BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 79


__ADS_3

Malam begitu panjang nan indah bagi Dirgan, pria itu sangat terlihat senang akan kebersamaannya dengan Bintang di saat ini.


Begitu pun dengan Bintang, Gadis itu tergelak tawa seraya bermain wahana seakan tanpa ada beban hidupnya, padahal beberapa jam yang lalu ia merasa dongkol ulah dari kekasih paksaannya, Aksa.


Kini Bintang meneliti dalam dalam wajah Dirgan yang sedang membelikan ice krim di salah satu kios di festival, ia sendiri hanya duduk di bangku panjang yang sedikit jauh dari posisi Dirgan.


""Kenapa Dirgan belakangan ini tidak pernah terlihat jalan bersama cewek bohay manapun ?apa dia sudah tobat, bagus deh..."" Gumam Bintang lega.


Bintang menelan asumsi tobat-nya ke Dirgan, saat tiba-tiba melihat Dirgan sedang bercengkrama dengan seorang wanita.


Deg...


seketika ada rasa aneh yang timbul dari dalam hatinya, seperti......ngilu.


""Apa ini rasa cemburu ?"" Bintang menggeleng untuk menepisnya seraya memegangi dadanya yang terasa berdenyut ngilu. ia tidak pantas cemburu, Dirgan adalah sahabatnya bukan kekasihnya, jadi pria itu bebas bercengkrama dengan siapa saja dan dimana saja dengan wanita lain mana pun.


kalau bukan cemburu, Terus apa dong ? Aaah... mungkin itu hanya rasa takut jika Dirgan sebagai sahabat akan berkurang waktu ke bersamaannya, pikir Bintang. tapi dulu.... kenapa tidak merasakan apa-apa ketika Dirgan sering membawa wanita lain di hadapannya, kenapa baru sekarang ada rasa aneh itu. Bingungnya.


Hati yang kebanyakan menerima kata janji manis palsu dari mantan mantannya termasuk Aksa membuat hati Bintang sedikit dingin untuk mengenal cinta baru, sampai respon getaran hati ngilu ke Dirgan belum di sadarinya. jika ia punya rasa untuk sang sahabat. makanya ia tiba-tiba tidak suka jika sekarang Dirgan sedang bersama wanita selain dirinya.


Dirgan masih bercengkrama dengan wanita lain yang terlihat akrab. Bintang yang melihatnya seakan akan ingin menarik Dirgan dari hadapan wanita bohay itu tapi.... kenapa? bukannya ia tidak mempunyai rasa ke Dirgan ? bukannya hatinya lagi kosong ? apa jangan-jangan hati kosong itu sudah berhasil di isi dengan nama Dirgan yang selalu ada untuknya, sedih dan senang Dirgan selalu siap menemaninya seakan akan sekarang tidak rela perhatian Dirgan terbagi, egois kah dirinya?, dirinya pun tidak tahu.


Hati yang bingung membuat Bintang tanpa sadar beranjak dan menghampiri Dirgan yang masih ngobrol dengan wanita lain.


""Aku ingin pulang, dan aku bisa pulang sendiri, kamu lanjutkan saja acara ngobrolnya."" Suara Bintang sangat terdengar sedang merajuk membuat ke curigaan bagi Dirgan. Gadis itu setelah berucap main kabur kabur saja.


Dirgan pun memberi salam pamit sopan ke wanita lain tersebut yang sebenarnya adalah konsumen Dirgan yang pernah berkunjung di motorcycle showroom miliknya.


Dengan cepat Dirgan menyusul Bintang yang sudah berada jauh di depan, Dirgan berlari untuk segera menyamai langkah Bintang padahal di tangannya sedang membawa dua cup ice krim coklat.


""Bin, ada apa? apa ada masalah ? kenapa kamu terlihat buru buru ?"" Cerca Dirgan saat langkah mereka sudah bersejajar.

__ADS_1


""Tidak ada apa apa ? aku hanya capek ?"" Kilah Bintang seraya melempar senyum paksanya agar tidak menimbulkan kecurigaan.


""ice krim ini bagaimana ?"" Dirgan memamerkan dua cup di hadapan Bintang.


Bintang langsung menghentikan langkahnya yang sebenarnya sudah berada di luar area festival. ia pun merebut halus ice krim tersebut di tangan Dirgan.


""Pulangnya di tunda setelah ini."" seru Bintang dan langsung melahap ice krim itu sambil berdiri.


