BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 87


__ADS_3

Sepasang suami istri itu yang melihat anak tersayangnya lagi mudik, Seketika berhambur memeluk anaknya hingga tubuh Bintang di tengah tengah pelukan Meca dan Vero.


""Huaaaaacii."" Gilang bersin bohongan di dekat telinga Meca. dan berhasil membuat Mama Papanya melepaskan pelukan erat mereka. ""Aku juga mau di peluk."" Manja Gilang.


""Eum, Sini."" Meca merentangkan kedua tangannya. ""eeh... tidak jadi, kamu masih bau Mumun monyet."" Meca kembali menurunkan rentangannya, membuat Gilang cemberut.


""hemmmmmm...Anak atu balik, anak atunya di cuekin."" Sindir Gilang.


""Hahahaha..."" Mereka tergelak dan berhambur memeluk Gilang sampai anak unik itu merasa sesak nafas tidak mendapatkan pasokan oksigen.


Bagaimana kabar dengan Aksa yang melihat keakraban keluarga hangat tersebut.? Mata elangnya sudah merah, bukan merah karena terharu melainkan Merah menahan marah ? tangannya begitu kuat mengepal di belakang tubuh Meca. raut wajahnya pun sudah siap ingin menerkam mangsanya yang berdiri pas di depannya.


""Nyonya Meca Tuan Miller, selama ini anda bahagia di atas penderitaan Bundaku, kalian membuat Bundaku tersiksa di dalam penjara hanya perihal cinta mu tidak terbalaskan oleh papa ku, bagaimana bisa? keluarga anda masih utuh? bukannya nyonya Meca cintanya ke Papa ku sampai tega membuat rekayasa, seakan akan bunda ku adalah pecandu obat terlarang. cih, aku ragu dengan rumah tangga kalian, apakah ini pure bahagia atau cuman sekedar topeng di depan buah hati kalian. dan Anda Nyonya, jika bertemu dengan papa ku apakah anda terkejut ? apa kah anda masih punya rasa cinta untuk papa ku ? dan apakah Anda rela meninggalkan tuan Miller demi papa ku? Cinta membuat mu kejam Nyonya Meca. sampai membuat orang tua ku yang saling mencintai tersiksa."" batin Aksa tersulut emosi tertahan.


Darah Aksa mendidih, Marah... melihat keluarga harmonis Bintang, Sugesti kebohongan Fatur begitu terngiang ngiang di dalam benaknya, sampai tidak bisa membedakan yang mana pure keluarga harmonis bahagia dan mana yang namanya rekayasa...........Aksa, Author beri saran ya, Coba deh baca Novel 'My Neigbhor I love U' Pasti akan tahu kenyataannya. hihihi..


Aksa terlalu asyik melamun sehingga tidak menyadari jika Bintang sedang memperhatikannya di sela sela pelukan keluarganya. gadis itu menaruh curiga.


""Aaarrh....Uda dong, pfuuu...Gilang sesak."" Protes Gilang di tengah tengah dekapan Vero, Meca dan Bintang.


Anak Nakal itu sampai menarik nafas panjang panjang dan membuangnya secara kasar.


""Hahaaha...""


Lagi lagi keluarga harmonis tersebut tertawa senang melihat kekonyolan Gilang, sampai Aksa pun terlupakan yang masih berdiri dengan amarahnya yang tertahan.


Pelukan hangat ambiyar saat Aksa berdehem keras, meminta perhatian.


""Aksa ?"" Lirih Vero dan Meca. dasar pasangan tua tidak ingat umur. baru sadar ternyata ada tamu di antara mereka.


Orang tua itupun menatap curiga ke Bintang setelah mempersilahkan duduk. Apakah mereka balikan ? kenapa Bintang datang tiba-tiba, bersama Aksa pula, setahu mereka prinsip anaknya adalah Mantan harus di buang buat orang lain. Tapi ini.........?


Ok...mari bertanya tanya...


""Apa ada hal penting yang membuat tuan putri papa balik secara mendadak. ?"" Tanya Vero, pria setengah tua namun terlihat seperti pria berumur kepala 3. Masih berkharisma.


""Eum, bersama mantan lagi."" Timpal Meca. Wanita pintar yang dulunya genit tergila gila dengan tetangganya, Al Vero Miller. dulu tetangga kamar sekarang satu ranjang.


""Ya, Mantan kekasih, sebab sebentar lagi akan menjadi suami istri jika Om dan tante restui."" Ucap Aksa penuh arti.

__ADS_1


""A apa.?"" Mulut kedua orang tua itu melongo sampai si Gilang anak nakal yang duduk di antara mereka mengatupkan mulut orang tuanya secara bergantian. dasar emang Gilang...


""Hust."" Meca menepuk tangan Gilang yang masih mengudara setelah mengatup mulutnya.


""Bin.?"" Selidik Vero, alis tebalnya terangkat satu meminta penjelasan.


