BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 76


__ADS_3

Sekumpulan orang yang berteman semenjak kecil itu masih bercanda gurau di meja bundar Cafe, mereka berlima tidak menghiraukan banyak mata yang memandang aneh kalau suara gelak tawanya pada pecah.


Dirgan lah yang sering menjadi bahan ledekan terus dari mereka, di susul Biru yang hanya menjomblo seabad hidupnya.


Rere yang hidupnya misterius, ingin di jaimin namun tidak mempunyai cela untuk mereka dan alhasil ujung ujungnya Bintang lah yang kena ja'imnya seorang Nata dan tanpa sadar sang pengagum rahasia yakni Dirgan selalu membela Bintang.


""Bin, misalkan di antara kita ada yang jatuh cinta di dalam persahabatan ini, bagaimana pendapat mu?"" Dirgan langsung menatap horor Nata yang tiba tiba melempar kan pertanyaan ke Bintang yang membuat jantungnya seakan mau copot.


Namun Dirgan juga penasaran jawaban apa yang akan Bintang lontarkan.


Bintang menatap sahabatnya satu persatu. asumsinya liar, apakah maksud Nata di antara mereka ada yang lagi jatuh hati dan tertuju ke sahabat sendiri.


Nata, Biru, dan Dirinya.... Bintang menggeleng, tidak mungkin mereka mempunyai rasa untuknya, mereka kan saudara sepupu jadi mustahil.


Kini Bintang mengunyah makanan seraya menatap satu persatu dari Rere ke Biru... Bintang menggeleng lagi, Rere tidak mungkin menyukai cowok di bawah umurnya, begitu pun Biru, brownies itu tipenya seperti papanya, menyukai cewek manja tidak seperti Rere yang sedikit tomboy.


Rere dan Nata, mustahil juga...Nata tidak mementingkan pacaran, cowok bobrok itu sudah melebihi batas normal pacaran, Nata sudah menjadi pengikut papanya sebelum tobat, Casanova. jadi tidak mungkin sang sahabat akan di bawah ke 'One Night'nya


Rere dan Dirgan, Bintang berpikir keras, mungkin itu maksud Nata. Mungkin Rere punya rasa untuk Dirgan, Tapi.....mereka seperti kucing dan anjing tidak bisa akur kalau sudah kumat. Bintang lagi lagi menggeleng.


Terus.....? Dirgan ? Dirinya ? apakah Dirgan punya rasa untuknya ? Bintang menggeleng lagi, tidak mungkin Dirgan menyukainya, Dirgan kan play boy cap Bohay, kalau Dirgan mempunyai rasa untuknya kenapa Dirgan tidak mengakuinya ? Emang iya sih perilaku Dirgan terhadapnya selalu hangat dan manis tapi mungkin itu hanya pertanda sayang dalam hubungan sahabat saja, bukan pertanda cinta.


aah... mungkin Nata bertanya hanya omong kosong doang, tidak ada sangkut pautnya antara mereka, pikir Bintang.


""Woy....di tanya juga ? malah gagal fokus, jawab dong."" Nata melempar kentang goreng ke piring Bintang.


Gadis cantik itu malah memakannya dengan santai.


""pendapat ku, yaa... terserah saja, tidak ada yang salah kan, yang penting mereka saling menyukai kenapa harus di permasalahkan."" Bintang melirik Dirgan yang sedang menatapnya juga. "" iya kan, Dirgahayu.?"" Lanjutnya meminta dukungan atas jawabannya.


Dirgan mengangguk cepat seraya melempar senyum termanisnya, hatinya bersorak-sorai di dalam ternyata Bintang tidak mempersalahkan jika sahabat jadi cinta. setelah hari ini, ia berniat untuk berterus-terang ke Bintang tentang hatinya. tapi kan Bintang tidak punya rasa untuknya, dan Bintang juga sudah balik kan lagi dengan Aksa. Gelap lagi hati Dirgan, rumit, cinta diam yang di milikinya sangat menyakitkan untuk dirinya.

__ADS_1


""Noh... Dirgan ! ada lampu hijau."" Ceplos Nata.


Rere yang mengerti maksud Nata, tersenyum simpul ke arah Dirgan untuk memberikan semangat, Sementara Biru yang aslinya tidak pernah mempunyai pasangan pun seketika mengerti kalau Dirgan lagi berlove love, tapi... Biru merasa bingung, ceweknya siapa ? Rere yang lagi tersenyum ? atau tertuju ke Bintang yang lagi cuek hanya mengunyah makanan terus.


