung riang seperti orang yang baru saja memenangkan undian lotre.
""Yeee..aku di cium Bintang."" senangnya masih berlompatan di atas kasur empuknya.
Apa kah ini pertanda baik untuknya, apakah ia harus mengurungkan niatnya untuk mengubur rasa cintanya ke Bintang, tapi Bintang kan hanya sekedar memberinya kecupan rasa sahabat bukan rasa cinta.
Aaaah.. Dirgan mendadak mendengus sendiri, menatap potret Bintang yang terpampang gede di kamarnya.
__ADS_1
""kamu membuat ku gila,. Gadis nakal...! hatiku mencintai mu sebagai seorang pria biasa bukan menyayangi mu sebagai sahabat. katakan padaku, aku harus menguburnya atau harus memperjuangkan mu."" monolog Dirgan bertanya tanya ke potret Bintang seperti orang gila.
Bersambung..