""Eum, benar kata Aksa jika papa dan mama restui."" Gadis itu sangat pintar dalam berakting, Berbinar seperti tidak mendapat paksaan dari Aksa.


""Apa kalian serius ?"" Tanya Meca. Ahli hukum On.


Kedua calon mengangguk kompak.


""Aku bertanya kepada mu, pria misterius ?"" Tekan Meca ke Aksa.


Aksa mengangguk lagi. ""Serius."" Mantap penuh maksud.


""Masa.?"" Meca semakin mengintimidasi calon menantunya.


""Aih... kenapa malah gugup dapat tekanan begini."" Ucap Aksa dalam hati.


""Ma."" Lerai Vero. pria tua itu manangkap ke gugupan Aksa, ia melihat tangan Aksa sedang bermain di ujung Jas mahalnya.


""Ok, I shut up."" Lirih Vero masih terdengar di telinga Meca.


""Bagus."" Sungging Meca. ia pun kembali menatap Aksa.


""Apa kamu serius Aksa."" Ulang Meca.


""Serius, Tan."" Mulut Aksa bersuara getar. Entah kenapa keberaniannya selalu menciut jika berhadapan dengan Meca, dari awal remaja bertamu sampai saat ini, lidahnya selalu kelu.


""Ok...Aku percaya, tapi.... kalau sudah bertemu dengan orang tua mu."" Kesempatan bagi Meca yang dari dulu penasaran dengan sosok papa Aksa, Meca yang pernah di tolak berkali kali oleh pegawai Fatur setiap ia berkunjung ke kantor papa Aksa yang berada di kota ini,dan akhirnya ada cela saat ini.


""Shit."" Umpat Aksa dalam hati. ""Bintang sama Mamanya sama saja, banyak maunya.""


""Apa aku bilang."" Bisik Bintang ke Aksa. Gadis itu tersenyum gaje.


Aksa bingung harus membuat alasan apa ke Orang tua Bintang, jika alasannya tidak masuk akal pasti Meca akan curiga.


""Tapi, papa ku akan mengadakan perjalanan bisnis ke luar negeri malam ini, dan mungkin juga dia tidak bisa menghadiri acara pernikahan kami."" Kelit Aksa.

__ADS_1


""Kalau begitu pernikahan kalian di tunda dulu."" kekeuh Meca.


""Bagaimana Bin, tidak keberatan kan?"" Vero bersuara yang tadinya di shut up oleh Meca.


""Ti...."" Ucap Bintang terpotong.


""Tidak bisa."" Serga Aksa cepat.


""Kenapa."" Sentak Meca.


""Karena Bintang hamil anak ku.""


Juadeeeeeer....ada petir di langit malam yang di penuhi bintang bintang.


Kebohongan Aksa sangat keterlaluan membuat orang yang ada di hadapannya bersport jantung. Apa lagi Meca dan Vero sebagai orang tua yang mendengarnya seakan tamparan keras terluka tiada obatnya, Mereka sudah gagal menjaga anaknya. pikir Vero dan Meca.


Sementara Bintang yang mendengar itu, langsung meneteskan air matanya dan langsung pula mengusapnya dengan kasar sebelum ada yang menyadarinya, sungguh keterlaluan sekali cara Aksa terhadap orang tuanya, apa Aksa tidak mengerti, mana ada orang tua yang senang jika mendengar anaknya hamil di luar nikah.


""Aksa."" Bintang menginjak kuat kaki Aksa.


Aksa meringis dalam diamnya.


""Keterlaluan."" Bisik Bintang.


""Jangan salahkan aku, itu karena dirimu yang tidak mau membantu ku untuk meyakinkan orang tua mu."" balas Aksa berbisik.


Gilang yang mengerti situasi dalam tegang hanya diam mematung, sempat ada rasa bangga kepada Aksa yang begitu berani melamar Kakanya seorang diri, Namun tertelan sudah akibat kebohongan Aksa.


Vero dan Meca menatap Bintang dengan rasa kecewa terhadap anaknya tanpa bertanya terlebih dahulu. Apa lagi Vero, ada rasa sesal yang menghantamnya sebab dirinya lah yang selalu memanjakan Bintang, dirinya pula yang terlalu membebaskan pergaulan Bintang.


""Lanjutkan rencana kalian, Mama menyerah."" Ucap Meca lalu beranjak di susul oleh Vero yang tidak bisa berkata kata lagi.


Suara tegas Meca pun seketika bergetar menahan tangis kecewa, Bintang yakin jika Orang tuanya lagi merasa sesak, dan Bintang yakin pasti Mamanya marah kepadanya.


""Aku Membenci mu, Aksa."" Ucap Bintang setelah keluarganya sudah pada beranjak.


""Aku tidak perduli, yang penting kita menikah secepatnya."" Santai Aksa tanpa ada rasa dosa.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2