BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 94


__ADS_3

Di sebuah gudang tua kosong yang terbengkalai, dengan penerangan yang minim cahaya bahkan hampir tak terlihat cahaya di ruangan tersebut. ada seorang Gadis yang terduduk di kursi yang tak sadar kan diri dengan tubuh terlilit tali menyatu dengan kursi.


Ya... Gadis itu adalah Bintang yang sengaja di taruh di tempat yang gelap oleh Aksa, padahal pria itu sudah mengetahui jika calon istrinya sangat fobiah dengan kegelapan ruangan yang sempit dan pengak.


Sementara Gilang, anak kecil itu di kurung di ruangan terpisah dengan kakanya, Fatur menaruh Gilang di sebuah ruangan kotor nan berdebu di sebelah ruangan yang di tempati oleh Bintang. Persis dengan kakanya, Gilang pun terikat di bagian tangan serta kakinya, namun anak itu tergeletak di lantai dengan kesadaran sudah hilang akibat di beri obat bius oleh Alex atas suruhan dari Fatur.


Bintang tersadar dari pingsannya, mengerjapkan matanya berkali-kali, Gelap... netranya hanya menangkap kegelapan.


""Gelap.?"" Panik Bintang menggerakkan tubuhnya, tapi..... tidak bisa.


""aaaaaaaarggh...toloooooong, siapapun !!!!"" Bintang langsung menjerit hebat meronta ronta ingin terbebas dari ikatan tali, Nafasnya pun sudah mulai memburu dengan jantung berdetak kencang. peluh dingin seketika menyerbu sekujur tubuhnya.


""Tol.....""


Tak...Tak...Tak.


Frustasi teriakan tolong Bintang tertelan seketika, saat cahaya lampu sengaja di On Of kan berkali kali. dan sorok mata kucingnya menangkap Aksa yang berdiri di sampingnya.


""Aksa, tolong nyalakan lampunya, ku mohon.?"" pinta Bintang memelas.


""Baiklah."" Bisik Aksa di belakang telinga Bintang, dan tak lupa sekilas pria itu mengecup kepala Bintang dari belakang.


Tak... Lampu menyala, dan hanya ada.... Aksa dan Bintang di ruangan kotor berbaukan debu.


Bintang bernafas lega, dengan kasar ia menarik nafas dalam-dalam dan menghembusnya dengan perlahan.


Sudut bibir Aksa terangkat, mengejek.


""Bin, kamu itu lemah...!"" cibik Aksa. ""kelemahan mu sangat banyak, gelap ruangan saja takut, apalagi kalau.....!"" ejekan Aksa sengaja di jeda. pria itu malah menyerang Bintang dengan ciuman kasar tepat di bibir mungil Bintang.


Bintang terbelalak marah, meronta, menggeleng kan Kepalanya yang di tahan oleh Aksa.


""Mmmmm.."" air mata Bintang tumpah di dalam pangutan Aksa. pria itu menyadari jika Bintang menangis. Aksa pun dengan terpaksa melepaskan ciumannya. Entah kenapa hatinya malah sakit melihat Bintang menangis. Bukannya itu yang di inginkan Aksa setelah pernikahan terjadi, Niatnya hanya ingin membalas dendam.


""Damn...."" Tatapan kebencian terpancar dari Bintang. ""Apa sebenarnya mau mu ? dan kenapa kalian ingin menyakiti Keluarga ku.? harusnya aku yang marah kepada keluarga mu, Aksa...""

__ADS_1


Aksa yang ingin meninggalkan ruangan seketika berbalik lagi dan dengan cepat mencengkeram kedua pipi Bintang.


""Jangan asal bicara, kamu tidak tahu apa apa? ku beritahukan, Keluarga mu adalah penyebab Bunda ku menderita, Mama mu sudah mencebloskan orang tua ku ke dalam penjara, sampai aku terlahir di sana."" Mata Aksa memancarkan merah kemarahan. dengan kasar ia melepaskan pipi Bintang.


""Hey...jaga bicaramu."" teriak Bintang, ia tidak terima jika Mamanya di tuduh, setaunya dari Fina, Mamanya lah yang hampir mati karena ulah orang tua Aksa.


""Entah apa yang sudah kamu ketahui dari Om Damian, Tapi ku beritahukan kepada mu juga, Orang tua mu adalah penjahat sesungguhnya dan korbannya adalah Mama ku, orang tua mu sudah merencanakan pembunuhan terhadap Mama ku, kamu keliru Aksa."" Jelas Bintang menggebu gebu.


Otak Pintar Bintang langsung menyimpulkan jika Aksa mungkin hanya alat dari papanya, Fatur lah penjahat sesungguhnya di sini, dan Bintang baru menyadari, teka teki yang disampaikan oleh Garlin adalah ini, untuk menyadarkan Aksa dari sugesti Fatur.


"" Jaga dia, jangan sampai salah jalan, jika itu terjadi, maka kamu yang akan mendapat kan imbasnya.""


Bintang teringat lagi kata kata Garlin dan Bintang akan mencoba untuk membuka mata Aksa serta membenarkan otak bodoh Aksa yang sudah tersugesti oleh Fatur.