Dirgan tersenyum geli.


""Jangan makan sambil berdiri nanti betis mu bisa gueeede kaya gajah."" ledek Dirgan.


Bintang hanya menggubris dengan kedipan kedua bahunya, ia terlalu menikmati makanan salah satu kesukaannya.


""Sini."" Dirgan menarik Bintang mendekat ke mogenya yang terparkir rapih.


Gadis itu hanya menurut manis.


""Nah, habis kan ice krim mu dengan tenang baru kita pulang."" santai Dirgan, ia sendiri hanya berdiri di hadapan Bintang seraya menatap Bintang dalam dalam.


""Dir, tadi siapa ? apa mangsa baru mu ?"" Selidik Bintang.


Dirgan menautkan alisnya, tumben Bintang kepo masalah mangsa, Biasanya gadis itu tidak pernah bertanya sekali pun cewek bohaynya ada di hadapannya.


""Oh..itu konsumen ku, dia kemarin membeli moge untuk kado ultah adiknya, emang kenapa ? tumben."" Dirgan menaik turunkan alisnya, ia seakan-akan sedang menggoda Bintang yang tumben kepo terhadapnya.


""ih, alis tebal mu akan botak kalau di mainkan seperti itu."" Ledek Bintang.


Bintang pun kembali lahap memakan ice krim nya setelah mendapat penjelasan Dirgan yang membuat hatinya kembali tenang.


Dirgan menggeleng geli saat mendapati bibir mungil Bintang plepotan kan ice krim seperti anak kecil. dengan sayang, Dirgan tiba tiba mengusap sisa ice krim di sudut bibir Bintang menggunakan ibu jarinya.

__ADS_1


Deg...


Bintang mendongak, mata mereka saling setatap dalam, tatapan itu... tatapan berbeda yang Bintang pancarkan ke Dirgan. seperti tatapan dari mata turun ke hati.


""Mata mu, selalu menghipnotis ku, gadis tidak peka."" Lirih Dirgan dalam hati. ia pun langsung menarik ibu jarinya yang menempel di bibir Bintang yang lumayan berdurasi lama tertempel di bibir mungil itu.


Bintang tersadar, ia menggeleng gelagapan untuk membuang rasa aneh itu.


""Tidak, ini pasti salah, aku...."" Gumam Bintang. ia masih duduk tidak tenang, tanpa sadar dirinya sedang duduk di atas motor yang jok nya begitu licin jika di gunakan duduk menyamping.


""Bin.."" kaget Dirgan begitu sigap menahan pinggang Bintang yang akan terperosok ke bawah.


Bintang pun sangat sigap menjadikan kedua bahu Dirgan sebagai tumpuhan tangannya agar tidak terperosok, sehingga tangan lembut itu mengalung di leher Dirgan, wajah masing-masing pun berhadapan dengan begitu dekat, hanya beberapa senti bibir mereka akan menyatuh, deruh nafas hangat yang mereka hembuskan saling besitukar menerpa wajah masing-masing. lagi lagi ada gejolak aneh yang merulung hati Bintang.


""Eheem... kalau mau romantisan lihat lihat tempat dong."" sindir seorang wanita yang tak lain cewek pengunjung yang bertemu di permainan lempar pisau.


Dirgan dan Bintang tersadar dari kekaguman diam membisu masing-masing, Spontan Dirgan menurunkan tubuh Bintang dari motor, ia pun merutuki pengunjung cewek yang sudah mengganggu posisi romantis yang begitu langkah antara dirinya dan Bintang.


""Dasar... pengganggu."" kesal Dirgan dalam hati dengan mata elangnya menatap tak suka kepada cewek yang selalu sok akrab sedari dalam festival.


""Dir, ayo kita pulang."" Ajak Bintang.


""Eum.. rapat kan lagi Zippernya."" Dirgan melirik nakal ke dada Bintang yang terlapisi jaket kulitnya.


""yaaak..minta di hajar."" protes Bintang tidak suka dengan lirik kan Dirgan di area terlarangnya.


""Apa..? aku hanya menyuruh mu membetulkan Zipper, aku tidak memegangnya, kenapa kamu kesal."" Geli Dirgan.


""Auh ah... nyebelin."" malas Bintang. ujung-ujungnya Dirgan selalu menggodanya di timpal di beri senyuman geli yang keluar dari bibir sensual dari sahabatnya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2