
Aksa sudah pergi di samping Dirgan setelah memberi peringatan untuk menjauhi Bintang dan berhenti mencintai Bintang.
Dirgan yang sedang terluka hati hanya merespon dengan senyum kecutnya, ia tidak bisa menjahui Bintang, dari orok pun dirinya dan Bintang sudah bersama sama sebagai sahabat. Namun untuk mencintai Bintang biarkan takdir dan waktu yang menjawab kedepannya, Tapi....ia akan mencoba sebisa mungkin untuk membuang rasa cintanya yang begitu besar untuk sahabatnya, toh...sangat tidak bermoral jika mencintai istri orang ke depannya.
""Menyedihkan."" pilu Dirgan seraya menyesep lagi dan lagi wine yang ada di depan bertender sehingga begitu banyak wine yang sudah di konsumsinya, sekarang yang membutuhkan minuman beralkohol adalah dirinya untuk membuang kesedihannya.
Nata yang masih sibuk berbincang dengan beberapa kenalannya, seketika lupa jika dirinya datang bersama Dirgan dan Bintang. ia begitu asyik dengan Wine dan mata nakal sesekali melirik wanita yang akan di jadikan teman ranjang satu malam.
Sementara Bintang terlalu lama bersembunyi di dalam toilet, malam ini ia begitu ingin berkelit dari Aksa. sudah pusing dirinya hari ini ulah dari Aksa , jadi menghindar sesaat adalah pilihan baik sekarang.
Dirasa mengambil keputusan pengecut yang aslinya bukan sifat dirinya, Bintang memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya dan harus menghadapi Aksa walaupun malas karena ujung ujungnya ia akan kalah telak sebab Aksa memegang kartu As.
Bintang mengerlyatkan matanya ke table yang tadinya di tempati dirinya dan Dirgan. ia tidak melihat sosok Aksa dan berhasil membuatnya bernafas legah untuk sesaat, merasa Aksa tidak ada ia pun menghampiri Dirgan yang masih menyesep Wine.
""Yaak..Dirgan."" protes Bintang. ia merebut gelas yang akan di tenggak oleh Dirgan karena begitu banyak bekas botol yang sudah dihabiskan Dirgan.
Dirgan menoleh dengan mata merahnya, rupanya dia terlalu banyak meminum air berwarna yang berketagihan untuk di minum.
""Dir, matamu ?! kamu mabuk yah?""
""Aku...haha, mana ada ? aku masih sadar, aku hanya lagi mabuk cinta."" Dirgan menarik gelas berisi wine yang di tangan Bintang. Gadis itu terkesiap.
""Kamu Bintang kan ?""
Bintang mengangguk.
""Kepala mu ada banyak, namun suara mu masih terdengar satu."" Dirgan sudah mulai meracau tidak jelas.
""Aduh, merepotkan ! apa yang terjadi? biasanya kamu paling anti meminum alkohol yang berlebihan, dan Biasanya aku yang di posisi ini, bukan kamu, Dirgahaaayuu.""
Bintang tanpa mencari Nata dahulu, ia langsung menarik Dirgan untuk pergi, dan sekarang Dirgan terlihat sempoyongan sedang di tarik oleh Bintang seperti Mak Mak yang habis mergoki anaknya yang nakal.
******
__ADS_1
Bintang dan Dirgan sudah berada di dalam unit apartemen Dirgan. Kini gadis cantik itu menarik narik tangan Dirgan untuk mau masuk kamar.
""Bin..Bin, Bintang."" racau Dirgan di sepanjang jalan dari Club sampai di dalam unit apartemen.
""iya, bawel, ini aku Bintang."" Sedalam perjalanan Gadis itu baru menyahuti.
""kamu bukan Bintang ku, kamu... wajah mu tidak mirip dengannya, dia itu cantik tapi dirimu, lihatlah..."" Dirgan malah berhenti di depan kaca kamarnya untuk menyuruh Bintang melihat pantulannya. "" wajah mu terlihat ada tiga, haha..lucu."" Lanjutnya.
Bintang tersenyum geli atas kekonyolan Dirgan, ia menurut saja untuk bercermin namun Bintang bercermin hanya melihat wajah Dirgan yang sedang memeluknya dari belakang, entah kenapa ia tidak pernah menolak jika Dirgan memeluknya.
""hey, tapi kenapa wangi mu seperti Bintang ku."" Dirgan mengendus leher Bintang dan berhasil membuat Bintang merinding.
""Apa kamu berniat meniru gaya dia, hahaha... tidak akan bisa, dia itu Gadis langkah dan unik, dia itu berbeda."" Dirgan membalik tubuh Bintang untuk menghadap ke tubuhnya.
""Katanya, khusus yang ini."" Dirgan menaruh salah satu jarinya di bibir Bintang. """ akan di berikan kepada calon suaminya, tapi aku tidak tahu apa masih suci atau sudah di ambil calon suaminya, dan calon suaminya itu bukan aku, tapi pria lain.""
Deg....
Calon suaminya bukan aku, tapi pria lain ? Gadis itu tersentak dengan ucapan Dirgan, apa maksud dari kata kata itu ? apa Dirgan sudah tahu masalahnya yang akan menikah mendadak bersama Aksa. tapi kenapa bertutur seperti itu, apa Dirgan benar benar.....
