BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
Bonus Chapter BINTANG


__ADS_3

Ku kerjapkan mata ku dua kali hingga tersadar dari nyawa yang habis mati suri cuma tiga jam, alias tidur setelah melakukan percintaan sampai lebih satu ronde. melelahkan.... Suamiku ! asli ! percintaannya sangat memuaskan. Menegangkan tapi menagih.


""Honey.!"" Ucap ku menggoyangkan lengannya yang sedang memelukku, erat. berniat untuk menyuruhnya bangun untuk mencari nafkah. untuk ku dan untuk calon baby kami. Yaaa..aku sedang hamil muda, masih rata tak terlihat, Benihnya sangat manjur tak perlu lama aku di nyatakan hamil.


""Eum."" Dia hanya bergumam. bukannya bangun, tubuh polos ku semakin di eratkan ke dekapannya hingga wajahku tertubruk dadanya yang mempunyai tahi lalat kembar nonjol kiri dan kanan.


Aku iseng, memilin milin tahi lalat kembar itu secara bergantian.


""aaah.,."" Ais, dia pura pura tidur apa sedang bermimpi basah bersama dengan wanita lain, dia malah mendesah.


""Ayo, Bab..pilin lagi."" pintanya yang langsung menyeringai mesum. Mampus ! aku tanpa sadar sudah membangun kan Si J di bawa sana yang sudah terasa menonjol di kulit polos ku.


""Bangun honey, Tidak lagi, semalam sudah berkali kali, apa kamu mau menyakiti yang ada di sini.""Kutaruh tangannya di perut ku, berkelit. Gila aja, semalam saja aku di gembur terus masa pagi minta lagi sih.! Oh...No, mau tapi capek.


Dirgan mengelus perut ku. ""DiBi, Papa mu ini, ingin menyapamu di pagi hari, Boleh ?""


""No."" Serkaku


DiBi (Dirgan Bintang) adalah panggilan sayang kami untuk calon bayi yang entah berjenis laki laki atau perempuan, masih belum terlihat di USG. apa dia kata ? mayapamu ? di pagi hari ?. astaga, dia minta ijin ke DiBi untuk memasuki aku lagi, tidak bisa di biarkan... Sungguh aku mau tapi perutku rasa rasanya ingin muntah mungkin efek hamil muda.


""Hoeeek."" Aku beranjak ke kamar mandi tanpa sehelai benangpun, menahan kotoran yang akan keluar dari mulut ku menggunakan tangan, ku bekap terus agar tidak berceceran di lantai.


Dirgan ikut berlari mengekori ku seraya berkata. ""Jangan berlarian Bab, muntahkan saja di lantai biar aku bersihkan.!"" Ujarnya sayang penuh dengan kelembutan suaranya. Sungguh, aku sangat beruntung memiliki dia sebagai suamiku. penyayang penuh dengan kelembutan dan selalu berusaha untuk membahagiakan ku walaupun hal sekuku saja.


""Hoeek....Hoeeek.."" Legah, ku buang semua di kamar mandi, aku tidak mungkin membiarkan kotoranku di bersihkan oleh suami ku, walaupun ia ikhlas tapi rasanya tidak etis sekali.


""apa masih mual ?""" Tanyanya, kasian yang masih mengelus tengkukku.


Aku mendongak setelah berkumur kumur membersihkan mulut ku dari rasa pahit setelah munta, berbalik ke arahnya.


""Tidak, sudah mendingan !"" Sahut ku tersenyum teduh.


Dirgan memajukan wajahnya ke wajah ku, setengah jengkal memperhatikan wajah ku sekecap, lalu.....dia menautkan bibirnya ke bibir ku singkat.

__ADS_1


""Bibirmu belepotan air."" Ucapnya tersenyum manis setelah mengecupku.


Hmmm....selalu, itu modus atau apa ? dia membersihkan bekas air yang menempel di sudut bibir ku menggunakan bibirnya...tunggu dulu..... Bibirnya ada ilernya tidak ya... Hihihi. Tentu tidak, ia kan tampan, suami seorang Bintang masa jorok sih.


""Ayo, kita sekalian mandi."" ajaknya. ia menghampiri buth up dan segera mengisinya dengan air hangat.


""Mandi saja kan ? tidak dengan yang---!""


Dirgan terkekeh geli, mendekat ke arah ku dan spontan dia menggendong ku ala bridal, menaruh tubuh ku di atas bath up yang sudah pas airnya untuk berendam. aah...segar. kataku.


""Tidak, tenang saja, kecuali kamu yang minta sendiri, aku dengan senang hati memberikannya dan melakukannya."" Mesumnya.


Dia ikut berendam di samping ku, tangan nakalnya menyentuh gunung kembar ku dan memilin ujungnya dengan lembut. Hah.....aku bernafas panjang sesaat. berangsur Mendesah bergairah... Hasrat ku tumbuh di pancingnya...dasar umpatku dalam hati, tapi aku mau sekarang.


Shit.... setelah memancing ku, Dirgan bohay malah asyik bersiul siul seraya memejamkan matanya dengan kepala bersender di tepi bath up. apa tuh maksudnya ? tentu saja cuma menggoda.