""Kenapa Dirgan ? apa Dirgan ada hubungannya tentang pertanyaan mu? "" Tanya Bintang ke Nata.


Walaupun terlihat cuek Namun Bintang mencerna perkataan Nata.


Nata dan Dirgan saling plototan, Niat hati Nata ingin membantu, namun yang di bantu hanya kaya orang bisu.


""Dasar o'on."" umpat Nata ke Dirgan dalam hati.


""Bintang, aku menyayangi mu, aku mencintai mu. !"" Goda Nata menjebak Dirgan. ingin sekali nata menebas otak Dirgan saat ini, kenapa tidak berucap seperti kata kata manis itu ke Bintang sekarang juga.


""Apa ?"" Dirgan, Rere dan Biru terkejut dengan mulut tidak bisa terkatup lagi, mereka menganggap serius perkataan Nata.


Bintang menggeleng geli, ia sadar kalau Nata hanya menggodanya, ia paham betul sifat jaim sepupunya.


""Nat,Bin----"" protes Dirgan terpotong. saat tiba tiba ada Aksa yang menarik tangan Bintang dengan kasar.


Aksa yang baru datang sangat terkejut mendengar jawaban welcome Bintang ke Nata, seketika darahnya berdesir murka dan langsung menarik tangan Bintang dengan secara kasar. pria itu salah paham karena sampai saat ini ia tidak tahu menahu hubungan asli Bintang dan Nata.


""Aksa.."" kaget Bintang, tangannya masih di cengkram kuat oleh Aksa.


""Aksa.."" nyalang Dirgan, Biru, dan Nata dengan kompak, beranjak pun secara kasar sehingga mengundang semua perhatian seisi Cafe.


""Bintang adalah kekasih ku, mengerti.!"" Sentak Aksa penuh penekanan.


Rahang Nata, Biru serta Dirgan mengeras, bukan karena mendengar pengakuan Aksa, tapi marah karena cengkraman Aksa begitu kuat di tangan Bintang sehingga gadis itu meringis kesakitan.


Saat ketiga sahabatnya ingin maju, Tangan kanan Bintang menghentikan pergerakannya, Gadis itu yakin kalau akan terjadi adu jotos, dan Bintang tidak mau Cafe mamanya berantakan karena ulah mereka semua.

__ADS_1


""Aksa, tangan ku berdarah lagi, LEPAS."" pekik Bintang tertahan.


Aksa tersadar, spontan ia melepaskan cengkramannya.


""Dirgan."" Bintang menoleh ke Dirgan. "" ayo kita pulang, aku sudah tegang di sini."" Pinta Bintang langsung beranjak berjalan cepat.


Dirgan mengangguk dan menarik kunci motornya di atas table


""Bin, hey..."" kejar Aksa. ""Bin.. dengarkan aku, kenapa kamu yang harus marah ? harusnya aku yang marah kepada mu."" Suara Aksa sedang menahan emosi marah.


""Janji mu tidak pernah kamu tepati, aku bilang jangan membuat ulah kalau kamu ingin ikut tapi apa...."" Bintang menggubris ucapan Aksa seraya berjalan cepat ke arah parkiran.


Aksa dengan cepat menahan lengan Bintang agar Gadis itu berhenti dari langkah panjangnya.


Sementara Dirgan, ia sudah stay di atas mogenya mununggu Bintang yang masih beradu mulut dengan Aksa.


""Kamu senang sekali menyakiti ku, Aksa."" Sindir Bintang. Aksa langsung melepaskan cengkramannya.


""Bin, kenapa kamu menerima cinta Nata, apa maksudmu, hah?"" kesal Aksa.


""Tidak seperti itu, kami hanya bercanda."" Jelas Bintang.


Aksa tidak percaya. ""kamu bohong, kamu mau berniat lari dariku, hah?""


""Terserah, kalau kamu tidak percaya, itu hak kamu."" Malas Bintang. gadis itu pun pergi meninggalkan Aksa dan langsung naik ke Moge Dirgan.


""Bin, Bintang...aaargh...Aku benci sikap mu yang selalu mengabaikan ku."" Teriak Aksa frustasi. ""Aku akan menghukum mu."" Seringainya.


Bersambung....


Vote....Vote...Vote...

__ADS_1


__ADS_2