BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 102


__ADS_3

Bruuum....Biiip.... Biiiiiiip...Biiiiippppp


Setelah berdebat dengan semua orang-orang yang menentang keputusannya perihal ingin mengorbankan jantungnya demi keselamatan malaikat penolongnya. Bintang meninggalkan rumah sakit mengendarai mobil Biru dengan sangat ugal ugalan di waktu dini hari yang sangat sepi lalu lalang kendaraan.


Sedih...Marah...kesal...kecewa bercampur aduk yang ia rasakan dengan keadaan yang sekarang menimpa keluarganya apa lagi keluarga dari Gional Malik.


Ya.....yang di Fonis oleh dokter tentang salah satu dari pasien yang mengalami permasalahan jantung adalah DIRGAN, dan yang baik baik saja adalah Aksa yang hanya menunggu pemulihan saja pasca operasi.


Mobil Sports Lamborghini Aventador melintas cepat tanpa memperdulikan larangan lalu lintas, Bahkan Bintang malah Berniat untuk menabrakkan Dirinya kesalah satu palang trotoar agar dirinya bisa terluka parah dan dengan gampang bisa membujuk Keluarganya agar Jantungnya mau di pindahkan ke Dirgan saja, ya.... walaupun dirinya akan mati tapi tidak masalah baginya, sebab yang seharusnya yang berada di posisi terbaring Dirgan adalah dirinya, Bukan sahabat tersayangnya itu.


Chiiiiiittt.....


Aku baik baik saja, percayalah.!


Bintang tiba tiba menginjak pedal remnya secara mendadak yang hampir sengaja menabrak kan dirinya ke pembatasan jalan, seketika niatan buruk itu terhenti saat memejamkan matanya tiba-tiba ada halusinasi suara bisikan Dirgan.


""Aaaarrghh....hiks...hiks...Dirgan bodoh, tega kamu hah? aku akan menderita jika dirimu tidak tertolong."" Bintang menangis memukul mukul setir mobil Biru hingga tangan lembutnya pun memar memerah, ia tidak menerima jika Dirgan dalam keadaan di ujung tanduk hidupnya.


""apa yang harus aku lakukan untuk bisa menolong mu, Dirgan. bahkan Tante Fina dan Om Gion pun menolak jika aku mendonorkan jantung ku, Tolong jangan tinggalkan aku, Aku tidak bisa tanpamu, Entah kenapa semangat hidupku seakan hilang separuh, mendengar kabar buruk tentang mu."" Bintang menunduk dalam di setir mobil, sesekali dahinya sengaja di benturkan ke setir berharap ini hanya lah sebuah mimpi buruk.


******


Flashback On, beberapa menit di rumah sakit.


""Siapa..?"" Pekik semua orang bertanya ke Dokter Samuel.


""Dirgan.!"" Terang Dokter Samuel dengan berat hati harus menyampaikan berita buruk ke keluarga pasien.


Hening sesaat, Semua orang mencerna ucapan Dokter Samuel. berharap mereka hanya budek atau salah dengar.

__ADS_1


""Jantung pasien sakarang dalam tidak stabil, kami pihak Dokter ahli jantung berharap menghimbaukan agar pasien segera melakukan pendonoran Jantung, Dan dengan itu.......""


""Donorkan Jantung ku saja, Dok ! aku akan memberikan kehidupan ku untuk malaikat penolong ku.""


Bintang yang mengerti sedikit tentang medis langsung menserga penjelasan dokter Samuel dengan cepat menawarkan dirinya sebagai Pendonor.


Semua orang menatap Bintang dengan tidak Setuju, bahkan Fina langsung menampar Bintang untuk menyadarkan gadis kesayangan anaknya.


Bintang terkejut bahkan semua orang terutama Meca, tidak menyangka dengan pemikiran Fina yang main tampar tampar anaknya.


Namun anehnya, Walaupun Bintang merasa panas di bagian pipihnya, Gadis itu tidak mengindahkannya, Rasa sakit di pipinya tidak seberapa sakit yang di rasakan oleh Dirgan. dan itu yang membuatnya marah ke diri sendiri.


""Apa kamu sadar ! apa yang sedang kamu ucapkan Jaauza."" Kesal Fina. Bintang mengangguk.


""Aku sangat sadar !"" Lantang Bintang.


""Tidak sayang, jangan seperti itu, kita akan cari Pendodor yang lain, kemanapun kami akan mencarikan Pendodor buat Dirgan."" Larang Kemal dengan penuh kasih sayang. Sedetik kemudian ia mengeluarkan handphone miliknya dan berniat menghubungi relasi rumah sakitnya yang khusus ahli bedah Jantung yang ada di luar Negeri.


