BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 26


__ADS_3

Seperti biasa, Setiap menginjak di koridor sekolahan, Bintang selalu di tatap penuh iri oleh sebagian siswi yang melihatnya berjalan di apit tengah tengah dua pria remaja tuaaampan, Biru dan Dirgan.


Aksa pun melihat itu, walaupun ia tahu jika Bintang serta ke dua orang yang di sampingnya itu hanya sekedar sahabat, Namun ada rasa tidak rela kalau Bintang dekat dengan pria lain selain dirinya.


Dengan langkah panjang, Aksa. pria dingin itu sudah berada di belakang Dirgan berjalan.


""eheem.. permisi.!"" ucap Aksa ke Dirgan. Modus Aksa, yang hanya ingin mendapat perhatian dari Bintang.


Dirgan menoleh ke asal suara, menaikkan satu alisnya, yang artinya apa?


Bintang dan Biru automatis berhenti karena tangan Bintang yang berada di lengan Dirgan ketahan. Bintang menoleh ke Aksa dengan senyum manisnya untuk menyapa ramah.


""Sweetie.."" Baru juga Aksa ingin membalas senyum manisnya Bintang, sudah ada suara Morgan dari belakang yang menghentikannya, seketika raut wajah datarnya terekspos.


""Sweetei, Hai semua.!"" sapah ramah Morgan ke Aksa, Dirgan, dan Biru.


Tidak ada yang menjawab, Biru malah menampakkan raut wajah masamnya, Namun Morgan hanya cuek.


""Sekolahan kita lagi ngadain study touring, lho,Besok. kalian sudah pada tahu belum?."" Antusias Morgan sambil mengedipkan mata lucunya ke arah Bintang. ia tidak perduli dengan teman teman Bintang yang melihatnya.


""yaaak.."" Batin Bintang membuang muka.


Aksa yang melihat Morgan menggoda Bintang terang terangan, jadi kesal sendiri dan memberi tatapan dinginnya ke arah Morgan.


"" Ke mana ?"" sahut Dirgan.


""Ke pedesaan X, yang terkenal obat obatan herbalnya, kita akan mendaki dan mempelajari obat obatan herbal secara langsung di bukit-bukit itu."" terang Morgan, ia berniat akan menjelaskan ke salah paham Bintang terhadapnya di tempat yang Asri itu.


""Obat-obatan herbal? itu kan desa Oma opa.!"" Batin Bintang senang. ""Aku ikut."" Antusias Bintang lalu pergi meninggalkan orang yang masih setia saling pandang.


****


Di kelas setelah pelajaran selesai, Bintang hanya menopang kepalanya yang tertunduk dalam di atas meja. membuat Aksa yang duduk di sampingnya mengkirut halus di dahinya.


""Apa lengan mu masih sakit, Bintang?"" Tebak Aksa seraya menyentuh pundak Bintang yang tertunduk.


""Tidak..tapi perut ku.?"" ringis Bintang menekan perutnya.


""kita ke UKS."" ajak Aksa. ""masih bisa berjalan kan?""


Bintang menarik kepalanya, lalu menggeleng.

__ADS_1


"" Astaga, pucat sekali ?"" Suara Aksa mengagetkan Dirgan yang sedang bercanda gurau dengan teman satu bangkunya. spontan ia menghampiri meja Aksa.


""Bin..kamu kenapa?"" panik Dirgan melihat wajah pucat Bintang.


""sakit, aku akan membawa Bintang ke rumah sakit."" Sahut Aksa lalu menarik Bintang dalam dekapannya.


""oh.. Astaga pantat kamu ada darahnya."" Ceplos polos Dirgan yang melihat bangku Bintang ada bercak darahnya.


""Dir..Ambilin jaket ku, dan lilit kan ke rok Bintang."" ujar Aksa.


""Yakin..entar kotor lho."" Dirgan berucap meyakinkan Aksa, tapi tangannya malah langsung beraksi mengikat jaket Aksa di pinggang Bintang.


""Biar Aku yang mengantar Bintang ke rumah sakit, kamu di sini saja."" Aksa tanpa jijik langsung menggendong Bintang yang sudah lemas karena penyakit Menorrhagia atau menstruasi yang berlebihan.


Setelah beberapa menit berkendara menggunakan mobil sportsnya, Kini Bintang sudah di tangani Dokter.


Aksa menunggu di luar seraya menelpon seseorang untuk membawakan baju ganti untuk Bintang serta air mineral.


""Keluarga saudara Bintang."" Ucap Dokter yang baru selesai memeriksa Bintang.


""iya..Dok..saya.!"" Sahut Aksa. lalu berjalan masuk mengikuti Dokter tersebut.


Dokter itu meneliti Aksa dalam dalam. ""apa anda pacarnya?"" tebak Dokter itu. ia berpikir, seorang pria kok bisa dengan telatennya mengurus gadis yang sedang sakit Menorrhagia yang berlebihan tanpa ada rasa jijik.


Dokter itu menggeleng kepala, lalu menjelaskan ke adaan Bintang yang tidak perlu di khawatirkan, dan langsung bisa di bawa pulang dengan catatan harus meminum obat yang sudah di resepkan.


