BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BONUS CHAP DIRGAN


__ADS_3

Wajah cantiknya terlihat pucat, matanya terlihat melingkar ada kehitaman akibat kurang tidur... efek dari kehamilan anak kami yang pertama... apakah orang hamil itu begitu menderita ? tengah malam terjaga sampai dini hari ? di pagi hari di sapa dengan rasa mual dan berakhi munta munta ? dan nafsu makannya sangatlah menurun drastis ! kasian istriku....baru trisemester pertama sudah merasa kan awal penderitaan khusus orang hamil..... bagaimana jika waktunya melahirkan....pasti sakit ! kami para lelaki hanya bisa mendampingi tanpa bisa mengetahui bagaimana rasa tidak enak itu.


""Baby...sini aku pijit."" Ujar ku setelah ia selesai membuang isi perutnya. ""Sebelah mana eum


. .? Hanya perhatian kecil bagi lelaki yang bisa di ungkapkan, maunya...aku saja yang mengalami rasa tidak enak itu, biarkan istriku dalam keadaan sehat.


""Tidak honey.! pergilah ke ruang makan.!"" Tolak Bintang sekaligus mengusir.


Tidak ada kata ngeluh yang keluar dari bibirnya saat menjalani kehamilannya, atau apapun itu yang katanya manja manja...pengin inilah itulah, Tidak. Bintang begitu hebat.... biasanya yang aku dengar itu kebanyakan wanita hamil akan cengeng apalah apalah.


""Eits...tapi sebentar."" Cegah Bintang


aku berhenti melangkah keluar, berbalik menghadapnya lagi.


""Ada apa sayang.""


""Ini..."" Bintang membenarkan letak dasi ku yang miring. "Perfeck."" ujarnya tersenyum manis.


Cup...ku cium sekilas bibir pucat itu, hatiku damai melihat senyuman Bintang.


""Terima kasih, Ayo kita sarapan bersama."" Ajak ku, Bintang cengir kuda.


""Tidak, terimakasih...tapi mata hidung dan perutku lagi menolak itu... akan langsung mual jika aku mencium makanan berbau menyengat. aku di kamar saja.""


""Tapi kamu harus makan, kasian DiBi."" Aku berlutut di hadapannya, sehingga wajah ku setara dengan perut Bintang. ""DiBi....di dalam jangan bandel bandel dong ! kasian mama mu, eum ! DiBi mau makan kan ? tidak akan menolak kan ? kalau bandel papa akan berpuasa untuk menyapamu setiap malam. !""


Bintang terbahak bahak mendengarku berinteraksi dengan DiBi. aku bangun setelah mencium perutnya.


""Kenapa terbahak eum ? ada yang lucu kah ?"" Tanya ku heran.


Bintang mengalungkan lengannya di leher ku dengan kedua alisnya di naik turunkan. ""Haha...DiBi tidak akan protes kalau papanya tidak menyapanya tiap malam, paling papanya yang akan kelimpungan kalau tidak menusuk DiBi."" Sindir Bintang.


Iya juga....aku balas pelukan itu tepat di pinggangnya. ""DiBi...mau punya adik tidak ?""


Bintang langsung Shut up tawanya. mendelik horor. "" Honey...ini waktunya berangkat kerja, jangan bercanda."" peringatnya.


""Hahaha.... "" giliran aku yang terbahak.

__ADS_1


""DiBi tidak akan menolak jika punya adik."" Goda ku.


""Dirgan..!"" Tekannya.


""DiBi kepingin berapa eum... adiknya ?"" aku tidak memperdulikan mata tajam yang aku goda.


""Wow, kata DiBi, dia kepingin dua, Baby."" aku masih menggoda.


Cup...


Bintang mengecup bibir cerewet ku, singkat. menarik tangan ku ke arah pintu. ""Jangan ngaur, honey...ayo kita sarapan.""


Yes... berhasil, cara jitu untuk membujuk istri galak. Otot ketemu otot akan beradu otot, otak bertemu otot....akan berakhir damai.


Bintang ragu ragu untuk menghampiri meja makan, dia malah berhenti menarik ku.


""Kalau makan di suapin aku, pasti tidak akan mual.. percaya deh...DiBi tidak akan menolak."" Bujuk ku, sekarang aku yang menariknya menuju meja makan. menarik kursi untuknya yang sedang menahan nafas agar tidak mencium bau bau tajam dari bumbu masakan.


""Jangan terus menahan nafas, apa kamu ingin mati eum ? ayo...aaaa...makan."" Ku suapkan satu sendok makanan bergizi ke mulut Bintang, ragu ragu tapi dia mencobanya dan mengunyah perlahan.


