BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 18


__ADS_3

Ke esokan harinya, Bintang duduk lesuh di pekarangan rumah tepat di kursi panjang, ia sudah siap dengan seragam sekolahannya, menunggu Dirgan dan Biru untuk berangkat bersama.


Dirgan pun terlihat sedang berjalan menghampiri Bintang dari arah rumahnya.


""Bin.."" sapa Dirgan tidak bersemangat. Bintang menoleh malas malasan dengan wajah cantik tapi di tekuk kaya baju kusut.


""Ayo kita berangkat."" Ajak Bintang.


Tapi,Dirgan malah ikut duduk di bangku panjang melihat wajah sahabatnya di tekuk, ia jadi penasaran.


""Muka kamu jelek amat ?"" Goda Dirgan. ""Kenapa..?""


""Aku semalam di marahin papa mama ku dan hasilnya aku tidak boleh memakai topeng culun ku lagi."" Sedih Bintang. Namun Dirgan terkikik geli seraya menoyor kuat Kepala Bintang dan berhasil gadis itu mengadu pusing.


""Hey..nyuuuuk..Lo mah enak, cuma itu doang.. aku mah..si Moge bohay gue di tahan mama ku."" terang Dirgan.


""Terus kita berangkat pake apa dong ?"" tanya Bintang.


""Pakai mobil mama ! ayo naik, sekalian mama ada kerjaan di sekitaran daerah tempat kalian bersekolah."" sahut Meca, sudah siap dengan mobil meticnya untuk mengantar anak-anaknya.


****


Di area koridor sekolah, Bintang berjalan gontai bersama Dirgan, ingin cepat cepat sampai di kelasnya, ia seperti sedang menghindari seseorang.


""Suit..suit..Ada anak Baru, woy..Cantik gila..!"" Suara salah satu siswa itu, mengundang pasang mata untuk memperhatikan Bintang.


""Mana mana ? wih iya.. bidadari ini mah..?"" puji siswa yang pernah menghujat Bintang.


"" Cantik sih cantik..tapi sayang, korbannya si Dirgan mata bohay."" celetuk siswi salah satu mantannya Dirgan. Dirgan hanya terkikik mendengarnya yang berjalan di dekat Bintang.


Blaaa..blaaa..


Terlalu banyak pujian yang terdengar masuk di telinga Bintang, membuatnya terlalu muak juga.


""Tch.. kalian tidak ada yang tulus, hanya penampilan yang utama."" Batin geram Bintang, gadis itu mengeluarkan tompel serta kaca mata bundar tebalnya, lalu memakai pas di hadapan orang orang yang dulu pernah menghujatnya.


""kalau ini, Cantik nggak..?"" Ketus Bintang. Mata siswa siswi pada melotot ingin keluar dengan mulut mangap melongo melihat Bintang culun.


""Hah ? jadi..itu si culun."" kaget mereka.


""tch... menyebalkan.."" kesal Bintang berlalu.


****


Bintang sudah duduk di bangkunya seorang diri tanpa ada Aksa di tempatnya, pria dingin itu belum terlihat batang hidungnya. siswa siswi lain pun sama sudah pada duduk setelah kaget dengan penampilan Bintang yang baru di lihatnya, mendadak pada sok baik dan sok dekat.


""Hai..hai..hai...Bang Tiko yang lucu datang mampir, nih.."" Ucap Seorang siswa dari kelas 12 lain, dengan postur tubuh yang lucu, perut buncit, kepala kribo berkulit butek coklat dengan pipi yang gemas untuk di cubit rame rame. jika di lihat lihat mirip pak Togar, Logat pun sama, Batak kental.

__ADS_1


""Huuuu..lucu dari mananya? bang Tiko..?""


""Dari hati mu.. sayang.."" Humoris Tiko.


""Bluweeeekk.."" semua siswa terbahak kecuali Bintang yang duduk datar di belakang pojok.


""Adik.. Bintang yang mana nih.. tolong di angkat tangannya dong, Bang Morgaaan nyariin tuh....?"" Tiko berseruh mengerlyatkan mata nya. semua mata tertuju ke arah Bintang yang sedang menunduk saat melihat sosok Morgan.


Morgan terkikik dengan seruan Tiko, dengan seringainya.


""Yang namanya Haniaaaa... yang mana nih...Bang Tikoooo..ada salam..Cintaaa..lho..!"" Morgan membalas goda jail temannya dengan asal nyeplak.. Namun di ujung bangku paling depan, Hania..gadis gendut ke turunan cina sipit, memang mempunyai rasa ke Tiko butek. Mata Tiko dan Hania bertemu tatap tatapan, semenit kemudian Hania kejang kejang ayam tidak kuat dengan tatapan cintanya Tiko.


"" wadau.. punya riwayat kejang ayam..."" Ngeri Tiko.


""Hay.. Sweetie..!"" Morgan duduk di bangku Aksa.


Bintang hanya membaca buku yang terbalik, membuat Morgan semakin gemas.


""Sweetie.. sweetie.."" Goda Morgan dengan ciri khasnya.


""Apa..?"" ketus Bintang.


""Kangen..?""


""Makan tuh, Kangen..!""


""Gitu..!""


""Balikan yuuk..!""


