
Alarm jam pulang kerja sudah berbunyi, Bintang bergegas membereskan mejanya ingin Cepat cepat pergi dan berkumpul bersama sahabatnya yang sudah merencanakan temu janji malam ini.
Aksa yang melihat Bintang terlihat buru buru, seketika langsung menyeringai dan segera beranjak menghampiri Bintang yang sudah berdiri di depan lift
Aksa dari belakang langsung merangkul pundak Bintang yang masih berdiri menunggu lift.
Bintang terkesiap, reflek memutar ke depan tangan orang yang main merangkulnya seenak jidat, namun keseimbangan haig heels nya oleng tidak bisa menopang beban tubuhnya dan Alhasil.....
duk...
Aksa dan Bintang terjatuh ke lantai, dengan posisi menguntungkan bagi Aksa yang posisinya berada di bawah tubuh Bintang, bibir gadis itu tidak sengaja mencium pas tepat bibir seksi Aksa.
Bintang membelalakkan matanya, saat Aksa malah sengaja menahan tengkuknya yang akan menjauh, dan alhasil ciuman itu berdurasi lama.
Ting...
Bunyi dentingan lift terdengar dan berhasil membuat kesadaran Bintang kembali dari fantasi liarnya. Gadis itu pun dengan sengaja menggigit bibir Aksa sangat keras agar ciuman dalam Aksa terlepas.
""hais.."" desis Aksa setelah melepas pangutannya. Bibir nya terasa bengkak mendapat gigitan dari Bintang.
""Ak----!"" Bintang gelagapan dengan wajah sudah merah merona, malu. Bisa bisanya dirinya oleng terjatuh dan berakhir mencium bibir Aksa.
""Aku duluan."" Salting Bintang merasa canggung dan langsung melangkah masuk kedalam lift yang sedari tadi terbuka.
""Aku pun mau ikut."" Seringai Aksa dengan cepat menahan lift yang hampir tertutup.
""kenapa harus masuk juga sih, malu maluin aja."" Lirih Bintang yang masih merasa canggung gara gara kebodohannya yang terjatuh.
""Bin."" Aksa tersungging jail. Bintang tidak menoleh.
""Manis, sekali lagi boleh.?"" Goda Aksa menghempit tubuh Bintang ke dinding lift
""eum, boleh pakai ini."" Bintang mengepal tinjunya di depan muka Aksa.
""itu pun jadi."" jail Aksa mengecup kepalan Bintang.
""Yaak.."" dengus Bintang menarik kepalannya.
""Wajah mu merah, Bin."" Aksa semakin menggoda Bintang.
""iya, aku habis touch up."" kilahnya. ""kamu mau aku touch up-in."" Lanjutnya ikutan menggoda.
""Boleh, nih."" pria itu malah sengaja memasang muka ja'imnya di depan wajah Bintang.
""Aksa."" Kesal Bintang menoyor kepala Aksa.
""Hahaha.. kamu kenapa malu malu begitu.?""
__ADS_1
""Diam lah, aku tidak punya waktu meladeni mu, dan aku tidak malu."" bohongnya.
""Benarkah, tapi wajah mu terlihat lucu kalau lagi malu malu kucing."" Aksa mengacak acak rambut Bintang dengan gemas.
""Aksa.. jangan di berantakin, hah.""
Dengusan Bintang yang mau membalas Aksa, terhenti dengan dentingan lift yang sudah sampai membawa mereka ke lantai dasar. Gadis itu pun mengambil langkah panjang bergegas menuju ke depan lobby.
Aksa mengekor di belakang Bintang.
""Bin, aku sopirin ya."" pinta Aksa.
""Tidak mau.!""
""Ayo lah, aku ingin main ke unit mu, atau kita jalan jalan, gimana.?"" rengek Aksa.
""Tidak Bisa.""
Gadis itu hanya datar dengan sahutan singkatnya, Pak Wiwid dan June yang melihat itu dari sudut lobby hanya termangu melihat bos Dinginnya merengek seperti anak kecil kepada ibunya yang akan di tinggal pergi.
""Kenapa tidak bisa.? beri aku kesempatan.!"" pinta Aksa memelas di selah langkahnya.
Mendengar suara memelas Aksa, seketika Bintang berhenti dan menatap Aksa dengan raut wajah datarnya.
""Aku tidak pulang ke apartemen, aku ada janji, jadi kamu tidak boleh ikut."" lembut Bintang menjelaskan.
""Kemana ? ajak Aku, aku janji akan jadi bodyguard manis."" pintanya keras kepala.
""Kata siapa ? kenapa kamu tidak yakin."" penasaran Aksa, ia jadi semakin gigih dan keras kepala ingin ikut mengekori Bintang.
