
""Cantik."" Dirgan meneropong Bintang yang ada di langit memakai teropong alami alias tangan satu dan tangan yang lain melukis di udara berkhayal Bintang Bintang di langit menjadi Bintang/Jaauza sesungguhnya. ia belum menyadari ada seorang gadis yang di rindukannya sedang memperhatikannya dengan kepala menggeleng geleng geli.
Dirgan seketika berubah ekspresi sedih setelah sesaat memejamkan matanya. ia menarik tubuhnya untuk duduk namun sorot matanya tak lepas dari Bintang Bintang yang di atas langit.
""Tidak Dirgan ! stop memikirkan Bintang, dia punya Aksa dan kamu harus tanamkan itu, mereka itu saling mencintai, pasti mereka sudah menikah dan sebentar lagi Bintang akan punya anak.""
Bintang menatap turun ke area perutnya yang rata adanya, ia tidak menyangka ke bohongan Aksa sudah di ketahui Dirgan pula, mungkin salah satu alasan itu Dirgan tidak menghubunginya, Ternyata Dirgan mencoba mati matian untuk melupakannya, Pikirnya.
""Tapi kenapa sulit sekali untuk menerima kenyataan membahagiakan itu untuk sahabatku ? aku harus bagaimana untuk bisa merelakannya, bahkan hanyut di sungai Seine pun pasti ingatan ku tetap untuk dia ! ya Tuhan... buang lah perasaan ini jauh jauh ke dasar laut. aku tidak mau menjadi orang jahat yang selalu mendambakan istri orang.!"" Rupanya Dirgan begitu terpukul dengan perasaan cintanya sendiri untuk orang yang di anggapnya sudah menjadi istri orang.
Dirgan kembali rebahan di atas rumput, sudut matanya meneteskan kelemahan hatinya, sungguh ia sangat ingin melupakan Bintang namun hatinya tidak pernah berkompromi dengan otaknya.
""Biarkan lah aku di sini dengan luka ku, luka dalam diam ku ! Luka yang tak sepatutnya ada, biarkan aku di sini mencintai mu sampai akhir hayat ku, berbahagia lah di sana, aku mencintaimu sahabat ku ! aku sungguh mencintaimu Bintang, aku hanya berani mengutarakannya dari kejauhan. berbahagia lah kalian.""
Bintang mendengar perasaan hati Dirgan untuknya yang sangat dalam membuat darahnya berdesir hangat. ingin sekali ia memeluk Dirgan dari belakang sekarang juga, tapi ia ingin mengerjai Dirgan dulu. siapa suruh sahabat yang sudah berubah cinta itu tidak pulang pulang.
Dirgan mencoba berbesar hati yang sebenarnya sedang menangis hati, tak sanggup mendengar kabar pernikahan sahabatnya makanya ia tidak pernah mau memberikan kabar sedikit pun untuk Bintang yang jauh di sana, sahabat rasa kekasih baginya, bahkan ia kadang kala teringat dengan cap istli (istri) yang ia ucapkan di waktu kecil untuk Bintang. Ternyata istri kecilnya sudah menjadi istri orang lain di saat sudah dewasa, Pikirnya. ......memang sangat miris untuknya.
Dirgan memejamkan matanya di atas rebahannya yang selalu terasa perih jika harus mengingat nama Bintang, tiada hari selama dirinya berada di Prancis terus berusaha melupakan Bintang tapi yang muncul dalam hatinya adalah penolakan untuk melupakan, kadang kala Dirgan sering berpikir untuk membenturkan saja kepalanya ke besi menara Eiffel agar ia lupa ingatan dan bisa melupakan Bintang, tapi lagi lagi hatinya menyuruh untuk mengurungkan niat bodohnya ' Dirgan bodoh, Bintang adalah hatimu, mana bisa ia pergi dari hati mu.' Entah setan Prancis mana yang selalu membisikkan kata kata itu, setiap berniat mencari cewek bule bohay, yang muncullah bayangan wajah Bintang yang selalu tersenyum lepas dan tersenyum manis untuknya.
"Dasar hati minta di kasih makan mengkudu, biar kuduh melupakan istri orang."" rutuknya memukul kuat dadanya. ""Auw..."" Ringisnya, ia lupa jika dirinya habis operasi di bagian situ, masih terasa berdenyut jika mendapat tekanan.
__ADS_1
""Nah kan, Muncul lagi itu muka."" Lirihnya mengusir wajah Bintang yang tepat rebahan di sampingnya, setelah membuka mata ada bayangan Bintang lagi yang muncul dan kali ini, begitu nampak nyata, wajah cantik itu sedang tersenyum manis ke arahnya, hembusan nafas Bintang pun begitu terasa menerpa wajahnya..... padahal itu Bintang sungguhan Dirgan bohay..!
