BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 15


__ADS_3

Dirgan sudah di dalam area balap, terlihat cowok bertindik itu menjadi lawannya. Dirgan mengangkat kaca helmnya, menengok Bintang sekilas yang berdiri di paling pinggir bersama para penonton lainnya, Dirgan tersenyum mengangguk saat Bintang memberi semangat dengan ke dua jempolnya di ajukan kepadanya.


""Semangat Dirgan.!"" ucap Bintang berteriak. entah Dirgan mendengarnya atau tidak karena bising dari knalpot racing sangat lah berisik.


Cowok bertindik itu ikutan membuka kaca helmnya, mengikuti arah pandangan Dirgan. ia menyeringai memberi kode kepada penonton tujuh pria yang ada di dekat Bintang berdiri.


""Gan...gimana kalau kita membuat kesepakatan?"" tawar cowok bertindik itu.


Dirgan hanya melirik malas. ""maksudnya?""


""Aku akan mengalah malam ini, berpura pura kalah, dan bawa lah taruhannya pulang dengan sangat gampang, asal..."" Cowok itu menyeringai. ""asal saudaramu menjadi milikku untuk malam ini ."" lanjutnya.


"" Mario."" Geram Dirgan, tangannya mengepal kuat di stir motornya, dengan kasar ia membuka helmnya. lalu turun dari motornya, ia tidak perduli lagi dengan balapan kali ini.


""Kurang ajar."" Dirgan mencengkeram jaket Mario, mendorongnya sehingga tubuh itu jatuh dari motor. dengan cepat, dan sebelum Mario bangun, Dirgan menarik kembali jaket itu, melayangkan berkali kali bogemannya di wajah serta di bibir yang sudah kurang ajar menghina sahabatnya.


""Oh..ya ampun, kenapa malah berantem?"" seru Bintang. Namun ia malah santai, menonton dengan bibir tersungging tajam.


Penonton yang kebanyakan pria itu sudah mengepung orang yang lagi beraduh jotos. area balapan motor yang seharusnya untuk bersorak meneriaki para pembalap, kini berubah menyoraki orang yang lagi beraduh kekuatan.


Aksa yang hanya ingin sekedar menonton balapan dari kejauhan, ikut penasaran, mendekat dan memarkirkan motornya di sekitar orang yang lagi beramai ramai membulat.


""Cih..Mario.kau ternyata banci, bisanya keroyokan."" Dirgan membuang salivanya sembarangan, ia di kepung oleh tujuh orang yang berbadan bebal semua.


""Hahahaha.. inilah namanya kemenangan dalam kelicikan, dan hari ini, kamu tidak akan bisa menolong saudara mu."" Mario mundur dua langkah, mengerlyatkan matanya mencari sosok Bintang. ia menangkap sosok gadis itu sedang menyunggingkan smirk tajam ke arahnya. ""wow memang gadis luar biasa, saudaranya sudah di kepung, tapi ia malah terlihat santai."" Lirihnya melangkah kan kakinya ke arah Bintang berdiri.


Dirgan sudah membabi buta menyerang orang yang mengepungnya, walaupun ia jago bela diri tetap saja ia merasa lelah karena lawannya sangat banyak. silih berganti lawannya menyerang Dirgan dengan kekuatan penuh. Meyerang dan menepis serangan beberapa kali ia lakukan namun dengan tenaga yang sudah lelah, dirinya terkena pukulan keras tepat di dadanya.


""Aaahh..Shit."" Ringis Dirgan terjatuh memegangi dadanya.

__ADS_1


""Dirgan.."" panik Bintang dan Aksa bersama, Namun tempat berdiri yang berbeda.


""Gadis cantik..! bagaimana? pergi bersama ku dengan baik baik. dan Dirgan, saudara mu akan selamat tanpa patah tulang, atau sebaliknya."" Tawar Mario yang sudah berdiri tepat di hadapan Bintang.


""Damn..."" Marah Bintang langsung menendang perut Mario hingga terhuyung jauh ke belakang.


Bintang sudah naik pitam, ia belum mengindahkan Mario, mata tajam kucingnya sudah membulat khawatir dengan keadaan Dirgan yang di serang terus menerus tanpa jeda. ia secepat kilat berlari ke arah orang orang yang telah mengkroyok Dirgan.


""Bughh..bughh..bughh... kalian sangat curang."" Geram Bintang melayangkan tendangannya, silih berganti ke tiga orang yang ingin menghajar Dirgan kembali.


Suasana jadi hening, semua mata penonton yang membulat itu, menatap tanya? siapa Gadis yang telah membantu Dirgan.? bahkan ketujuh pria yang berbadan bebal itu, diam sejenak menatap intens gadis cantik namun mempunyai kemampuan seperti layaknya seorang pria, kekuatannya. Mario ikut melongo, ternyata incarannya bukan gadis feminim layaknya seorang gadis.