""Aksa sayang......"" Bintang menjeda saat menangkap wajah Aksa semberiwing di panggil sayang olehnya. "" .....tapi pria tukang paksa, nyebelin, kamu tidak boleh ikut karena aku mau berkumpul bersama sahabat sahabat ku, jadi pasti di sana kamu akan menjadi terlihat bodoh dan bisa bisa suasana akan menjadi tegang karena adanya kamu."" lanjut Bintang menjelaskan panjang lebar
Aksa terlihat kecewa yang tadinya berbinar di panggil sayang seketika raut senang itu hilang mendengar umpatan Bintang, namun ia semakin keras kepala ingin ikut, apalagi mendengar kata sahabat, pasti ada Dirgan, pikirnya.
"" Apa hanya berdua doang bersama Dirgan.?""
Bintang menggeleng. "" Sahabat ku bukan Dirgan seorang, Rere juga sahabat kami dari kecil, dan-----"" Bintang yang akan menjelaskan kalau Nata dan Biru juga ada seketika menelan ucapannya saat Aksa main tarik tarik menuju mobilnya.
""Aksa ! mobil ku di sana?"" kesal Bintang.
""Aku tahu, aku akan ikut, mau tidak mau harus boleh. mobilmu di taruh saja di kantor."" kekeuh Aksa.
""Tapi kamu harus janji dulu."" pinta Bintang mengalah.
Aksa sudah membukakan pintu mobilnya untuk Bintang, namun gadis itu masih ragu untuk masuk sebelum mendengar sahutan Aksa.
"" janji apa ? ayo naik.""
__ADS_1
Bintang menggeleng. "" jangan buat keributan di sana, apalagi kami akan berkumpul di Cafe mama ku.!""
""Tidak akan! kenapa kamu berpikir kalau aku akan berulah di sana ? apa ada sesuatu ?"" Selidik Aksa.
""Tidak ada, tapi awas saja kalau kamu membuat kegaduhan atau apapun itu."" Ancam Bintang.
""Eum...janji, kecuali....""
""Kecuali apa ?"" Serga Bintang berkacak pinggang.
""Kecuali kalau ada yang berani ingin merebut mu dari ku, aku tidak akan janji."" Ucap Aksa bersungguh sungguh.
""Hanya orang bodoh yang mau dengan ku, yang mempunyai sifat galak, tidak ada lembut lembutnya, di tambah sudah di gerepeh gerepeh orang"" Sindir keras Bintang.
Gadis itu berkicau seraya di dorong pelan oleh Aksa masuk ke dalam mobil.
Aksa pura pura budek yang merasa tersindir.""Ada, aku orangnya."" Santai Aksa seraya memasang seat belt agar Bintang aman dalam duduknya.
""Berarti kamu buta dan juga bodoh."" Cicit Bintang.
Cup...
Aksa mendongak tepat di bibir Bintang, ia mengecup singkat bibir mungil itu.
"Aksa.."" kesal Bintang.
""itu hukumannya kalau kamu ngatain aku buta dan bodoh."" Seringai Aksa. "" dan sering sering lah mengumpat maka aku juga akan sering mencium mu."" Tunjuk Aksa di bibir mungil Bintang.
""Yaaak..aku gigit lagi tahu rasa tuh bibir."" ketus Bintang.
""Hahaha...mau."" Aksa tergelak, dengan jailnya pria itu malah memajukan lagi wajahnya.
""Jangan nakal, dan jangan mesum, rasain."" Geram Bintang spontan menggigit bibir Aksa dengan sangat kecil dan dengan cepat pula ia memalingkan wajahnya dari wajah Aksa.
""Ais..Bin."" Aksa memengang bibirnya yang terasa sakit dan perih. "" Dasar gadis nakal, aku akan membalas mu.""
""Eits..."" Bintang menahan wajah Aksa.
Namun niat pria itu bukan membalas dengan ciuman malainkan gelitikan di pinggang Bintang.
""Aksa...hahaaha...lepas..hahaha... Lepas..iya..iya..hahaa..Ampun-ampun...hahaa""
""Tidak mau."" Seringai Aksa semakin gemas melakukan Aksinya.
""Ampun..geli Aksa..haha..Aksa"" Sentak Bintang di sela tawanya. gadis itu tertawa sampai bola matanya berkaca kaca.
Mereka bukannya cepat melesat kan mobilnya ke tempat tujuan malah asyik saling melakukan Aksi konyolnya.
__ADS_1
Di sisi parkiran, ada dua orang yang sedang memperhatikan Aksa dan Bintang, dengan bibir tersungging tajam terkesan seram.
""Bagus, lebih cepat lebih bagus kalian berbaikannya, maka lebih cepat pula aku akan melakukan rencana ku."" Seringainya.