Dirgan mengangguk sedetik menggeleng. namun maksud dari pergerakan Dirgan adalah. 'iya, aku menyukainya tapi Bintang tidak.'
""Hey, nama mu siapa ? kenapa kamu kadang terlihat mirip Bintang ku, aku mencintai dia tapi dia tidak mencintai ku."" Dirgan tanpa aba aba menarik tubuh Bintang masuk ke dekapannya.
Lagi lagi Bintang di buat terkejut oleh ucapan Dirgan, 'Aku mencintai dia, tapi dia tidak mencintai ku.' apa kah Dirgan berkata jujur atau hanya meracau di bawah kesadaran alkohol. pikir Bintang
Tapi perlakuan Dirgan kepadanya begitu manis layaknya berperilaku sebagai kekasih bukan sahabat.
""Aku mencintainya semenjak kita sama sama masih remaja, tapi aku tidak berani mengutarakannya, gadisku itu mencintai orang lain, dan aku juga takut di tolak dan berakhir sahabat pun akan putus atau merasa canggung, aku tidak mau jauh jauh dari dia."" Alkohol membuat unek unek Dirgan terlepas, kini Bintang sudah mengetahui semuanya.
Seketika Bintang meneteskan air matanya di dalam dekapan Dirgan, ia juga lebih erat memeluk sahabatnya itu.
""Jahat sekali diriku, sudah membuatmu menderita selama ini, maaf kan aku yang tidak peka terhadap mu, aku ternyata sahabat jahat yang sudah menyakiti mu dalam diam."" Lirih Bintang merasa bersalah.
__ADS_1
Gadis itu melepaskan pelukannya dan mendongak menatap wajah Dirgan yang terlihat sendu, matanya pun sangat merah, entah pengaruh alkohol atau Dirgan sedang menahan tangisnya.
""Apa kamu tahu Bintang akan menikah ?"" Bintang Curiga jika kabar itu sudah di bocorkan oleh Aksa dan akhirnya Dirgan memutuskan untuk lari dari kenyataan dengan menggunakan alkohol untuk membuang rasa frustasinya.
Dirgan mengangguk.
""Apa kamu rela jika Bintang mu menikah dengan orang lain.?""
Dirgan mengangguk lagi, wajahnya kini terlihat sangat polos layaknya anak kecil.
""Yang penting Bintang ku bahagia, aku pun akan merelakannya.""
Bintang kembali memeluk erat tubuh Dirgan, seraya menangis tersedu-sedu di dalam sana.
""Kenapa diriku bodoh sekali, ada cinta yang begitu tulus untuk ku tapi aku tidak menyadarinya."" Pilu Bintang masih menetas kan air matanya.
Sekarang Dirgan yang melepaskan pelukan.
""Hey gadis bohay, kenapa kamu menangis ? apa aku menyakitimu, maafkan aku kalau begitu, tapi siapa namamu ?"" Dirgan semakin meracau sehingga Bintang saja tidak di kenalnya.
Cup....
Entah kenapa Bintang malah mencium bibir Dirgan, dan itu adalah ciuman yang terikhlas yang pernah ia lakukan, beda dengan ciuman pertama yang di curi paksa oleh Aksa.
Ciuman bibir yang hanya berniat Bintang berikan untuk sekecap saja, namun nyatanya tidak, ciuman itu semakin dalam dan penuh penghayatan, Dirgan begitu lembut memperlakukannya dan Bintang sangat menikmati ciuman dalam itu.
Merasa tubuhnya di raba raba oleh tangan nakal layaknya cicak yang merayangin tembok, Bintang mengakhiri ciuman itu, ia tidak mau terbawa nafsu dan berakhir lebih rumit lagi.
""Istirahat lah pria bodoh."" Bintang mendorong kasar tubuh Dirgan ke atas kasur.
""Aku tidak habis pikir dengan mu yang terlalu kuat menahan beban hatimu, kenapa kamu tidak mengakuinya dari dulu dulu.? jika begini aku merasa ada di pilihan antara Neraka dan surga."" Bintang berceloteh seraya mencopot sepatu Dirgan, sementara pria itu memejamkan matanya dengan bibir meracau tidak jelas.
""Mana aku tahu hatimu yang ada di dalam sana, aku bukan paranormal yang bisa membaca hati seseorang, pasti dulu dulu kamu mengumpati jika diriku adalah gadis tidak peka."" Bintang geram sendiri setelah menutupi tubuh Dirgan dengan selimut, Gadis itu mencubit kuat pipi Dirgan dan beranjak pergi meninggalkan Dirgan yang sudah terlelap.
__ADS_1
Bintang sekarang di dalam hati yang di lema, di sisi lain ada Aksa yang terobsesi dengannya, dan di sisi lain ada Dirgan, yang begitu tulus mencintainya, tapi kalau ia memilih Dirgan maka hancur sudah repotasi keluarga, karena kartu As Aksa akan di sebar luaskan, dan bisa saja Dirgan bisa ilfil dengannya jika melihat foto panas dirinya bersama tubuh pria lain yang tidak terlihat siapa pemilik tubuh itu.
Bintang serasa ingin kabur dari kenyataan saat ini.