
Sebelum kalian beristirahat, bukalah kado kado dari kami terlebih dahulu.
Bintang membawa bungkusan kado dari sahabat sahabatnya di bantu dengan Dirgan yang membawa tiga kado di tangannya dan dua kado di tangan Bintang. Ada lima, itu dari Aksa, Rere, Nata, Biru dan Reina. Mencurigakan memang ? Sebab Nata berpesan untuk membuka kado itu dahulu sebelum mereka istirahat. Tapi..... mereka akan menurut, toh... Mereka juga penasaran apa isi dari kado tersebut.... Bungkusnya gede gede, tapi jika di guncang guncangkan seperti patahan ranting isinya, lima kado entengnya sama....benar benar penasaran di buat Bintang dengan kado kado itu.
Acara resepsi sudah selesai, Bintang tidak memilih menginap di hotel tempat mereka melangsungkan acara melainkan lebih memilih untuk balik kerumah mewah Al Miller. Saking Cintanya, Dirgan menurut saja, padahal pria itu aslinya ingin menghabiskan malam pertamanya di hotel tempatnya berjanji suci....ok, Fine... Dirgan menurut, toh dirumah Al Miller pun Bintang akan habis di jamanya malam ini, Pikirnya.
Dan di sinilah pengantin baru itu berada, Kamar Bintang. Mereka baru sampai dan meletakkan kado kado itu di atas meja rias.
""Aku akan mandi duluan, sayang.!"" Bisik Dirgan tepat di telinga Bintang yang sengaja bersuara berat sexy menggoda.
Bintang meremang seakan di sengat listrik bertegangan. ia tahu, Dirgan sedang menggodanya, memberi kode kode yang ingin meminta haknya....dan ia pun rilex aja... kewajiban, Pikirnya.
""Eum, pergilah.! apa aku perlu menyiapkan air hangat untuk mu."" Tawar Bintang yang akan memulai perhatian kecil menjadi istri yang baik
""Tidak usah, aku bisa sendiri, tapi..."" Dirgan menyeringai nakal. "" aku tidak menolak jika harus di mandiin."" kedip lucu Dirgan dengan seringai mesumnya.
""He,.."" Wajah Bintang panas merona. memalingkan wajahnya, Malu. menolak dosa ! mengiayakan masih kikuk malu malu mau.
""Becanda."" tubruk hidungnya ke hidung Bintang.
Bintang mencubit pinggang suaminya. ""Pergilah mandi, tapi sebelum itu, bantu aku untuk membuka ini."" Bintang berbalik badan, memberikan punggungnya ke Dirgan untuk di mintai bantuan agar Dirgan menurunkan Zipper gaun pengantinnya yang sudah di jangkaunya.
""Kamu menggodaku eum.?."" Tangan nakal itu langsung menurunkan Zipper.
""ish..."" Geli Bintang di kecup dan terkena nafas panas Dirgan di punggungnya. ""Pergilah Dir. sabar, Oke."" Bintang berbalik menghadap Dirgan, memutar ke belakang tubuh Dirgan, dan mendorong pelan masuk ke kamar mandi.
Bintang menggeleng geli melihat wajah tak sabaran suaminya, ia pun dengan perlahan menurunkan gaunnya dari tubuhnya sehingga menyisakan celana pendek setengah paha dan sehelai mini spaghetti strap di bagian perut ke atas dengan tali kecil tak berlengan
__ADS_1
""Ini isinya apa ya ?"" Sambil menunggu Dirgan kelar di ritual mandi. Bintang menghampiri kado kado yang di atas meja rias, duduk di kursi dan membuka kado di mulai dari Aksa.
""Aih.." kaget Bintang. kadonya berisi teks pack dan kontrasepsi.
Tak sabaran, Bintang melanjutkan membuka kado kado yang lain satu persatu dan ia semakin menggeleng geleng bodoh, sahabatnya somplak semua, Mereka dengan kompak menghadiahkan dengan isi yang sama, Teks pack dan kontrasepsi.
""Aku kira klutuk klutuk di goyang kan isinya kunci mobil atau rumah gitu, ini....ya ampun, Gila semua.!"" Bintang tersenyum geli melihat jejeran teks pack dan kontrasepsi di hadapannya.
Dirgan secepat kilat meritualkan mandinya, ia sudah tidak sabar dengan yang 'itu' saat selesai mandi ia menangkap Bintang sedang tersenyum sendiri dengan pekaian mini menggoda hasrat lelakinya. ia pun menelan ludahnya cepat menghampiri Bintang dan langsung memeluk istrinya dari belakang.
