BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 46


__ADS_3

Mata Bintang dan Dirgan menoleh ke asal suara.


""Tidak perlu?"" ulang Bintang dengan alis terangkat meminta penjelasan.


""Karena pacar tidak sopan mu itu sudah melayang jauh ke luar Negeri."" jelas Biru seraya duduk di sisi samping Bintang, sehingga Gadis itu terlihat duduk di tengah tengah sahabat serta sepupunya.


""Bersama pacar barunya."" Lanjutnya.


Jeeeduaaar..


Pernyataan Biru membuat Hati Bintang seakan meledak hancur berkeping keping di dalam sana, kandas sudah cinta yang di agungkannya. ia ingin menangis tapi malu dengan orang yang ada di sampingnya.


""Keluar negeri ? pacar baru?"" Ulang Bintang terkejut. Nyess...hati nya seperti sedang di remas kuat. Kenapa tiba-tiba Aksa punya pacar baru, bukannya hubungan mereka baik baik saja, pikir nya.


""Maaf..Bin, tapi itu kenyataannya, Dua hari kemarin aku pergi mencari tahu keberadaan Aksa, Aku penasaran, kenapa Aksa tidak pernah terlihat datang sampai sekarang, makanya aku kerumah mewahnya."" terangnya bersungguh sungguh apa yang ia dengar.


""Tidak mungkin Aksa menghianatiku."" Gumamnya sedih.


Bintang semakin kecewa kepada Aksa. Aksa sudah membuat goresan hati untuk nya.


""Kamu tidak berbohong kan? apa kamu menggodaku.""


Bintang berharap Biru cuma membuat prank untuknya, ia mencintai Aksa begitu pun sebaliknya, itu yang selalu Aksa katakan padanya. tapi ini...kenapa Aksa pergi tanpa memberi tahukan kepergiannya terlebih dahulu, dan lebih parahnya Aksa sudah mempunyai pacar baru, Tega sekali Aksa kepadanya, pikirnya.


""Tidak Bintang, buat apa aku membohongi mu, kalau papanya Aksa berbohong berarti Aku juga berbohong !" Ucap Biru yang dapat info langsung dari Fatur saat berkunjung, menyelidik seakan akan dirinya seperti intel.


Biru terngiang ucapan Fatur dua hari yang lalu. ""Aksa sekarang di Berlin untuk melanjutkan pendidikannya, kalau bisa tolong jangan di ganggu, dan satu lagi...


Aksa sudah mempunyai pacar yang menemaninya di sana." Ucap Biru seolah olah memperagakan gaya sombong Fatur di kala itu, dan setelah berucap begitu,Biru langsung di usir oleh Bodyguard papa nya Aksa.


""Benarkah? apa kamu yakin itu orang tuanya Aksa."" Selidik Bintang.


semenjak berpacaran dengan Aksa, ia sama sekali tidak pernah bertemu sekalipun dengan orang tua Aksa, bahkan setelah keluar masuk di rumah mewah itu, tidak ada satu pun foto keluarga yang terpajang di dinding.

__ADS_1


""Kalau di lihat dari penampilannya sih, aku yakin deh, Bahkan di ****** beberapa Bodyguard yang super sangar."" Biru bergidik mengingat muka seram para bodyguard papanya Aksa. Tapi di dalam pikirannya, ' otot otot serta perut seperti roti sobek tersebut sangat menantang jika di jadikan samsaknya.


""Pacar barunya siapa.?"" seru Dirgan yang sedari tadi diam penasaran seraya memperhatikan wajah kecewa Bintang. ia tidak tahu harus merasa senang apa sedih. Di sisi lain... Kalau Aksa pergi dan punya pacar, itu peluang baginya. ia bisa mencoba merebut hati Bintang yang dari sahabat menjadi pacar. Namun di sisi lain... ia tidak tega melihat Bintang bersedih dan patah hati yang ke sekian kalinya.


Aaaah.. coba saja Bintang mau dengannya, ia tidak akan pernah membuat Bintang patah hati karenanya, harap Dirgan.


""Gis..."" ucap Biru terhenti saat di serka Bintang.


""Jangan di sebut, aku tidak mau mengetahuinya, Mau Aksa berpacaran sama Monyet...buaya...ular...singa... anaconda...komodo..atau beruang kutub sekalian, aku tidak mau tahu siapapun itu."" Caci Bintang kesal.


Dirgan dan Biru melongo lebar, mendengar begitu banyak peliharaan kebun binatang yang lepas dari kandangnya.


