BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 114


__ADS_3

Autdoor, di sebuah hotel bintang lima yang berada di dekat area pantai, Decor indah yang bernuansa colours White Gold yang bertemakan tentang pernikahan.......Ya......, itu acara pernikahan Bintang dan tentu saja pasangannya adalah DIRGAN, Pria yang selalu memendam rasa perasaannya, pria yang selalu sabar menahan sakit dalam diamnya, pria yang cemburu dalam diamnya, Dan pria yang begitu mencintai sahabatnya tanpa pamrih yang tadinya rela pergi jauh demi kebahagiaan seorang Bintang menikah dengan orang lain.


Tapi.... takdir memang indah jika bergelayut manja dalam hidup yang sudah di tentukan dari sang pencipta. Dirgan yang tadinya, tak berharap agar Bintang membalas perasaannya, Namun indah, ada keajaiban takdir hidupnya, ia akan di persatukan dengan istri kecilnya itu dalam beberapa menit kedepannya.


Dirgan berdiri di atas altar pernikahan menunggu kedatangan calon pasangan hidupnya di temani dengan pria yang sudah berumur dengan perawakan tinggi gagah berotot yakni papanya sendiri, Gional Malik.


""Boy !"" Dirgan menoleh ke samping yang bersuara, dengan mimik wajah terlihat tegang dag dig dug menjalani hari indahnya.


""Eum, iya pa."" Sahutnya ke Gion.


""Rileks dong, Boy.. jangan tegang, atur nafas dengan teratur, ini hari bahagia mu yang kamu impikan dan akan menjadi kenangan yang akan tak terlupakan. So...pasang muka bahagia dan wajah bersinar, kalahkan sinar mentari yang masuk ke altar autdoor ini."" Ujar Gion.


Dirgan mengangguk, rasa senang dan rasa gugup menyerangnya sekaligus. Mencoba mengatur nafas yang di sarankan oleh papanya.


Sementara di ruang mempelai wanita, Bintang sudah siap dengan riasan serta gaun pengantin yang berwarna putih tulang yang berdecor sedikit tambahan warna gold di bagian tertentu sehingga terlihat elegan, cantik nan anggun, kata lain dari itu..... Sempurna.


""Jaauza."" belai sayang Meca di pipi anak sulungnya itu dengan air mata haru terlihat di sudut matanya.


""Ma.!"" Sahutnya terdengar


gugup.


""Kamu sudah benar benar dewasa, sayang. perasaan baru beberapa hari kemarin mama membacakan dongeng untuk mu, tapi... sekarang lihat lah, kamu akan menjadi seorang istri."" Air mata Meca sudah terlepas. Membuat Bintang ikutan terharu yang aslinya sudah sempurna tuh riasan......Auto akan di tancap lagi oleh perias.


""Aku masih anak kecilmu, ma..! aku masih akan memelukmu seperti ini."" Bintang memeluk erat tubuh Meca yang berdiri di samping duduknya kursi rias.


Ceklek....


Vero masuk dengan stail jas senada dengan pengantin wanita, White dengan pemanis gold begitu pun dengan Meca, Coupel.


""Apa apaan ini, kenapa malah pada nangis ? ayo girl, waktunya kita bertemu dengan calonmu."" Vero bersuara namun aslinya ia pun ikut meneteskan air harunya melihat anaknya yang akan menempuh hidup baru.


""Hemm...lagakmu Pa. ! kenapa pada menangis ? itu sudut mata kenapa berembun."" Goda Meca. Bintang tersenyum yang kembali di benarkan riasannya oleh perias pengantin.


Bukan hanya Dirgan yang menunggu mempelainya, bahkan tamu para undangan pun sudah duduk rapih menunggu kedatangan sang mempelai wanita untuk menjadi saksi di hari sakral kedua mempelai.


Nata dan Biru duduk bersebelahan tidak sabaran menunggu acara berlangsung, ada Rere dan Reina juga di isi meja bundar itu hingga hanya satu tersisa kursi kosong di table mereka.

__ADS_1


""Kira kira setelah Bintang dan Dirgan menikah, Siapa yang akan menyusul duluan."" Ujar Nata menggoda sahabat sahabatnya. ia menatap satu persatu ke tiga orang di hadapannya.


""Yang tua dulu dong...dan itu kamu.."" Tunjuk Biru ke Nata. Rere tersenyum geli.


""Haha, kamu sudah tua kak Nat, buruan cari pendamping...masa kalah sama Dirgan dan Bintang. Jangan sampai aku pun mendului Kaka !"" Timpal Reina menggoda. di antara mereka, ialah paling kecil.


""tch, Aku sih bebas, hidupku masih enjoy sendiri. No Girl, yes Sex."" Ujar Nata dengan santainya yang mendapat plototan dari Reina yang masih kekanak Kanakan.