Bintang sendiri setelah melihat tangan nakal Dirgan memukul dadanya sendiri dan mendengar ringisan Dirgan spontan ia ikutan rebahan, sebelum Dirgan membuka matanya dengan bentuk kaki bertolak belakang posisinya hanya kepala saja yang terlihat sebelahan.....Taman Paris di menara Eiffel seperti milik berdua main rebahan mengusik turis lain yang ingin melewati sekitaran taman tempat mereka rebahan.
""ish...hus, pergilah bayangan cantik."" usirnya.
Bintang cemberut bohongan dapat usiran, tepat di sebelah wajah Dirgan namun Suaranya masih enggan untuk di keluarkan, ia masih ingin menggoda Dirgan.
""Aih...kenapa bayangan ekspresi wajah mu begitu nampak...dasar setan cantik.""
Bintang melotot horor di katai setan, tapi cantiknya ? bisalah untuk di maafkan.
Bintang semakin melotot dengan tambahan bibir mengerucut akut. ingin sekali ia langsung memukul kepala Dirgan saat ini, tapi ia masih ingin menggoda.
""Aduuh... nambah seram aja, melotot seraya cemberut, kok jadi horor ya di tempat romantis begini.? Hus...Hus.. pergilah Bintang atau aku akan mencium mu."" Usir Dirgan lagi, dan selalu memakai ancaman andalannya jika Bintang susah di bilangin.
Bintang tak bergeming, smirk tipis terangkat di bibir mungilnya. Gadis nakal itu makin mendekat kan wajahnya tepat di atas wajah Dirgan, dan sekarang posisi Bintang sedang tengkurep dengan wajah Dirgan tepat di bawah wajahnya.
Cup...
Bintang mencium hangat jidat Dirgan yang masih terlihat ekspresi wajah bodohnya yang selalu mengusir dirinya.
__ADS_1
""Kok kaya nyata sih?."" Dirgan mengusap jidatnya yang sengaja di kasih basah basah dari gerimis Bintang. Ekspresi wajahnya sangat menggoda Bintang untuk segera di hajar.
""Bodoh."" Songong Bintang mengeluarkan suara yang sedari tadi ingin memberontak keluar untuk mencaci Dirgan.
""Aih...kali ini bayangannya bersuara."" Dirgan masih tak percaya, ia terlihat terkejut setengah shok. apa Bintang yang ada di hadapannya adalah Bintang sesungguhnya ? ah, tidak mungkin ! Bintang kan lagi hamil muda ? mana boleh di perbolehkan oleh orang orang sana untuk bebergian jauh, naik pesawat Berjam jam, bisa bahaya nanti tuh cabang ? pikirnya secara logika.
Dirgan secepat kilat menarik tubuhnya untuk duduk. Zig Zag, berbalik ke belakang tepat posisi Bintang yang sekarang berposisi tengkurap dengan kedua tangan lembutnya menopang dagunya dengan sikut tangan menjadi penopang di rerumputan.....Posisi nya sangat menggemaskan di mata Dirgan.
""nyata bukan sih.?"" Dirgan mengucek ucek kedua matanya sesaat dan kembali menatap dalam wajah Bintang yang sekarang alisnya naik turun menggodanya.
"""Bin.?"" Ceknya memanggil. Bintang tak merespon, Gadis itu sangat menikmati wajah bodoh Dirgan.
""Jaauza ?"" Sekali lagi memastikan, namun ragu untuk meraba. Takut saat ingin menyentuh malah tiba tiba menghilang. kan sayang.... dirinya masih merindukan wajah cantik itu yang sudah dua bulan lebih tak di lihatnya, dua bulan serasa dua tahun baginya.
Bintang jadi gemes sendiri, Dirgan tidak sadar sadar dari keterkejutannya, ia menarik tubuhnya untuk duduk menyilang di atas rumput seperti posisi Dirgan saat ini yang sedang mangap lebar melihat dirinya bergerak secara kasat mata di hadapannya. Cih, Dirgan pikir dirinya setan apa yang benar benar gentayangan di kota Paris. Pikirnya mencibik.
Bersambung....
Penggemar Aksa maaf ya...! Bintang, Dirgan punya dan begitu lah awal dari akhir cerita Author sebelum mereview pembuatan Novel ini.... Sesuai judulkan ya... Journey Of Love, Bintang. yang berkeliling liling dulu ke hati orang lain tau taunya mendarat di balkon kiriπ.
kalau Aksa, Author punyaπ..Jangan di timpuk dong Authornya yang khusus penggemar Aksa... Penggemar Dirgan, boleh dong nimpuk paket Vote yang masih punya Vote gratis....
__ADS_1