Ok sabar, Hasrat ku masih bisa di tahan kok, ku ikuti gaya dia yang memejamkan matanya, rileks... akupun tak kalah lantang bersiul menyahuti siulannya.


Apa lagi ini ? ada tangan nakal yang memeluk perutku di dalam air, dan siapa lagi kalau bukan suami tercinta.


""Aku mau !"" kalahku yang sudah terlepas ciumannya.


Dia terkekeh, mencubit ujung hidung ku. ""DiBi ! papa datang."" Ucapnya dan langsung menerkam ku dengan lembut. aku di angkat ke atas pangkuannya. hm...dan terjadi lagi penyatuan kami di pagi ini.... dengan aku yang mengambil alih permainan di atas menggoyang pinggulku dengan perlahan agar DiBi ku tidak tersakiti.


...*********...


Di sini, sekarang aku dan Dirgan berada di salah satu cabang motorcycle showroom milik suamiku, aku mengekor tidak mau di tinggal di apartemen sendiri karena kami memilih untuk pisah rumah dengan keluarga besar untuk memisahkan percekcokan alot antara Mamaku serta mama mertua, Hem... mereka sangat konyol memperebutkan di mana kami akan tinggal, tapi begitu lah ke dua mama ku... terlihat sangat kanak Kanakan yang sudah berumur, tapi mereka saling menyayangi kok.


Aku boleh mengikuti di tempat kerjanya, tapi dengan satu syarat, aku tidak boleh capek apalagi ikut turun tangan untuk membantunya bekerja. tapi.... sepertinya kali ini aku sedikit bandel deh, konsumen Dirgan kali ini rame banget sampai karyawan pada kualahan. ahaaa....jiwa marketing ku meronta.


Ku samperin pria berjas yang baru masuk.


""Selamat datang di showroom kami mas, silahkan pilih pilih Moge seperti apa yang ingin anda suka."" Ramahku sopan.

__ADS_1


Shit.... pengunjung ini malah memperhatikan ku dari atas sampai kebawah, dari bawah keatas. apa maksudnya ?


""Menarik, aku suka Moge yang ini !"" Ujarnya.


Kurang ajar dia menunjuk ku, Ok....sabar ! mungkin dia cuma bercanda, Trus ini adalah usaha suamiku, aku tidak boleh bertindak gegabah, jika kita bertemu di luar mas, aku tonjok tuh bibir serta mata kurang ajar, seenak jidat memandang ku penuh minat. pikirku dalam hati.


""Ayo mas, silakan pilih."" tangan ku memberikan isyarat agar si mas yang lumayan ganteng ini berjalan ke depan ke arah Moge moge yang tersusun cantik.


""Aku pilih karyawannya saja bagaimana.?"" ujarnya tersenyum muka tembok. aku masih sabar.


""Baby, kenapa ada di sini eum? aku bilang jangan membantu, aku tidak mau kamu capek kasian si DiBi.""


Dirgan dari belakang langsung merangkul pinggang ku posesif, mengelus perut ku sekilas. apa suamiku mengetahui tingkah kurang ajar pria yang ada di hadapan kami, entahlah....


""Tidak Honey, aku hanya sekedar menyapa tamu yang entah....apa yang dia cari."" Sindir ku ke pria itu. Pria itu melongo saat Dirgan memperlakukan ku sangat manja.


""Maaf pak, jika anda serius ingin berkunjung untuk membeli motor silahkan di pilih segera dan jika bapak cuma iseng atau hanya berniat mengganggu istri saya, silahkan keluar dari sini, pintu ada di sebelah sana. dan ku harap bapak tidak memperlihatkan wajah anda di sini lagi atau pun di luaran sana di hadapan ku.""


Tuh kan, Dirgan tahu dan dengar semuanya, buktinya Dirgan menekan setiap ucapannya yang terdengar mengancam.


Pria itu bermuka asem, rahangnya mengeras tertahan berbalik menuju pintu keluar tanpa ada sepatah kata pun.


""Honey, pelanggan mu pergi begitu saja ! kamu sih terdengar menakutkan ! apa tidak di sayangkan tuh ?"" tanya ku heran.


""Pelanggan seperti itu tidak boleh di biarkan, seratus orang pun aku akan mengusirnya jika ada yang berani kurang ajar ke istri ku, matanya saja ingin ku colok dan menonjoknya kalau bertemu di luar, seenaknya memandang mu sedalam itu, dan kamu juga bandel di omongin, malah turut membantu, wanita hamil itu terlihat memancarkan cahaya penuh nafsu jadi kamu tidak boleh keluar tanpa ada pendampingan dari ku. mengerti Baby.""


aku mengangguk. tersenyum manis, aku suka suamiku yang begitu menjagaku dari apapun, dia tidak apa kehilangan pembelinya hanya demi diriku, padahal aku saja tadi menyayangkan ada calon pembeli kabur ketakutan.


""Aku mencintaimu, honey."" Godaku untuk menurunkan emosinya.


""Aku tahu dan aku lebih mencintaimu dari apapun. !"" Ujarnya mengecup bibir ku di hadapan banyak orang. Hmmm.... mengumbar. tapi aku suka. hihihi...


__ADS_1



__ADS_2