""Tersenyum ke siapa."" Selidikinya masih memeluk wanitanya sehingga dada polos itu bersentuhan langsung dengan kulit Bintang yang lembut.
Berdesir hangat darah Bintang melihat sosok pria yang hanya memakai handuk terlilit di pinggang dari pantulan cermin rias. dulu pernah, ia melihat Dirgan seperti itu tapi tidak berefek, tapi sekarang sangat berefek menggoda minta di rabah.
""Lihat lah !"" Tunjuk Bintang ke isi kado sahabatnya.
""Oh.."" Mulut Bintang berbulat ria. "" Jadi apa pilihan mu, Honey."" Tanya Bintang. Dirgan menyeringai nakal.
""Teks pack, Baby."" Nakal Dirgan melepas tali tipis di spaghetti strap Bintang.
""Hais, aku belum mandi."" Protesnya berbalik menghadap ke Dirgan.
""Tidak masalah, aroma mu sudah memabukkan tanpa mandi pun."" Tak sabaran, Dirgan menarik istrinya dengan lembut lebih dekat lagi, mengangkat dagu yang tertunduk malu merona, menautkan bibirnya ke bibir mungil itu.
Bintang merespon keinginan suaminya, membuka mulutnya pasrah untuk mempermudah Dirgan mengabsen seisi rongga mulutnya.
Tangan nakal itu sudah berhasil melepaskan benang yang di pakai Bintang, polos.... Dirgan membuat istirnya bertubuh polos.
__ADS_1
""Apa kamu siap, Baby.?"" Suara hasrat Dirgan semakin berat dan seksi masuk ke telinga Bintang yang sudah terbawa suasana. Bintang mengiayakan dengan tangannya pun sudah nakal menggoda, bermain di dada Bidang Dirgan.
Dirgan kembali memberikan sensasi pemanasan di bibir yang terasa manis itu, mendorong tubuh Bintang pelan ke arah kasur tanpa melepaskan pangutan bibirnya.
Bintang berjalan mundur dengan tangan tanpa sadar menarik handuk Dirgan yang masih terlilit rapi.dan satu sama, polos...
Hais....Burung mu terbang suamiku, apakah aku sanggup menenggelamkannya yang super jumbo itu.
Setelah mendudukkan di kasur, Bibir Dirgan menjalar bermain di telinga Bintang, turun ke leher jenjang dan tak lupa menaruh jejak kepemilikannya, tangannya sudah gatal bermain di gundukan kembar yang menggoda minta di sesap ujungnya.
""Ah..."" Desahnya spontan saat Dirgan menyesap ujung gundukannya. Tangan nya meremas remas rambut suaminya seakan protes ingin minta yang lebih untuk mengobati naluri hasrat wanitanya.
Dirgan kembali ke bibir Bintang saat puas di gundukan itu, dengan tangan masih tak puas meremas lembut gundukan haknya. ia sengaja menahan panas hasrat naluri lakinya hanya untuk bisa membuat bibir Bintang bersuara untuk minta di tempurnya menggunakan 'itu'-nya yang sudah menegang mencari lubang nirwana.
""Honey...mm...Ah."" Bintang meracau, panas hasratnya semakin memuncak, hutan Amazon miliknya sudah berkedut kedut minta di gembur.
""Katakan lah, Baby.!"" Goda Dirgan dan kembali menyesap gundukan itu dengan tangan satu menghampiri yang di bawa sana.
""Mm...Ah..""Desah Bintang. saat tangan nakal suaminya menyentuh dan bermain gemas di bibir wanitanya yang sudah becek terasa.
Dirgan benar benar berupaya untuk membuat Bintang menjerit kecil ' Lakukan Honey, aku sudah tidak kuat.' penginnya.
""Lakukan..""
Ahaaaa.. dengan senang hati, Dirgan sudah menunggu kalimat itu dari tadi, seandainya kalimat itu tak keluar dalam waktu lima menit kedepan maka Dirgan akan bertindak melakukannya tanpa di suruh lagi, Saking.... tidak tahan...aaah...panas, Mak thor butuh Aqua....ada ?! 😈🙄🙃
***Hot hotnya berlanjut atau sampai di situ ? kalau lanjut berikan jejakmu😉
__ADS_1
Vote..bunga bunga***