Aksa terhentak, cerita Bintang dengan cerita papanya berbanding terbalik.


""Gunfatur Gilman bukan Damian Lionel."" Ralat Bintang, Sekarang sudut Bibir Gadis itu yang terangkat mengejek keterdiaman Aksa. Bintang curiga kalau Aksa bodoh itu tidak pernah mengetahui nama asli papanya sendiri.


""itu namanya, nama asli dari Papa mu.


Aksa masih terdiam membisu dengan pengakuan Bintang, otak bodohnya mulai plin plan, mau percaya kepada Bintang atau percaya kepada Fatur yang sudah dengan jelas jelas mempunyai bukti kecurangan Meca yang aslinya bohong adanya.


""Bunda ku bukan pemakai, itu hanya akal akalan Mama mu saja, dan kamu pasti mendapat cerita karangan dari mama mu, mulai dari nama papa ku serta kebohongan obat terlarang itu."" Aksa masih tetep percaya dengan bukti bukti palsu Fatur.


""Hahahaha..."" Bintang tertawa mengejek dengan kebodohan otak Aksa. ""Dasar bodoh, bahkan Mamaku sang ahli hukum itu menyembunyikan kejahatan Bunda mu, mama ku tidak pernah bercerita tentang tragedi tertabraknya sampai harus bertaruh nyawa dan yang sengaja menabraknya itu adalah orang tua mu, dan apa ini.....cih, bahkan kamu akan ikut ikutan mau jahat juga. brengsek..."" Bintang menahan kegeramannya, ingin sekali ia mencongkel otak bodoh Aksa jika itu mudah maka Bintang akan mengganti otak itu dengan batu saja.


""Tidak, orang tua ku tidak jahat."" kata Aksa frustasi bingung.


""Ya, itu lah kejadiannya dan jika tidak percaya bukalah smartphone ku, di dalamnya ada bukti akurat dan terpercaya langsung dari pihak kepolisian, Om Gion sudah mengirimkan itu kepada ku, tapi aku tidak tahu di mana benda itu sekarang.""


""Keluarga mu, tidak bisa di percaya, mereka sekongkol untuk menuduh orang tuaku."" Kekeuh Aksa dengan pendirian bodohnya.


""Baiklah kalau tidak percaya kepada ku, itu terserah kamu, tapi... apa kamu ingat kejadian di kampung Oma Opa ku ? di waktu aku berhalusinasi ?""


Aksa mengangguk. Bintang menyeringai.

__ADS_1


""Dan apa kamu ingat kejadian di mana aku memaksa Dirgan untuk menggambarkan sketsa wajah.""


Aksa mengangguk lagi layaknya orang bodoh.


""dan wajah itu ternyata Bundamu sendiri, Bunda mu malah sayang kepada ku, dia lebih memilih masuk ke mimpiku dari pada harus memilih mimpi mu, kenapa.... karena kamu bodoh, bego, terlalu percaya kepada papa mu yang jahat itu."" Bintang berucap penuh penekanan dengan nada mengejek.


Ceklek...


Belum sempat semuanya Bintang jelaskan perihal mimpinya, Pintu sudah terbuka, masuk dua orang lelaki dengan seringai jahatnya yang tergambar di raut wajah itu, Alex dan Fatur.


""Kenapa kamu tidak memberi tahukan papa jika calon mantu papa sudah sadar."" Seringai Fatur.


Bintang berdecih di sebut menantu dari orang yang sudah jahat ke Mamanya.


Aksa tak menggubris, pria itu malah berjalan keluar.


""Jangan sentuh kulit Bintang, siapa pun jangan ada yang berani."" Tekan Aksa seraya berjalan tanpa berniat menatap lawan bicaranya.


""Dasar, pria bodoh, kulit ku sudah terluka oleh mu, tapi kamu sendiri melarang orang untuk menyiksaku, aku sudah terlewat kecewa kapada mu,Aksa."" Cibik Bintang dalam hati. kini mata tajam kucingnya menatap nyalang yang ada di hadapannya.


""Santai Meca kecil, mata mu sangat jeli mengenali lawan, mungkin pernikahan memang gagal, tapi pembalasan dendam ku ke Mama serta papa mu akan terbalas kan. lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan kepada orang tuamu."" Licik Fatur. Tangan Fatur mengisyaratkan ke Alex.


Alex mengangguk patuh.


Mata Bintang terbelalak, saat Alex mengikat kan sebuah bom waktu di atas pangkuan duduknya, Namun Bintang yakin kan peledak itu belum menyala.


""Gunfatur Gilman, apa yang ingin kamu lakukan dengan benda berbahaya ini."" Geram Bintang.


""Wow, ternyata anak pintar ini sudah mengetahui nama asliku. hahahaha..."" Fatur terbahak seram. ""tenang ini hanya pemanis untuk permainan malam ini.""


Tugas Alex sudah selesai, tanpa menyentuh kulit Bintang sedikit pun sesuai tekanan Aksa. Kedua orang itu pun meninggalkan Bintang yang mencoba melepaskan diri.


Bersambung....


Vote....Vote...

__ADS_1


__ADS_2