Setelah mengganti pakaian yang di berikan Aksa serta sudah meminum obatnya, Aksa langsung mengantar Bintang pulang, Bintang kini sudah berada di rumahnya yang sepi karena masih siang jadi orang tuanya belum pulang dari aktivitasnya.


Aksa menatap dalam Bintang dengan tatapan sendunya, tanpa sadar ia menggenggam tangan Bintang dengan lembut.


Mendapat perlakuan seperti itu, Bintang semakin tersentuh hatinya, seakan terhipnotis. dalam diamnya, sejak dari kemarin kemarin, rasa benih tertarik terhadap Aksa sudah ada. Apa lagi sekarang, perhatian pria dingin itu menambah rasa sukanya, walaupun sudah menepisnya tapi hatinya tidak bisa di bohongi.


""Apa masih sakit..?"" tanya Aksa masih setia menggenggam tangan Bintang.


Bintang menggeleng. ""Sudah baikkan, apa kamu tidak jijik mengurusku ?""


""Kenapa harus jijik, Aku---!"" Aksa menghentikan ucapannya, yang sebenarnya ingin mengutarakan isi hatinya kepada Bintang, Tapi ia ingin memastikan dulu, Ada hubungan apa antara Bintang dan Morgan.


"" Bin..? aku ingin bertanya, Boleh.?""


""eum.. bertanyalah, tidak ada yang melarang."" Sahut Bintang.

__ADS_1


""Kamu dan Morgan, sebenarnya? ada hubungan Apa?"" Tanya Aksa hati hati, hatinya berdoa agar Bintang menjawab apa yang di pikirannya.


Bintang tersenyum tipis, mendapat pertanyaan itu,. "" Kenapa kamu menanyakan itu? apa penting.""


""eum sangat.."" Gugup Aksa.


Bintang menautkan alisnya, Bingung. kenapa pria yang ada di depannya tiba tiba Ingin tahu masalah pribadinya.


"" Dia mantan terindah ku, sekaligus mantan yang pertama menggores hatiku."" jelas Bintang, seketika bayangan penghianatan Morgan terlintas.


Aksa tersenyum manis, entah harus bahagia atau sedih, mendengar Bintang berucap jika Morgan adalah mantan terindah nya.


""jika Morgan mengajak kamu balikan, apa kamu mau.?""


""Kamu kenapa sih? ngebahas Morgan? Mantan adalah mantan bagiku, Orang yang sudah menggores hatiku, mustahil ada tempat di sini."" Bintang menaruh tangannya di dadanya.


"" jika aku yang menggores hatimu, apa kamu mau memaafkan diriku?"" serius Aksa.


Bintang tertawa kecil."" Bagaimana bisa kamu menggores hati ku jika kita tidak punya hubungan, pria dingin, Aneh..!"" celetuk Bintang.


""Aku menyukaimu, Bintang."" Ucap Aksa cepat dengan muka yang terlihat serius.


""Deg.."" Jantung Bintang tersentak, seakan sedang berlompat olahraga di dalam, raut wajah bersihnya tersirat senang, tak dapat di pungkiri bahwa Aksa juga punya rasa yang sama seperti dirinya.


""Kamu yakin.."" selidik Bintang. "" Jika Aku seperti Bintang yang Culun,? apa rasa kamu tetap sama ke aku, Bintang yang berpenampilan sekarang.?"" Lanjutnya, ia sekarang sudah capek bermain main dengan pria manapun di luar sana sudah banyak musuhnya dan salah satunya adalah Justien yang jelas pasti menaruh dendam kepada nya, ia sekarang nyari yang tulus, mencintai sifat galaknya, apa adanya.


""Aku yakin, dan sebenarnya, Bintang yang Culun lah yang berhasil menyentuh hati dingin ku, kamu ingat kaca mata yang aku ambil di roof top itu, dari sejak itu, Bintang culun sudah membuatku tertarik padamu."" Jujur Aksa.


Hening, Bintang nampak berpikir dengan tatapan dalam terarah ke netra Aksa, ia menangkap ke seriusan di mata hitam ke coklat coklatan itu.


Aksa terlihat gugup dan terlihat penuh harap, jika Bintang menolaknya, maka hancur sudah hati sepinya, karena Bintang seoranglah yang di inginkan hatinya, Bukan gadis lain.


""Aku mau..Aku mau jadi pacar mu..?"" senyum manis Bintang, membuat Aksa bersorak ria di dalam hatinya, dan spontan ia ingin menarik Bintang ke dekapannya Namun terhenti saat pintu rumah terbuka lebar, memperlihatkan sosok anak kecil dengan seragam sekolahnya.


""Kak Bin, tumben sudah pulang."" tanya Gilang meneliti Aksa dan Bintang secara bergantian dengan seringai jailnya.


""eum..kaka sakit."" malas Bintang.


""Sakit kok, pacaran..!"" Celetuk Gilang lalu berlari cepat masuk menuju kamarnya sebelum di lempar Vas bunga meja ruang tamu.


""Yaaak.."" teriak Bintang ke adik nakalnya.

__ADS_1


sedangkan Aksa tersenyum hangat saat melihat adik Kaka itu sedang ledek ledekan. seketika senyum manis Aksa terekspos saat Bintang menoleh ke arahnya dengan senyum manis tergambar di bibir indah itu.


Bersambung...


__ADS_2