""Beruang kutub di tambah pria dingin? sama dengan salju dong,.Wah... rumus Fisika baru. By ilmuwan Dirgantara Malik."" Batin Dirgan geli di sela simpati nya terhadap Bintang.


""Aku tidak mau mendengar nama itu lagi di sebut sebut di kamar nyaman ku ini."" ucap Bintang menyembunyikan patah hatinya, ia terlihat biasa saja namun hatinya terasa di banting dari atas gedung Burj Khalifa yang paling tinggi di dunia.


""Yakin.."" Selidik Dirgan.


Bintang terdiam dengan wajah datarnya.


""Bego..kamu polos amat sih,Biru. orang putus cinta pasti patah hati."" Sahut Dirgan ke Biru. Namun maknanya menyindir wajah datar Bintang yang pura pura kuat.Tapi yang di sindir sudah mengambil ancang-ancang ingin rebahan.


""Aah... pacaran itu ribet, enak jomblo."" Biru membanggakan status jomblonya.


""Berisik.."" Dirgan menatap tajam ke Biru.


""Kalian pergi lah sana, Dilarang keras ada yang masuk sebelum aku sembuh total."" usir Bintang jengah dengan suara peraduan mulut Dirgan dan Biru.


""Yang benar saja.."" Dirgan merasa tidak mendapatkan keadilan, Aksa yang salah kenapa dirinya dan Biru di suruh menjauh.


""Bin...kamu marah kepada kami."" polos Biru. jika menyangkut hati, ia paling bodoh dari ketiganya.


""Aah.. kalian kenapa sih..? buang pikiran sempit dari otak kalian, sana pergi, aku hitung sampai tiga, kalau masih ada disini, maka lampu di nakas akan melayang di kepala kalian."" Bintang melirik lampu tidur yang hanya setengah meter dari rebahannya.

__ADS_1


Tidak ada yang bergerak, bahkan Dirgan dan Biru hanya menatap aneh Bintang yang sedang menatap mereka dengan nyalang.


""Satu.."" Bintang mulai menghitung.


Dirgan dan Biru masih stay di tempat.


""Dua setengah..""


Kedua pria itu masih tak bergeming.


""Tiga...""


Bintang curang, Gadis itu sengaja menghitung dengan tidak benar.


""Kabur...""Sebelum lampu melayang di kepala nya yang menjadi sasaran empuk patah hati Bintang, Biru dan Dirgan ngebirit lari ke balkon. Mereka tahu pasti kalau Bintang tidak pernah mengancam kosong, secara Gadis cantik itu sudah di juluki sebagai Gadis galak.


Kamar sudah mulai sepi, Bintang larut dalam pergulatan pikiran yang sedang kacau, patah hati. ia mengambil Smartphonenya, menghapus semua kenangan Aksa di jejaring sosialnya.


""Apa salah ku ? Apa yang membuat mu pergi begitu saja tanpa ada kata perpisahan, pria Dingin."" Bintang sudah mulai membuang air bening dari sudut matanya yang sudah panas tertahan sedari adanya Biru dan Dirgan.


""Aku membenci mu Aksa, sangat-sangat membencimu mu, tidak ada yang tulus. Aku sangat salah menilai mu, ternyata kamu sama jahatnya dengan Justien. kalian berengsek."" Kesalnya menghapus kasar air matanya.


""No.. Bintang..! kamu tidak boleh menangis hanya karena pria seperti mereka yang mempunyai nyali bencong serta pengecut yang hanya bisa menyakiti seorang perempuan saja, kamu kuat,kamu bisa melupakan Aksa seperti kamu melupakan Morgan di kala itu, lambat laun akan membaik."" Bintang meyakinkan diri sendiri walau separuh hatinya sudah di bawa pergi oleh Aksa.


Bintang menerawang seraya menatap potret nya bersama Aksa di bingkai kecil.


""lebih baik kamu menata diri untuk melanjutkan kuliah di mana ? tanpa harus mempunyai kekasih dulu, Fokus...Fokus...Fokus...untuk masa depan."" Gumamnya merusak bingkai tersebut.


"" pergilah dan jangan pernah menampakkan wajah dingin mu lagi, karena aku membencimu."" Bintang menyobek Potret tersebut. sedetik kemudian ia menyeringai misterius, seakan mendapat ide agar cepat bisa melupakan Aksa.


Bersambung...


__ADS_1


__ADS_2