Bintang diam, menatap tajam Morgan. Tiko yang berdiri menyenderkan punggungnya seperti satpam terkikik geli melihat tingkah, dan mendengar rayuan Morgan. pria kribo itu tidak perduli dengan Hania yang sedang berusaha di bangunin oleh temannya dari kejang ayamnya.


""Sweetie..Ntar..Aku kerumah kamu yah..Aku bawakan Pizza ke sukaan mu.""


"" jangan injak rumah ku lagi, sana pergi lah.. Sudah bel.""


""Gitu..!""


""iya.."


""Hemm..""


Seiring Bel berbunyi, lima menit kemudian pak Togar datang dengan tas jinjing di tangannya. Morgan dan Tiko gelagapan. Apa lagi Tiko yang sebagai bapaknya sendiri, yang sudah kenal galaknya.


Pak Togar menangkap sosok anaknya dan Morgan berdiri paling belakang membuatnya menyerinyit.


""Sedang Apa kau, Morgan ? Kau juga, anak Butek kriboo, tidak di rumah di sekolahan selalu wajah jelekmu kau perlihatkan."" Celetuk Logat pak Togar membuat muridnya tertawa.

__ADS_1


""Hem.. Ciplakan sendiri di katain.."" Celetuk Tiko.


""Hust..sana..pergi, atau kau mau aku lempar sepatu."" Ancam pak Togar yang sudah ancang-ancang membuka sepatu, membuat Morgan dan Tiko berlari keluar, kabur.


Pelajaran pertama, kedua sudah selesai dengan cepat, kedua anak malas, Dirgan dan Aksa tidak terlihat sedari awal pelajaran, membuat Bintang ke bosanan hanya duduk santai di bangku dengan buku tebal di tangannya.


""Hay..Hay..Hay..siswi paling cantik datang, ayo.. bayar pajak kalian.!""


Tiga siswi cabe rawit busuk, siap melakukan aksi malaknya seakan anak yang kurang mampu. dan lebih anehnya lagi semua siswi di kelas pada nurut memberi separu uang mereka. Bintang belum menyadari itu, ia lebih asyik dengan buku tebal di tangannya.


""Gissel, ini nih yang aku ceritakan, anak itik buruk rupa menjadi anak angsa yang sangat cantik."" Bisik salah satu teman Gissel, Selly dan di angguki Alifia teman satunya pagi, saat geng Cabe rawit busuk itu sudah tepat di samping bangku Bintang.


""Benar kah, tapi lebih seksi dan cantik kan juga Gue."" Gissel meneliti sikap santai Bintang dengan tatapan tidak suka, menarik buku tebal Bintang yang sedang di bacanya.


""Apa yang kalian lakukan..?"" ketus Bintang. ""Balikin buku ku.""


""boleh..tapi..bayar pajak dulu sini.!"" Gissel melayangkan tangannya ke Bintang, seperti sedang mengemis.


Semua mata siswi yang masih setia di kelas pada melihat ke arah mereka. ""Kasian tahu si Bintang, jika Gissel marah ,akan berakhir buruk."" iba teman sekelas Bintang.


""pajak..? pajak apa?"" Bingung Bintang.


""Jelasin Sel..""


Gissel menyuruh temannya untuk menjelaskan peraturan bodoh yang di buat buat sendiri oleh gengnya.


Bintang manggut-manggut mendengarnya dengan seringai setan sudah tersungging.


""Aku tidak punya uang, aku kan orang miskin seperti kalian."" celetuk Bintang.


""Braak.."" Gissel menggeprak meja Bintang sangat kuat ia tidak terima jika di katain orang miskin, namun Bintang hanya santai, ia malah berkedip lucu mengejek geng Cabe rawit busuk itu.


""Denger ya.. anak baru, aku itu, calon istri Aksa yang punya sekolahan ini, ngerti..! jadi jika kamu tidak menurut maka aku pastikan kamu akan di keluarkan di sekolah elit ini.


""Bodoh.."" Cuek Bintang mengedipkan bahunya, lalu menyeringai. ""Aksa yang duduk di sini bukan ? semalam kami ngedait lho..di tempat yang romantis, Bahkan Aksa ngajak aku kerumahnya."" Bohong Bintang, batin nya malah terkikik geli jika memikirkan sifat Aksa yang kaku, dingin, datar itu, mana mungkin orang seperti itu bisa romantis.


""Kau.. pasti bohong.."" Gissel merah padam marah, tidak terima jika Aksa sampai melakukan hal manis itu ke Bintang, ia sudah lama mendekati pria Dingin itu, namun selalu gagal.


""ya sudah kalau tidak percaya."" Bintang berdiri dari tempat duduknya, sikapnya selalu santai jika berurusan seperti orang orang busuk seperti geng yang ada di depannya. Namun santainya punya maksud tersendiri.


""Selly, Alifia..! bawah cewek sok cantik ini, kita akan bermain."" Sungging Gissel, dan di balas sungging tajam oleh Bintang yang mendengarnya.


""Eum..Ayo kita bermain, Aku juga Bosan di kelas terus."" celetuk Bintang sok bodoh, seakan akan dirinya tidak mengerti apa arti kata main.


""hhmm...ayo ikut kami, sayang..kita bermain.."" senang Gissel.


""Aih..tuh kan, Bintang di bawah pergi, pasti Bintang akan di permalukan."" lirih siswi yang sedari tadi hanya mendengar dan menonton.

__ADS_1


__ADS_2