""Let's play, my best friend."" Sungging Bintang mengulurkan tangan ke Dirgan yang terduduk.


Dirgan langsung menggambarkan senyum tajamnya. "" Let's play.."" ulangnya menyambut antusias uluran tangan lembut itu tapi mematikan.


""Suaranya..? mirip si Culun.?"" Curiga Aksa yang tidak jauh dari tempat Bintang dan Dirgan berdiri. ia meneliti intens gerak gerik Bintang yang sudah bereaksi dalam aksi adu jotosnya. "" Tapi bagaimana bisa?"" Bingung Aksa. kecurigaannya bertambah saat melihat gerakan Bintang dalam berkelahi,sama persis caranya dalam Video yang selalu di putarnya di kala mematahkan tulang tangan Justien.


""Nyuuk..kamu tidak punya teman gitu, di tempat bising seperti ini."" tanya Bintang di selah selah perkelahiannya. ia merasa aneh, kok bisa, Dirgan sering datang di tempat balapan, tapi terlihat tidak satupun orang yang mau membantunya di saat susah.


""Teman ku hanya modal duit doang..kalau masalah seperti ini mana mau membantu."" Dirgan menyahut malas malasan, bisa bisanya sahabat gilanya itu bertanya di saat genting seperti ini.


""Oww... itu artinya teman Lo mata duitan dong, tidak ada yang tulus seperti aku."" Bangga Bintang. ia malah terkikik meledek sahabatnya.


""Yaaak.."" Dirgan mendengus kesal mendengar Bintang hanya bermain main. sedangkan dirinya sudah kuwalahan.


""eits..aww.."" ringis Bintang saat wajahnya terkena tonjokan mendadak dari salah satu orang bebal itu.


""Sialan..kamu membuat wajah ku memar pria banci. hiks..mati aku sama pengacara kondang."" Bintang berseru seraya mulai mengeluarkan kemampuan aslinya.

__ADS_1


""Bughh...kreeek..bugh..kreeeekk.arghh."" Bintang tanpa ragu lagi mematahkan kaki dan tangan orang yang sudah berani melukai wajah cantiknya.


""Gadis setan."" ucap sisa orang bebal itu.


Satu orang terkapar dengan tangan kaki sudah patah, oleh kelakuan Bintang, di tambah dua orang lagi sudah terkapar pingsan terkena tendangan maut dari Dirgan. sekarang tersisa empat orang bebal. Dirgan dan Bintang saling berjauhan dengan lawan masing-masing dua orang.


""Kalian merepotkan."" Bintang terlihat sangat serius dari arah depan tanpa memperhatikan arah belakang.


""Bughh..praaang..""


""Aksa.."" pekik Bintang.


Dari belakang Bintang, Mario datang dengan pisau di tangannya, Cowok bertindik itu, ingin menancapkan pisau ke punggung Bintang namun tertahan oleh Aksa yang tiba-tiba mencengkeram tajam pisau tersebut tanpa perduli tangannya yang terluka, Aksa menghajar Mario dengan sangat brutal tanpa ampun. pria dingin itu dengan cepat sudah melumpuhkan Mario dengan darah bercucuran keluar dari hidung dan mulut.


Bintang dan Dirgan pun sama, lawan mereka sudah terkapar mengenaskan babak belur tidak kuat lagi berdiri. karena Bintang memfokuskan mematahkan tulang kaki para pria itu. sedangkan Dirgan menyerang memfokuskan letak kehidupan pria itu, Jantung.


Bintang mendekat ke arah Aksa dan ke tubuh Mario yang sedang meringis kesakitan.


""Aksa.."" Sapa Bintang. tanpa sadar ia menyapa dengan wajah aslinya. Aska menyerinyit. ""Suara nya.?"" Gumam Aksa curiga.


""Aaaaa...ada polisi...kabur...kabur.."" panik semua penonton berhamburan ke sembarang arah saat serine khas petugas keamanan terdengar mendekat, Bintang dan Aksa tertabrak tabrak oleh orang orang yang menerobos ke arah mereka. Bintang terhuyung hampir jatuh, namun Aska sigap menangkap tangan Bintang dan menariknya pergi.


Dirgan yang terhadang banyak orang terlihat panik saat Bintang masih jauh dari jangkauannya untuk menariknya kabur.


""Bintang..."" teriak Dirgan mencari sosok sahabatnya di tengah tengah orang yang berlari kabur. ""Bi---aaargg...Aska.? Aska membawa Bintang."" kesalnya. dari kejauhan ia melihat laju motor Aksa dengan Bintang di boncengannya.


Bersambung...


Jangan lupa👇👇👇👌

__ADS_1


Like..komen..hadiah..Vote..


__ADS_2