""Boleh tuh.."" Canda Reina.


""Eum, boleh dan silahkan kalau kalian tidak takut di kebiri olehku."" Tekan Rere dengan wajah datar misteriusnya. ia tersenyum devil sebelum minum air berwarna di depannya.


Biru terkikik melihat wajah masam Nata dan Reyna, jika sang ratu misterius berucap tak ada kata kata yang bisa mematahkan.


""Hahaha... Kebiri lho.. ingat... hahaha."" Biru tertawa terbahak dengan mulut di bekapnya tak ingin para tamu yang lain terganggu.


""Tch... Brownies, tawa aja terus."" Kesal Nata.


""Tapi....apa kabar dengan Aksa ? apa ia sudah move on ?"" Timpalnya.


""Kak Aksa sering ke ru----""


Reina meringis dengan kaki berdenyut oleh kakanya sampai berucap pun terhenti. Rere tidak mau ada yang tahu pribadinya di buka walaupun di hadapan kedua sahabatnya.


""Aksa kenapa ? sering...?"" Nata cerewet gila.


""Ada yang kangen dengan ku.?!"" entah dari mana datangnya seorang Aksara Lionel yang tiba tiba duduk di dekat Rere dan mendarat kan cium singkat di pucuk kepala Rere. Gadis yang di cium hangat menepuk jidatnya. Yakin....Nata yang jail gila pasti akan menggodanya sampai merona tuh mukanya.


Biru dan Nata melongo mangap mangap. Rere ? Aksa ? Cium pucuk pucuk teh, eh, kepala ?. Reina sih biasa saja yang sudah mengetahui hubungan kakanya bersama salah satu mantan terindah Bintang.


""Kalian ?"" Tunjuk Nata dan Biru kompak ke Rere dan Aksa.


""Wajah kalian sangat menjijikkan."" Kelit Rere yang malu sudah ketahuan.


""Ya....aku dan lili eh, maksud ku Rere bersama ? dan kamu.."" Tunjuk Aksa ke Nata. ""Aku sudah move on !"" Tekannya.


Nata berpikir ! apakah Aksa punya keahlian telepati ? dari mana Aksa tahu pertanyaan yang beberapa menit yang lalu di luncurkannya.

__ADS_1


Nata manggut manggut bodoh dengan seringai jail melirik Rere yang ada di hadapannya.


Biru pun yang biasanya kalem terlihat menyeringai jail.


""Apa kalian lihat lihat ? Mau ini.?"" Kepalan tangan Rere di udara tertuju ke Biru dan Nata.


Tapi tidak ada yang bergeming, kedua pria itu masih tersenyum devil.


""Habis Bintang terbit lah Rere."" Celetuk Nata dan Biru yang sudah berkompak ria.


""Yaa...mmmp!"" Aksa membekap mulut Rere agar tidak berisik yang akan menimbulkan mata tertuju ke arah table mereka.


""Kalian kok tega amat sih, menggoda Kaka ku, lihat lah.. Wajah Kaka sudah merah merona."" Celetuk Reina. Tapi ia ikutan menggoda kakanya dengan langsung memotret Rere yang masih di bekap oleh Aksa.


""Sudah lah, sayang....biarkan mereka berkicau..nanti jika mulut mereka berbusa maka akan berhenti juga."" Cuek Aksa. Rere mengangguk tipis dengan mata tajam melotot Biru dan Nata dengan senyum menyebalkan yang sudah berhasil mendapat bahan untuk menggodanya.


""Hust...Shut up."" Ujar Aksa. ""Mempelai sudah terlihat."" Aksa tersenyum hangat nan senang melihat dari kejauhan ke arah Bintang, takdir memang misterius. tadinya ia bermimpi akan hari ini bersama Bintang tapi misterius itu berkata lain. Bintang di gantikan dengan wanita masa kecilnya, yang sebenarnya wanita itulah yang pertama kali membuatnya tersenyum.


""Setelah mereka, giliran kita."" Bisik Aksa ke Rere.


""Seriously. ?"" Tanya Rere meyakinkan.


""Yes, i am seriously.!"" Yakin Aksa.


""Jomblo merana."" Kuping kelinci Biru mendengar bisikan kedua pasangan di hadapannya.


""Hahaha...sama aku saja, Sagara..."" Canda Reina.


""Cih, ogah...! aku mencari gadis yang polos punya, yang alami punya, yang tidak menor seperti mu, yang.....""


""Yang punya suami..."" Potong Nata.


Mereka terbahak tertahan saat Bintang benar benar melewati table mereka dengan mata pengantin berkedip lucu ke arah sahabat sahabatnya.


END nggak ?


Vote...dong !šŸ˜šŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2