Bintang masih kekeuh membujuk semua keluarganya, Sampai memohon di hadapan Vero dan Meca yang terlihat kosong. Mana ada orang tua yang rela mengorbankan nyawa anaknya demi kehidupan orang lain. Walaupun Dirgan terbaring sakit karena menolong anaknya. Tapi Vero dan Meca tidak setuju.... Egois memang..tapi itulah orang tua, menginginkan kebahagiaan anaknya dan tidak ingin melihat peti kematian anaknya.


Fina dengan geram menarik tangan Bintang yang sedang membelakanginya.


""Anak Tante di dalam akan kecewa dan marah besar setelah sadar dan mengetahui jika ia hidup di atas kematianmu, sama saja ia akan mati perlahan, ia pasti merasa bersalah dan akan menganggap dirinya sebagai pembunuh jika kamu mati karena hal ini."" Fina mengguncang bahu Bintang


berharap Bintang sadar dengan keputusannya.


""Fin."" Cegat Gion menarik Fina kedekapannya agar berhenti menyakiti Bintang.


Bintang pasrah saja mau di apakan oleh Fina. Namun keputusannya sudah bulat untuk mengorbankan dirinya.

__ADS_1


""Aku akan mendonorkan Jantung ku, Titik."" Kekeuh Bintang dengan keras kepalanya.


""Tidak Nak, Jangan bodoh..."" Vero dengan cepat menarik Bintang dan segera mendekapnya. "" Hidup papa akan hampa tanpa dirimu, jangan keras kepala, papa dan Om Om mu akan mencarikan pendodor lain untuk Dirgan, papa akan berusaha keras.""


Titan dan Kemal mengangguk membetulkan ucapan Vero, dan Tanpa sadar Vero meneteskan air matanya jatuh ke rambut Bintang yang sedang di peluknya.


""Tapi pa, Dirgan celaka karena menyelamatkan aku, maka aku pun akan membalas keberanian dan kebaikan Dirgan."" Bintang masih berusaha membujuk.


""Mama yang akan menggantikan diri mu untuk mendonorkan hidup mama ke Dirgan."" Dari pada melihat mayat anaknya, Meca yang langsung turun tangan untuk bertindak menengahi permasalahan.


Tapi..... Semua menolak niat baik Meca. Bahkan Gion dan Fina bertambah marah, Fina dan Gion memang menginginkan anaknya selamat tapi tidak untuk mengorbankan salah satu sanak saudaranya.


""Pergi...!"" Usir Fina merasa kesal, Tapi tidak ada yang beranjak.""Jika ada yang berani menawarkan jantung milik salah satu dari kalian lagi maka aku akan memutuskan hubungan baik di antara kita."" Ancam Fina dengan menunjuk satu persatu ke keluarga besar Meca.


""Kaka ipar."" Sedih Vane seraya memeluk Fina setelah tangan telunjuk Fina menunjuk ke arahnya.


""Aku saja."" Fatur yang dari tadi hanya bungkam dengan penyesalan luar biasanya, ikut ikutan menawarkan niat baiknya untuk kehidupan Dirgan. karena ini semua adalah kesalahannya.


""Maaf kan aku dengan kekacauan ini, aku sangat di buta kan oleh dendam, Sebagai penyesalan ku, aku siap mendonorkan hidupku."" Tawar Fatur bersungguh sungguh.


Gion tersenyum kecut. ""kenapa tidak dari dulu saja kamu bertobatnya, kenapa harus ada drama menyedihkan ini, Aku sebagai papanya Dirgan, Tidak setuju dengan keputusanmu, aku berterima kasih sebelumnya. Tapi biarkan aku mencari Pendodor yang lain."" Gion pun memikirkan kepentingan Aksa yang sangat ingin merasakan hidup hangat bersama dengan keluarganya, jadi Gion dengan terpaksa menolaknya, ia yakin jika anaknya akan selamat tanpa harus menumbalkan salah satu kerabat-kerabatnya.


""Kalian sangat menyebalkan, aku benci hidup ku jika Dirgan sampai kenapa kenapa !"" Bintang kembali bersuara setelah telinganya sudah panas mendengar penolakan semua orang dengan niatnya dan juga mendengar niat mamanya yang ikut ikutan ingin menawarkan jantungnya.


""Eeeh..."" Biru terkesiap, tiba tiba Bintang merogoh kantongnya untuk mengambil kunci mobil miliknya.


""Bintang..."" Kompak Semuanya mencegah yang akan tahu Bintang akan pergi dengan emosi yang menyelimuti.


"""Jangan ada yang mengikuti ku, aku ingin sendiri.!!!"" Ucapnya dengan mata tertuju ke Biru dan Nata yang akan beranjak mengikutinya. Nata dan Biru pun seketika terdiam dengan tangan menengadah ke udara, mengalah.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2