""Iya dong....tangan aku kan ajaib..DiBi itu penurut papa, anak papa...iya kan DiBi."" aku membanggakan diri dengan menepuk dada seperti gorila yang siap mengaum.


""Bin...anak kita cewek apa cowok ya ?"" Tanya ku penasaran.


Bintang mengedipkan bahu. "" Tidak tahu... penginnya ?"" Tanyanya.


""Apa pun...! syukur syukur ada dua di dalam.!"" Harap ku.


""Tidak akan kembar Honey... salah satu dari kita tidak mempunyai gen itu."" Yakinnya.


aku menyeringai jail seraya terus menyuapin Bintang...dia tidak sadar sudah makan begitu banyak melalui tangan ku...


""Bisa kok...!"" Seringai ku menggoda.


""Bisa apa ?""


""Kita bisa punya anak kembar ! caranya...."" ucapku sengaja ku gantung.

__ADS_1


""Caranya.?"" wajah penasarannya sangat lucu.


""Sekarang kita melakukan lagi..jadi nyusul berbuah.!"" Ucap ku konyol.


""Astaga...honey.!"" Delik Bintang menggeleng aneh..


Aku tertawa kecil. ""kenapa ? ayo kita bikin satu lagi."" Aku beranjak dari kursi. berdiri di belakang duduk Bintang. membungkuk dan menaruh dagu ku di bahunya....manja.!


""Bin...I love you.... Very very very very very Love."" Tekan ku tulus. Bintang melirik ku dengan ekor matanya tanpa menoleh dengan senyum manis di bibir mungilnya.


""Aku tahu, honey..kamu tiap hari sudah mengucapkan itu ke aku."" ujarnya. iya... memang betul, tiap hari.!


""Aku berharap kita akan bersama sampai akhir hayat, makan minum bersama, senang sedih bersama, bernafas dan berhenti pun bersama.""


Bukan modus ataupun gombal yang ku ucapkan...itu real...aku hidup jika ada Bintang di sisiku, dan akan mati rasa jika dia tidak ada....Lebay kah ? entahlah....aku sangat mencintai Bintang melebihi nyawaku sendiri. begitu lah cinta... mementingkan kebahagiaan yang kita cintai daripada perasaan kita sendiri....itu prinsip ku.... entah prinsip kalian yang mengartikan arti cinta... pemikiran dan kesimpulan orang terhadap arti cinta kan berbeda-beda.


""Hust....bicara apa honey ? kita akan bersama sama selamanya... percayalah... Journey of love ku berhenti di sini."" Bintang menunjuk dada ku. Manis sekali.... ""Dan kamu...akan berhenti di sini."" Menunjuk dadanya sendiri.


Pasti...aku pasti berhenti di hatimu.... kamu lah pemenang hatiku dari dulu.... tidak ada yang lain... secantik atau seanggun apapun wanita yang ada diluaran sana....aku tetap padamu...Jaauza.


""Jadi.....nama apa yang bagus untuk anak kita nanti ?"" Dia mengalihkan pembicaraan saat aku mendusel di lehernya, pintar sekali....tapi ok... pembahasan yang menarik. aku pun menjauh dan menarik kursi ke dekatnya.


""Hm...apa ya.?"" ku ketukkan jari jari ku di atas meja, berpikir.


""Ada masukan, Bab ?"" Ku tarik tangan Bintang untuk beranjak dari kursinya dan ku dudukan dia di pangkuan ku. Bintang sekarang duduk menyamping di paha ku.


""Tidak ada...belum ada !"" Ralat Bintang. ""Dan tidak boleh di rencanakan dahulu, kata orang dulu dulu, famali."" Cengirnya.


Hmm... Bintang yang mengusulkan pertanyaan, namun dia pula yang mematikan pertanyaan itu.


""Bandel eum..!"" aku mencubit lembut hidungnya yang masih cengar cengir tak merasa bersalah.


""Ok...nama duluan tidak boleh di rencanakan...! tapi rencana untuk punya anak yang banyak tidak masalah bukan."" Seringai ku menggoda.


Dan tepat itu aku kembali melabuhi bibir mungil yang selalu memanggil ku untuk menyicipinya.....Manis dan aku tidak akan pernah bosan untuk menghirup aroma tubuh itu... sangat manis dan memabukkan.


Inilah aku..... DIRGANTARA MALIK yang begitu mencintai dan menyayangi istri ku.... JAAUZA AL MILLER. perioritas hidupku....

__ADS_1


__ADS_2